Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
82


__ADS_3

POV (Aisya).


aku tak menyangka hari ini terjadi banyak kejutan di dalam hidup ku.


aku juga tak pernah menduga kalau kak Idris,orang yang selama ini aku kagumi dan aku cintai secara diam diam juga memendam rasa yang sama pada ku.


dan aku juga di kejut kan dengan pengakuannya yang akan langsung melamar ku.


aku akui kalau aku sangat terharu dan juga sangat bahagia mendengar semua itu.


tapi tak boleh egois ,aku masih harus membahagiakan paman dan bibi ku yang sudah merawat ku selama ini,jadi aku meminta kak Idris untuk menunggu ku satu tahun.


dan bisa di katakan selama setahun ini kami bisa mengenal satu sama lain dulu.


aku ragu apa kak Idris mau dengan syarat yang aku ajukan ,ternyata dia mau,.


Alhamdulillah,karena kak Idris mau bersabar.


katanya dia mau melamar ku kepada paman ku.


dan aku setuju,.


kak Idris yang akan menentukan tanggalnya kapan dia akan mengunjungi rumah paman ku untuk melamar ku.


dan setelah kak Idris menyatakan pernyataan nya pada ku dia mengantar ku ke tempat tinggal ku lebih tepatnya rumah makan kak Idris karena aku tidak tinggal di sana.


kami Sampai di sana masih ramai pengunjung ,aku pun pamit pada kak Idris mau membantu kak Doni yang sedang kewalahan melayani para customer yang ingin membayar.

__ADS_1


malam pun tiba kak Idris dan juga Nadira sudah pamit dari tadi,katanya Nadira mengantuk.


aku membersihkan diri ku sebelum tidur karena tadi habis berkeringat.


dan pintu kamar ku di ketuk.


tok....tok...bunyi pintu di ketuk.


aku pun mengambil jilbab instan ku yang biasa ku pakai di dalam rumah lalu aku memakainya,ya takutnya yang mengetuk kamar ku teman teman ku yang laki laki.


dan ku buka pintu kamar ku ternyata kak Denys dan kak sindy yang mengetuk pintu kamar ku.srmenjak aku tinggal di sini merekalah yang menjadi teman sekali pun sahabat mendengarkan semua keluh kesah ku, mereka juga sangat baik kepada ku ,padahal umur kita sungguh jauh mereka bagai kan kakak di tempat ku yang baru.


mereka membawa banyak sekali cemilan.


"sibuk nggak Ais" tanya kak Denys.


"ngantuk nggak" tanya kak sindy.


"nggak sih" jawab ku, karenanya memang aku belum ngantuk.


"kalau gitu ayo kita nonton Drakor sambil cerita cerita, suntuk ni nggak bisa tidur" kata kak Denys.


"ayo," kata ku.


"tapi aku mau menyisir rambut dulu ya ,tunggu saja di sana" kata ku.


"sip" jawab mereka berdua sambil mengacungkan jempolnya masing masing.

__ADS_1


aku bergegas masuk kembali dan menyisir rambut ku,setelah itu aku keluar dari kamar ku dan menghampiri mereka berdua.


kulihat mereka berdua sedang serius sekali menonton dramanya, sampai tidak sadar kalau aku sudah ada di dekat mereka.


" bagai mana tadi ,di ajak jalan jalan sama bos ganteng" celetuk kak Denys,sambil melihat ke arah ku.


ya aku memang memanggil kak Idris bos ganteng kalau lagi sama mereka.


"nggak jadi jalan jalan kak,bos ganteng lagi ada kerjaan jadi aku seharian ada di rumahnya, masak masak sama Nadira" tutur ku panjang lebar menjelaskan.


"ya ,padahal kami semua membayangkan kamu akan di ajak jalan jalan lalu" kata kak sindy terjeda.


"lalu ,apa?, kalau ngomong tu yang jelas" kata kak Denys sambil menepuk pundak kak sindy.


"ia bentar Napa,nggak sabaran amat" kata kak sindy balas menepuk kak denys.dan aku pun tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.


"is,iya iya" desis kak Denys.


"lalu bos ganteng mengutarakan cintanya pada mu, oh so sweet" kata kak sindy sambil cekikikan menggoda ku,dan spontan kak Denys juga ikut cekikikan tertawa.


"nggak tau, tapi" kata ku juga ikutan menggantung.


"tapi apa?" kata mereka berdua penasaran.


"tapi bos ganteng ku langsung mengajak ku menikah' "tutur ku,aku tidak akan menyembunyikan semuanya karena lambat lain Pasti mereka akan tau.


"what" jawab mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2