Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
56


__ADS_3

"kalau ada kesulitan atau Kaka Jamila mempersulit di persidangan ,jangan lupa hubungi aku biar di bantu sama suami ku" kata adik ku.


"iya bang jangan sungkan " kata adik ipar ku.


"iya Dhe ,terima kasih , doa kan semoga lancar" kata ku.


"pasti bang" jawab adik ku.


"dan semoga kak Jamila tidak menyesal melepaskan Abang yang bertanggung jawab dan meninggalkan anak yang sangat baik seperti Nadira" lanjut adik ku.


"oh iya rencana Abang setelah ini mau kembali kerja atau apa" tanya adik ku lagi.


" rencananya Abang tidak akan kembali bekerja lagi,Abang ingin memulai usaha kecil kecil lan dulu mungkin" jawab ku.


"apapun itu kami akan mendukung Abang" jawab mereka berdua.


aku berada di rumah bapak sudah satu malam Minggu dan ini waktunya aku kembali pulang.


aku berpamitan pada bapak dan adik-adik ku.dan tak terkecuali bik Ijah yang selama seminggu ini membantuku merawat Nadira


"aku pamit pak,jaga kesehatan , jangan terlalu capek kalau bekerja di sawah,Idris akan selalu merindukan bapak" kata ku sambil memeluk bapak ku.


"iya nak ,hati hati di jalan ,bapak juga akan selalu merindukan mu" jawab bapak.


lalu aku menuju ke adik ku.

__ADS_1


"Abang pulang ya dhek ,Abang titip bapak sama kamu" kata ku


"iya bang ,tentu , kasih kabar kalau ada apa apa" jawab adik ku.


setelah ke adik ku aku pamitan sama adik ipar ku.


"Abang pulang dik , aku titip adik dan bapak ku" kata ku pada adik ipar ku.


"tentu bang , Abang hati hati di jalan, jaga kesehatan ,kabari aku kalau ada apa apa" jawab adik ipar ku.


aku dan Nadira pun pergi menuju mobil.


dan aku pun mengendarai mobil ku menuju jalan sambil menahan tangis karena aku akan meninggalkan rumah masa kecil ku.


❄️


❄️


sudah satu tahun sudah aku berpisah dengan Jamila dan hidup berdua dengan putri ku.


selama satu tahun ini rasanya aku hidup dengan tenang tanpa beban bersama putri ku.


setelah pengajuan perceraian ku di kabulkan dan ketuk palu terakhir sudah di putuskan oleh pengadilan aku langsung pergi membawa Nadira.


kebetulan aku sudah dapat rumah yang cocok untuk aku tinggali,dan lebih untungnya lagi aku membeli rumah bekas warung makan jadi aku jadi punya ide untuk berjualan makanan,mungkin ini sudah jadi rejeki Nadira putri ku.

__ADS_1


satu tahun aku menekuni pekerjaan baru ku ,mulai dari warung sampai menjadi warung makan dan Alhamdulillah usaha ku sekarang makin berkembang.


Nadira sekarang sudah kelas 1 sekolah dasar,walau dia hanya tinggal bersama ku dia tidak pernah mengeluh tidak sekali pun menanyakan keberadaan bundanya, semenjak waktu itu.


POV (Idris).


saat itu malam hari Nadira merengek minta di antar kan ke rumah bundanya ,karena katanya dia kangen sama bundanya.


dia sering kali mengeluh jika sudah pulang sekolah karena sering di ejek oleh teman temannya ,katanya dia tidak punya ibu,dan jika sudah begitu dia pasti akan mengurung diri dan menangis seharian di kamar.


dan sejak saat itu dia selalu merengek untuk menemui bundanya walau kadang bundanya tidak mau menemuinya dengan alasan sibuk.


saat itu pulang sekolah Nadira menangis sejadi jadinya,aku juga tidak tau penyebabnya apa lalu aku mencoba bertanya.


"ada apa nak , pulang pulang Putri ayah kok nangis" tanya ku .


"aku di ejek lagi yah sama teman teman katanya nggak percaya kalau aku punya bunda sebelum lihat aku berfoto dengan bunda" jawabnya sambil menangis. karena biasanya putri ku menunjukkan foto bundanya yang tersimpan di hand phone putri ku yang di pegang pengasuh Nadira.


aku memang memberi Nadira hand phone untuk komunikasi tapi yang pegang mbaknya.


"oh gitu" kata ku .


"iya yah pokoknya Dira mau ketemu bunda, " kata putri ku.


"iya boleh ,tapi kalau bunda nggak mau ketemu gimana" kata ku, karena setiap aku telepon Jamila jawabannya pasti dia sibuk nggak bisa.

__ADS_1


"Dira nggak mau, pokoknya aku mau ke rumah bunda" kata putri ku kekeh.


__ADS_2