Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
6


__ADS_3

sekarang aku pergi untuk membeli kebutuhan si kecil,karena kami belum menyiapkan apa apa untuknya,aku pergi sendiri istriku aku tinggal di rumah tapi dia tidak sendirian karena aku tadi sudah menelepon mertuaku untuk datang ke sana ,aku juga menelepon bapakku tapi beliau katanya gak bisa datang mungkin pekan depan baru bisa datang karena adikku masih kerja.


sekarang aku berada di toko peralatan bayi karena aku mau membeli kereta bayi dan tempat tidur untuk bayi setelah selesai aku menuju toko pakaian bayi karena anakku tidak memiliki pakaian yang banyak waktu di panti.


setelah itu aku memutuskan untuk membeli susu bayi dan perlengkapannya seperti dot,tisu basah tisu di kering dan tidak lupa diapers setelah semua sudah lengkap aku putuskan untuk pulang.


tiba di rumah aku di sambut oleh mertuaku yang perempuan , aku mencium telapak tangannya sambil mengucapkan salam dan di sambut dengan pelukan seorang ibu pada anaknya.


lalu kami sama sama membawa belanjaan ku ke dalam rumah, aku menempatkan ranjang bayi di sebelah kamar tidurku setelah itu aku menata keperluan baby Nadira di tempat yang sudah di siapkan oleh istriku.


kulihat malaikat kecilku sedang terlelap sambil menyusu dan ku putuskan keluar kamar untuk menemui keluarga istriku.


"terimah kasih nak kamu sudah mau menerimah kekurangan Mila dalam segala hal" kata mertuaku sambil menangis ,oh ya aku belum mengenalkan nama istriku namanya Jamila.


"iya bu dalam hidup berumah tangga kita harus di wajibkan menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangannya bu"jawabku


"oh iya apakah kamu sudah memberikan nama untuk bayi mungil itu nak" tanyanya lagi.


"sudah Bu namanya NADIRA SAFIRA PUTRI


Bu" jawabku aku memang sengaja menambahkan namanya.

__ADS_1


"itu nama dari almarhum ibunya Bu" sambungku.


"Masya Allah jadi bayi itu anak yatim nak rawatlah dia dengan ikhlas dan kasih sayang nak" tukasnya lagi sambil meneteskan air mata.


"iya Bu mangkanya aku langsung sayang dan jatuh hati padanya,",,imbuhku


oek...oek..oek


ku dengar baby Nadira menangis aku langsung menghampirinya karena istriku lagi masak untuk makan siang kita semua.


kulihat ternyata baby Nadira sedang pup jadi aku langsung mengganti popoknya dengan yang baru.


,"mas ayo makan siang" seru istriku


"iya" kataku dengan pelan karena baby Nadira baru saja terlelap,lalu aku menurunkanya ke ranjang baby.


aku menuju meja makan, dan disana sudah menunggu istri dan bapak ibu mertuaku untuk makan siang bersama ,kami makan dalam keheningan hanya ada dentingan sendok dan piring di situ.


setelah selesai makan kami berkumpul di ruang tamu,istriku masuk untu melihat baby Nadira takut nangis atau pipis.


aku melanjutkan obrolanku dengan kedua mertuaku.

__ADS_1


"kapan mau buat acara syukuran buat dedenya nak" ibu mertuaku memulai pembicaraan.


"insya Allah Minggu ini Bu rencana ku mau ngadain syukuran dan aqiqoh dengan mengundang anak yatim sebagai wujud syukurku kepada Tuhan" jawabku


"bagus itu nak bapak mendukungnya"timpal bapak mertuaku.


selesai berbincang dengan mertuaku aku pergi ke kamar.


"masih tidur"tanyaku pada istriku.


"iya mas dia sungguh menggemaskan aku membayangkan kalau dia sudah besar pasti lucu"katanya.


"insya Allah Minggu depan aku mau mengadakan tasyakuran untuk menyambut baby Nadira"sambungku.


"iya mas aku ngikut apa katamu saja"jawab istriku.


"oh iya aku juga minta bapak sama ibu agar tidak pulang dulu agar bisa membantu kita mempersiapkan acaranya"kataku lagi.


"ibu sama bapak pasti mau"kata istriku.


"iya" aku menjawab sambil rebahan di ranjang karena aku seharian ini sangat lelah mengurus keperluan si baby tapi walaupun lelah aku sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2