Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
14


__ADS_3

POV Jamila


setelah aku kepergok di hotel oleh mas Idris aku pulang kerumah dan tidak menemukan mas Idris dan Nadira si sana.


aku mulai berfikir apa dia pergi kerumah orang tuaku ya, tapi kalau iya mungkin ibuku sudah menelepon aku , ku putuskan chat adikku, aku berpura pura.


"dhek" isi chat ku singkat.


"ada apa kak, kakak tenang aja Nadira aman kok di sini bersama kita,kakak temani aja kak Idris itung itung sambil liburan " isi chat adikku.


oh berarti mas Idris menitipkan Nadira pada mereka.jadi aku masih aman mas Idris tidak mengaduh pada bapak ibuku, kalau sampai itu terjadi tamatlah aku.


ya selama ini semua kebutuhan keluargaku mas Idris yang menanggung karena bapak sudah tua itu pun termasuk biaya sekolah adikku yang masih SMA.


kalau mas Idris pulang nanti aku akan meminta maaf kepadanya ,kalau sampai mas Idris menceraikan ku siapa yang akan menanggung biaya keluargaku, jujur saja aku sebenarnya sudah bosan dengan mas Idris tapi aku juga masih butuh uangnya untuk keluargaku.


jadi aku akan melakukan segala cara agar mas Idris tidak menceraikan ku.


POV JAMILA END.

__ADS_1


setelah aku meninggalkan Jamila dimeja makan aku menuju kekamar tamu , aku ingin sendiri dulu walau aku menerimanya tapi aku masih belum bisa sepenuhnya memaafkan kesalahannya ,aku hanya seorang pria yang juga bisa sakit hati.


sementara ini aku akan memilih tidur terpisah danemikirkan langkah kedepannya.


pada saat aku merebahkan tubuh ke tempat tidur Jamila mengetuk pintu kamar .


"tok...tokk...tok .. mas, masidris mau tidur di kamar ini " katany di depan pintu aku sudah malas untuk berdebat dan aku menjawab tanpa membuka pintunya.


"iya biarkan aku sendiri" ucapku.aku berfikir apakah keputusanku ini sudah benar, entahlah.


PON IDRIS


"entahlah mat aku juga pusing memikirkan masalah rumah tanggaku,tapi aku juga tidak bisa melepas Jamila karena Nadira masih membutuhkan sosok bunda untuknya" jawabku ,aku di sini sudah frustasi menghadapi masalahku.


"aku juga tidak mau egois Nadira sudah tidak mempunyai orang tua, aku mengadopsinya karena ingin dia merasakan kasih sayang kedua orang tuanya." lanjutku lagi.


"iya aku juga merasakan bagaimana posisimu sekarang jadi aku sarankan jangan mengambil keputusan di waktu sedang emosi , pikirkanlah baik baik ,ingat masih ada Nadira di antara kalian berdua ," saran dari Rahmat.


"iya terima kasih mat kamu sudah menjadi sahabat sekaligus tempat aku menumpahkan segala beban yang aku rasakan sekali lagi terima kasih sahabat terbaikku" aku meluk Rahmat dan dia menyambutnya dengan suka cita.

__ADS_1


"ya sudah kalau gitu kamu istirahat karena kan besok pagi mau perjalan untuk pulang"katanya menyuruhku untuk istirahat.


ya aku memutuskan untuk pulang besok karena aku tidak mau meninggalkan Nadira lama lama.


POV IDRIS END.


pagi pagi sekali aku bangun karena aku sudah ambil cuti selama 3 hari ini tidak masuk kerja untuk menenangkan pikiranku.


aku juga belum menjemput Nadira dari rumah mertuaku, aku sengaja ingin menjemputnya sendiri, aku segaja mendiamkan Jamila agar dia merenungi kesalahannya.


"Hay bro sudah masuk kerja" kata Johan sambil menepuk pundak ku.


"iya Jo aku kan sudah kelamaan ambil cuti nanti malah di pecat lagi Ama pak bos ,bisa berabe" aku tidak mau menunjukkan keterpurukan ku walaupun Johan adalah teman akrabku, aku akan menjadi laki laki yang kuat.


"Alhamdulillah kalau gitu, kamu jangan terlalu larut dalam menghadapi masalah , ingat Nadira bro dia masih membutuhkan sosok ayah yang kuat"Johan memang sahabat sekaligus teman curhatku yang bisa ku percaya.


"ya udah kalau gitu ayo masuk nanti kita telat"katanya lagi ,dan kami pun sama sama masuk.


sore hari aku pulang kerja langsung pergi ke rumah mertuaku untuk menjemput putri kesayangan ku Nadira .

__ADS_1


__ADS_2