
(Jamila)POV.
semenjak berpisah dengan Idris aku bisa dengan bebas dengan hidup ku,tapi.
aku selalu di kelas g oleh ibu dan bapak ku ,tak boleh ini lah itu lah,tapi jangan bilang nama ku Jamila kalau aku tak bisa mengelabuhi mereka jangankan bapak ibu ku Idris saja tertipu dengan kelakuan ku yang manis selama menjadi istrinya padahal aslinya aku nggak mau di kekang oleh siapa pun itu termasuk orang tua ku.
aku menurut pada mereka agar diri ku aman.
selama setahun berpisah aku bisa bebas pergi kemanapun dan dengan siapapun aku pergi tak ada yang melarang ku.
aku hidup seperti burung yang bebas terbang keana pun yang ku mau, sampai.
malam itu aku di jebak oleh teman ku sendiri bahkan bisa di bilang sahabat terbaik ku tapi dalam dunia yang dilarang.
aku di jual oleh sahabat ku sendiri kepada pria hidung belang ,dan aku juga sudah di jadikan jaminan atas hutangnya di klub malam yang biasa aku datangi setiap malam dengan teman teman ku.
sekarang aku bingung harus apa ,aku juga sudah di pecat dari pekerjaan ku.dan sertifikat rumah yang di beri oleh Idris terpaksa aku gadaikan untuk membayar hutang pada pemilik klub yang menyandra ku menjadi jaminan hutang.
__ADS_1
dan sekarang aku bisa bernapas lega karena aku terbebas dari para pria hidung belang yang biasa menyewa ku tapi tak pernah ada imbalan sedikit pun karena uangnya langsung di sita oleh pemilik klub untuk membayar hutang yang berbunga.
dan kini aku pusing karena hari ini tepat satu tahun tanggal jatuh tempo,aku harus mengembalikan pinjaman plus bunga pada rentenir itu .
aku sekarang di kejar kejar dan aku tak tahu harus bagai mana lagi,kalau aku tidak membayar dengan terpaksa rumah pemberian Idris harus menjadi jaminan dan di sita oleh rentenir itu.
aku bingung harus minta tolong sama siapa ,sedangkan keadaan orang tua ku tak jauh berbeda dengan ku yang serba kekurangan sejak di tinggal oleh Idris.
Sampai suatu hari aku bingung harus apa ,aku meminjam mobil teman ku ,tujuan ku untuk jalan jalan keluar mencari angin dan menghilangkan rasa gelisa ku.
dan tanpa sengaja aku melihat Nadira putri ku ,sedang menuju ke arah sekolah dan di antar oleh pengasuhnya.dan otak ku pun mulai berfikir keras,mungkin ini jalan keluarnya.
tapi tak sesuai ekspetasi ku,yang ku lihat Nadira takut pada ku dan dia tidak mau aku dekati bahkan mbak sara juga sudah kenal lama sama aku pun dia tidak memboleh kan ku menyentuh Nadira,aku di suruh minta ijin dulu pada Idris.
belum sampai di situ ,karena aku geram dengan mereka berdua aku sengaja mau menyeret Nadira tapi lagi lagi aku di halangi oleh gadis kecil yang sok jadi pahlawan.
dan terjadilah adu mulut antara aku dan gadis kecil itu,Sampai akhirnya aku mengalah karena gadis kecil itu akan melapor pada scurity di situ.
__ADS_1
mendengar itu aku mengaku takut, aku tak mau urusan ini lebih panjang.
tapi aku tidak berhenti sampai di situ.
setiap hari aku mengikuti setiap gerak Nadira dan selama satu bulan ini aku mengintai aku selalu saja gagal mungkin Nadira mengadu pada ayahnya jadi aku selalu saja gagal mengikuti Ke mana arah rumah mereka.
dan pada hari itu mungkin hari keberuntungan ku karena aku bisa mendapatkan alamat rumah Idris yang baru.
karena setelah bercerai dia menghilang bagai di telan bumi.
aku ingin manfaatkan Nadira ,agar aku bisa mendapatkan uang dari Idris,.
bahkan aku sampai membawa ibu ku agar Nadira mau ikut bersama Ku,tapi semua rencana ku gagal karena Nadira tidak mau.kalau melihat ku dia seperti melihat orang jahat.
aku pun tak tahan,aku aku memarahinya di depan Idris, dan apesnya aku malah di marahi abis abisan sama ibu yang tau nya alasan ku kangen sama Nadira.
aku pun di seret oleh ibu keluar dari rumah Idris padahal hanya Idris satu satunya orang yang bisa menyelamatkan ku.
__ADS_1
tapi usaha ku gagal karena ibu ku sendiri"sial" pikir ku.
(Jamila)POV end.