Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
54


__ADS_3

aku juga melihat menantu ku sudah tidak lagi mempedulikan suaminya.


bahkan waktu Idris kecelakaan. seolah dia tidak mempunyai tanggung jawab untuk merawat suaminya malah ibunya yang di suruh merawat suaminya.


Waktu itu aku juga pernah melihat menantu ku di antar kan oleh laki laki,tapi aku selalu berfikir positif karena mungkin itu teman kerja nya.


tapi tidak sekali itu saja ,bahkan aku beberapa kali melihat nya jalan dengan Laki-laki lain.pada waktu Idris masih sakit.


tapi aku sebagai orang tua, tidak ingin ikut campur urusan anak anak nya.


dan sampai lah Idris menemui ku dan bicara ingin mengakhiri hubungan rumah tangga nya dengan istrinya.


POV( bapak ) end.


"apa sudah kamu pikir pikir keputusan mu ini, karena di antara kalian berdua masih ada Nadira" kata bapak.


"sudah pak , keputusan ku sudah bulat ,aku juga sudah memikirkan ini matang matang ,dan ini aku lakukan juga demi Nadira" jawab ku ,.


" aku sekarang juga sudah keluar dari rumah ,Jamila menyuruh ku membawa Nadira,tanpa di suruh pun aku akan tetap membawa putri ku kemana pun aku pergi" lanjut ku.


"tak apa apa nak rumah bisa di beli tapi kebersamaan bersama anak tidak akan ada yang menggantikan, bapak bangga sama kamu ,bisa menghadapi semua ini dengan tabah dan ikhlas" tutur bapak.


tak terasa aku dan bapak mengobrol sampai hampir petang.


sampai terdengar suara mobil datang,itu pasti suara mobil adik ipar ku pikir ku.


"bang, Abang" teriak adik ku dari arah luar,memang adik ku ini orangnya sangat bar bar tapi tetap dia sangat baik dan penurut.

__ADS_1


aku pun beranjak dari kursi,dan menuju di mana suara adik ku.


setelah pintu ku buka ,terlihat adik ku berada di dekat mobil Ku,.


"ada apa dhek "? kata ku dan adik ku pun menengok ke arah ku lalu berlari.


"ini benar Abang, " katanya ,sambil memeluk ku.


"iya lah dhek siapa lagi" kata ku.


"ya Allah bang, jadi benar ini Abang ku" kata nya tak percaya dan aku pun mengangguk.


"jadi tadi Abang telepon adik itu sudah ada di sini, mengapa apa tidak bilang ,maaf kan adik ya bang " kata nya.


"iya"" jawab ku.


" iya pak"jawab kami berdua.


"Abang , tidak menyapa aku ,aku juga rindu sama Abang"terdengar suara laki laki.


dan aku pun menoleh di situ aku melupakan kalau ada adik ipar ku.


"ya Allah, aku sampai lupa " kata ku lalu kami berdua pun bersalam dan berpelukan ,walaupun dia adik ipar ku kami berdua sudah seperti saudara kandung.


dan kami semua pun tertawa bersama.


kami berjalan beriringan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"sebentar sebentar" kata adik ipar ku.


dan otomatis kami semua berhenti berjalan.


"ada apa? " kata adik ku.sambil melihat ke arah suaminya.


",ini apa aku sedang bermimpi, Abang sudah bisa jalan ,ini beneran" kata adik ipar ku dan aku pun mengangguk.


adik ku pun menoleh ke arah ku,melihat diri ku dari ujung kaki.


"iya pa, Abang ku sudah tidak pakai kursi roda, jadi ini benar Abang sudah sembuh" kata adik ku pada suaminya, lalu dia kembali memeluk ku.


"Alhamdulillah bang, abang bisa kembali seperti dulu" katanya pada ku.


"Alhamdulillah dhek ,ini semua berkat doa dan semangat kalian semua " jawab ku.


"ya Allah , akan masih nggak nyangka akan di beri kejutan seperti ini ,sekarang saudara ku sudah sembuh ,semoga tetap sehat " kata adik ku.


"amin " jawab kami semua.


dan kami pun sudah berada di dalam rumah.


"Abang kesini bawah mobil sendiri ,kok nggak ngabarin adik si bang kalau Abang sudah sembuh " kata adik ku ,sekarang ini sudah malam ,kami semua baru saja selesai makan malam.


"kejutan dong dhek" kata ku


"ah Abang , tapi aku penasaran kenapa kak Jamila kok nggak ikut" tanya nya .

__ADS_1


dan ketika aku mau menjawab terdengar suara Nadira memanggil ku.


__ADS_2