
"iya baik lah ayah hubungi bunda dulu ya" kata ku sambil mengeluarkan hand phone ku dari saku celana ku.
"iya yah" jawab putri ku.
aku pun keluar dari kamar untuk menghubungi Jamila,aku memang sengaja keluar karena kalau Jamila menolak permintaan putrinya Nadira tidak kecewa dengan ucapan bundanya.
sambungan pertama tidak di angkat sampai sambungan telefon ku yang ke enam barulah Jamila mengangkat teleponnya.
"ada apa " jawab Jamila langsung.
"assalamu'alaikum" jawab ku.
"wa'alaikumsalam"jawab nya setengah membentak seperti tidak sabar.
"ada apa " lanjutnya.
"apa kamu tidak sibuk ,putrimu ingin bertemu dengan mu" kata ku langsung aku juga tidak ingin ber basa basi , sebenarnya aku juga tidak ingin menghubungi kalau tidak karena putri ku.
"kalau sekarang aku sibuk ,tidak bisa, " katanya.
"aku mohon , demi putri mu sekali ini saja,aku janji tidak akan mengganggu mu lagi, tolonglah" kata ku mengiba .
"baik lah,kali ini saja, weekend antara kan Nadira ke rumah" jawabnya, membuat aku lega.aku sangat tidak tega jika putri ku bersedih.
weekend pun tiba Nadira dari pagi sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah bundanya,dia terlihat sangat senang sekali.
__ADS_1
aku pun bersiap mengantar putri ku.
satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di rumah yang dulu ku tempati ,banyak kenangan di rumah ini suka dan duka ku tersimpan di rumah ini.
tidak terlihat ada orang di rumah itu, aku pun mengetuk pintu rumah.
"assalamu'alaikum " ucap ku memberi salam sambil mengetuk pintu rumah.
tak ada jawaban dari dalam ,apa Jamila masih tidur,tapi ini kan sudah jam 9 siang masa sih jamila masih tidur pikir ku.
tapi tak berselang lama pintu terbuka dan keluarlah seorang laki laki.
"kamu siapa?" tanya pria itu.
"saya mantan suami Jamila" jawab ku.
"sebenarnya anda siapa kok bisa keluar dari rumah Jamila?" tanya ku balik pada pria itu.
"itu bukan urusan anda!! ,kamu mantan suami kan cuma mantan jadi aku mau di mana pun itu bukan urusan mu!!" katanya nyolot.
"benar ,aku memang mantan ,tapi aku juga berhak menanyakan urusan anda di sini karena ini juga rumah saya" jawab ku.
"tapi sekarang ini sudah menjadi rumah Jamila" jawab orang itu.
"ya terserah anda lah ,aku ada kepentingan dengan Jamila mana dia" tanya ku geram.
__ADS_1
belum laki laki itu menjawab Jamila keluar dari dalam .
"ada apa Beb ," tanya Jamila manja pada laki laki itu.
"ni ada manta suami kamu yang ngeyel itu" kata laki laki itu pada Jamila.
"oh ,jangan marah dong" kata Jamila pada laki laki itu.
"Emang ada perlu apa sih, nggak ada hari lain lagi" kata Jamila pada ku dan nadira.kulihat putri ku ketakutan melihat laki laki itu dan bundanya ,jauh sekali ekspresi nya dengan tadi waktu belum berangkat ke sini.
"iya ,ini kan anak pungut itu kan beb, ngapain dia kemari" kata laki laki itu pada Jamila.
"jaga bicara anda, anda tidak berhak bicara seperti itu,itu juga bukan urusan anda" ucap ku marah, belum saat nya Nadira tau yang sebenarnya dia terlalu kecil ,ada waktunya nanti dia akan aku beri tahu tapi bukan cara seperti ini,.
"udah lah ngapain kamu marah sama calon suami ku,kan memang benar dia adalah anak pungut, anak pungut" ucap Jamila sambil menunjuk Nadira.
ku lihat putri ku menangis ketakutan,kulihat di matanya terapan kekecewaan dan rasa sakit.
maafkan ayah mu ini nak ,yang tak bisa membela mu.
"sebenarnya aku sudah muak dengan kemauannya " kata Jamila.
"dia ku suruh ikut dengan mu supaya aku bisa bebas, mau ngapain lagi sih kesini!!!" ucap Jamila.
"sudah yah , ayo kita pergi dari sini ," kata putri ku, dan sukses menghentikan pertengkaran ku dengan Jamila.
__ADS_1
"kata nya Dira mau ke rumah bunda ,ini kan sudah rumah bunda,kok ngajak pulang" kata ku.
" tidak usah yah , kata bunda bunda bukan bunda ku,katanya Dira anak pungut, berarti benar kata teman Dira kalau Dira memang tidak punya bunda" kata putri ku, di sini aku merasa sakit atas perkataan jamila yang di rasakan putri ku.