Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
70


__ADS_3

seharian ini aku sibuk di ruang kerja ku.


aku juga tidak sempat bertemu dengan Ais.,karena pekerjaan ku yang menumpuk.


tadi pada waktu makan siang aku juga tidak bertemu dengannya,entah mengapa aku ingin selalu melihat senyumnya.


waktu menunjukkan pukul 4 sore jadi aku memutuskan menyudahi pekerjaan ku karena di rumah Nadira menunggu ku .


saat aku keluar dari ruang kerja ku ,aku berpapasan dengan Ais ,betapa bahagianya aku melihat senyumnya,.


aku berinisiatif menyapa dia duluan ,.


"lagi Ramai Ais orang yang beli" tanya ku basa basi,karena jujur aku harus mulai obrolan dari mana .


"iya kak, Alhamdulillah karena kak Denys dan kak sindy kewalahan aku berinisiatif membantu kak" katanya.


"lagi pula kasir aman kok kak" lanjutnya.masya Allah selain cantik rupanya ternyata hati ya lebih cantik dan baik pikir ku dalam hati.


"'Kakak tidak marah kan" katanya lagi membuyarkan lamunanku .


"tentu saja tidak ,aku salut dengan semangat dan kerja sama mu sesama teman ,aku acungi jempol" kata ku , dan ku lihat dia tersenyum malu malu,aku yang melihat nya jadi gemas ingin mencubitnya, astagfirullah pikir ku dalam hati " ingat dris belum tentu dia mau sama kamu".


"kalau gitu saya permisi kak, mau ke depan " katanya sopan.


"iya ,iya silahkan ,oh iya nanti kalau kalau Doni tanya kamu bilang kalau saya pulang duluan ya" kata ku sambil berpesan pada ais.

__ADS_1


"iya kak nanti saya sampaikan, dan hati hati dijalan kak" katanya sambil tersenyum malu malu,aku melihat wajahnya seperti memerah seperti menahan malu.


"iya terima kasih" kata ku ,aku mala ikut salah tingkah dan jantung ini berdebar kencang tidak seperti biasanya,apa kah iya di hati ku sedang tumbuh benih benih rasa yang sudah lama tidak singgah karena trauma ku dulu.


selama setahun ini bukannya tidak ada wanita yang mengejar ngejar cinta ku,tapi aku merasa trauma dengan rumah tangga ku dengan Jamila dulu ,.


aku selalu menghindar kalau ada wanita yang mendekati ku,tapi kalau wanita yang mendekati Ku tidak mau dengan keberadaan Nadira lebih baik aku sendirian saja membesarkan Nadira.


karena Nadira lah semangat ku,tanpa Nadira mungkin aku tidak bisa melewati ujian hidup ini.


dan Ais pun pergi dari hadapan ku,aku pun sama menuju keluar untuk pulang.


setelah beberapa menit aku sampai rumah,terlihat mbak sara sudah siap siap untuk pulang karena memang sudah jamnya.


"nah ayah sudah pulang mba sara pulang dulu ya neng" kata mbak sara berpamitan pada Nadira.


"iya mbak hati hati di jalan yah" jawab nadira.


"saya pamit pak" pamit mbak sara pada ku.


"iya mbak hati hati" kata ku.


setelah kepergian mbak sara kami berdua masuk ke dalam rumah.


malam harinya aku memang Nadira nonton serial kesayangannya.sambil ngemil di depan televisi.

__ADS_1


"yah," kata Nadira memanggil ku. dan aku pun menoleh pada nya sambil mengunyah makanan ku.


"ada apa " kata ku menimpali.


"tadi aku nungguin tante cantik di depan sekolah tapi " katanya menggantung.


"tapi kenapa " kata ku penasaran.


"tapi aku nunggu lama sekali Tante cantik tidak lewat di depan sekolah ku yah" katanya sambil cemberut memanyunkan bibirnya ,yang membuat terlihat lucu dan gemas.


"emang adhe tau kalau Tante cantik mau lewat situ" kata ku .


"ya enggak sih" katanya sedih .


"adhe ingi bertemu Tante cantik lagi,ayah punya caranya" kata ku.


"apa yah caranya" jawabnya senang.


"ya Adhe berdoa sama Allah setiap hari agar bisa bertemu dengan Tante cantik " kata ku .


lalu Nadira menoleh.


"iya yah,Dira akan berdoa setiap hari biar bisa bertemu dengan Tante cantik, hore Dira tau sekarang" katanya sambil bersorak gembira.


karena kami sudah mengantuk jadi aku menanti Nadira tidur.

__ADS_1


__ADS_2