
"iya ," kata ku.
"lagian mau apa lagi sih bos mantan bos itu," kata Doni.
"aku juga nggak tau" jawab ku.
"tapi bos sekarang harus hati hati takutnya nanti mantan bos nekat kasian kan bu bos kalau gitu" kata Doni.
"iya kamu benar " kata ku.
"ya udah bisa kalau gitu aku mau ke depan du lu mau siapa siap buka , kan sekarang pekerjaan ku bertambah lagi " kata Doni.
" iya nanti bayarannya juga dobel " kata ku .
"siap bos,aku keluar dulu" kata Doni dan ku jawab dengan anggukan kepala saja.
🥀
🥀
🥀
__ADS_1
sore hari aku memutuskan untuk pulang karena sekarang aku tidak mungkin kalau sampai malam ada di rumah makan karena seKarang aku sudah ada yang menunggu untuk pulang.
saat dalam perjalan pulang aku di hadang oleh mobil di depan ku.
aku pun berhenti ,lalu aku keluar dari mobil dan melihat siapa yang menghadang ku.
ku ketuk kaca mobil itu dan ternyata yang menghadang ku adalah seorang laki laki tapi aku tidak kenal siapa orangnya.
dan orang itu keluar dari mobil.
"maaf, mengapa anda menghadang mobil saya" kata ku ,tapi di pikiran ku ada perasaan was was takut orang ini adalah perampok,tapi ini masih sore dan banyak orang berlalu lalang.
" Anda yang namanya Idris?" tanya orang itu.
"ada apa ya," kata ku lagi.
" kamu harus tanggung jawab,untuk melunasi hutang hutang saudara Jamila" katanya,dan aku langsung nyambung berarti ini ada urusannya dengan Jamila, tapi kan aku sudah tidak jadi suaminya lagi ngapain Jamila melibatkan aku dalam urusannya.
"sebentar sebentar, aku bukan suami Jamila lagi ,mengapa harus aku yang tanggung jawab dengan hutang Jamila" tanya ku dan aku menjelaskan kalau aku sudah bukan suami Jamila lagi.
" saya tidak mau tahu ,walau anda bukan suaminya lagi tapi kata Jamila semua uang Jamila di bawa semua oleh anda" kata pria itu .
__ADS_1
aku pun kaget mendengar penuturan pria itu, ngapain Jamila bilang kalau uangnya aku yang bawa sedangkan aku keluar dari rumah itu hanya membawa mobil dan pakaian ku saja.
"saya juga tidak mau tahu , yang terpenting sekarang saya bukan lagi suaminya" kata ku ,enak aja dia yang berhutang aku yang harus bayar, kurang apa coba dia selama ini ,aku keluar tidak membawa apa pun dari rumah itu.
" baik lah kalau anda tidak mau bayar hutang Jamila ,berarti dengan terpaksa kami akan mengambil anak Jamila sebagai jaminan untuk melunasi hutang hutangnya" kata pria itu, aku pun kaget mendengar ucapan pria itu ,kok sekarang malah Nadira yang di sangkut pautkan dengan urusan ini.
aku pun jadi emosi mendengarnya ,tega sekali Jamila mempertaruhkan Nadira untuk jaminan hutang hutangnya, laki laki ini tidak mungkin tahu kalau bukan Jamila yang mengatakan kalau dia mempunyai seorang putri.
" apa kamu bilang ,enak saja anda bicara seperti itu, itu anak ku bukan anak Jamila jadi jangan pernah sangkut pautkan putri ku dalam masalah ini" kata ku emosi.
"kalau bapak tidak mau putri bapak di sangkut pautkan , ya bayarlah hutang hutang itu" kata pria itu enteng
"kalau anda tidak mau membayar berarti anda siap siap untuk menyerahkan Puti anda kepada saya" lanjutnya ,dan itu membuat aku naik pitam rasanya aku ingin menghajar orang di depan ku ini ,tapi untung saja aku masih bisa mengontrol emosi ku.
" terserah anda ,kalau anda berani mengambil atau menyakiti putri ku saya akan laporkan anda ke pihak yang berwajib" jawab ku percaya diri.
"silahkan ,saya tidak takut" kata pria itu , sambil tertawa.
"karena saya memiliki bukti, Jamila Sudak menanda tangani surat hitam di atas putri kalau dia tidak bisa melunasi hutang hutangnya dia akan menyerahkan putrinya sebagai jaminannya " lanjut orang itu sambil menyerahkan surat yang sudah di tanda tangani oleh Jamila.
dan setelah ku lihat ,benar di situ tertulis bahwa kalau Jamila tidak bisa melunasi hutang hutangnya dia akan menyerahkan putrinya sebagai jamannya untuk melunasi hutang.
__ADS_1
sungguh tega kamu mil ,anak yang kau bilang sekarang kau jadikan sebagai pelumas hutang mu ,sungguh ibu yang tak punya hati kau mil ,pikir ku dalam hati.