Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
34


__ADS_3

"eh" seru ku pelan dan ikut bingung.


"bukan bukan seperti itu mbak maksud ku" jawab ku.


"maksud ku, mbak nggak usah nyuciin bajunya ibu, karena mulai sekarang untuk urusan pribadi ibu biar di urus sendiri" kata ku melanjutkan.


"oh gitu ya pak " jawabnya masih bingung.


"iya, mbak di sini hanya bertugas membantuku dan Nadira saja, walau sekedar makanan mbak nggak usa buatin buat ibu" lanjut ku lagi, biar Jamila bisa memikirkan semua ini, dan bukannya aku balas dendam tapi ini juga demi kebaikannya.


"iya pak, tapi kalau ibu maksa gimana pak" tanyanya lagi.


"kalau itu sih ,mbak bilang aja kalau mbak di suruh bapak gitu, ya kecuali dia mau bayar mbak sendiri, kan lumayan uangnya a buat tambah tambah" kata ku .


"jadi gitu pak, nggak papa kalau mbak di bayar sama ibu" jawabnya lagi.


"iya nggak papa mbak ,ya udah saya ke kamar dulu mbak,jangan lupa Nadira suruh tidur ya mbak" setelah berkata seperti itu,aku pun beranjak pergi ke kamar ku.


"iya pak" jawabnya.

__ADS_1


POV (JAMILA.)


setelah bapak dan ibu ku pulang ke rumahnya sendiri,aku lebih leluasa melakukan apa pun tanpa Omelan dari ibu.


tapi, masih ada satu lagi yang membuatku at ku tidak nyaman di rumah ku sendiri,yaitu bapak mertuaku masih ada disini.


"he, kapan sih bapak pulang dari rumah ini, rasanya aku nggak bebas" pikir ku malam itu.


selama ada bapak mertua ku ,aku cuek cuek saja, biar saja aku dianggap menantu kurang ajar ya terserahlah ,aku nggak ambil pusing.


dan satu Minggu kemudian ,aku mendengar bapak bicara di telepon bahwa bapak di suruh pulang oleh adik ipar ku karena kebunnya tidak ada yang urusi.


dan tak lama bapak mertua ku pamit untuk pulang ke kampungnya


dan akhirnya rumah ku sepi juga, hanya ada manusia cacat yang nggak berguna itu di rumah,dan Nadira sama mbak aman karena kalau pagi mereka tidak ada di rumah.


hari ini aku sudah janjian sama pacar ku, untuk ketemuan di rumah ku.


karena kondisi rumah sangat sepi jadi aman lah ,kalau masalah mas Idris aman kan dia nggak bisa berjalan kalau tidak ada yang bantu.

__ADS_1


dan setelah pacar ku datang ,aku mengajaknya masuk ke ruang tamu.


pintu aku tutup.


dan ketika aku sedang asik asiknya berciuman dengan pacar ku ,aku kaget seperti ada yang membuka pintu,tapi sekilas aku melirik orang itu adalah mas idris.


tapi biarlah akan pura pura nggak tau atau mendengar suara roda kursi rodanya, karena kami berdua sedang di bakar asmara.


dan untungnya pacar ku juga tidak mendengar.


dan aku pun terus melanjutkan kegiatan ku,karena sudah tidak tahan kami pun melanjutkannya di dalam kamar ku.


aku memang sering melakukan hal seperti itu,tapi baru kali ini aku melakukannya di rumah ku,biasanya aku akan pergi ke hotel dengan laki laki yang berbeda tentunya karena aku memang tidak cukup dengan satu pria


setelah saat itu aku jadi ketagihan memasukkan pria ke rumah ku di waktu orang rumah tidak ada,ya kecuali mas Idris kan dia juga tidak bisa apa apa walau melihat ku membawa pria lain.


tapi aku juga tidak menyangka aku bisa bertemu dengan mas Idris dan Nadira di tempat makan sedang bersama seorang pria.


kalau mas Idris sih biarin saja aku tidak memikirkannya,tapi kalau Nadira aku tidak mau dia membenci ku walau pun aku cuek padanya tapi hanya dua satu satunya yang aku miliki.

__ADS_1


Nadira menyapa ku aku pura pura tidak mengenalnya ,aku pun buru buru untuk pergi dari situ sebelum tejadi kekacauan di tempat umum.


__ADS_2