Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
103


__ADS_3

waktunya sudah menunjukkan pukul 11 siang tidak terasa karena rebahan aku ternyata tertidur sampai 2 jam di dalam mobil.


ku lirik mas Idris di samping ku yang ternyata sedang memainkan handphone nya.


"sudahlah bangun " tanya mas Idris pada ku dan aku mengangguk.


"apa orang tua mbak Jamila belum pulang" tanya ku .


"belum mungkin sebentar lagi, aku lapar,ayo cari makan dulu di sekitar sini" kata mas Idris.


" iya ayo mas" jawab ku.dan mas Idris pun menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan untuk cari makan siang.


dan setelah makan kami berdua kembali ke rumah orang tua mbak Jamila.


sampai di situ ternyata pintu rumahnya sudah terbuka mungkin orang tua mbak jamila sudah datang.


mas Idris pun memarkirkan mobilnya..


setelah itu kami berdua keluar dari mobil,tak lupa aku mengeluarkan bingkisan yang aku bawah untuk orang tua mbak Jamila.


"assalamu'alaikum" aku dan mas Idris mengucapkan salam.


"wa'alaikumsalam " jawab suara laki laki dari dalam rumah itu.


dan keluarlah sosok laki laki paruh baya.


"ya Allah,Bu ada Idris Bu," kata laki laki itu sambil memanggil ibu mungkin dia memanggil istrinya.

__ADS_1


dan keluarlah sesosok perempuan sama seperti laki laki tadi ibu itu kaget melihat mas Idris.


"ya Allah nak ibu kangen sekali sudah berapa tahun ibu tak ketemu dengan mu nak" kata ibu itu saat mas Idris menyalami tangan nya dan ibu itu memeluk mas Idris.


mas Idris juga menyalami bapak bapak itu.


" kamu sendiri nak ,mana Nadira bapak dan ibu kangen sekali padanya," kata ibu itu ,mereka berdua tidak sadar kalau mas Idris kesini tidak sendiri.


dan ketika mereka sadar kalau masih ada orang di samping mas Idris dengan spontan mereka tersenyum dan menanyakan siapa diri ku pada mas Idris.


"ini siapa nak" kata ibu itu dan aku menyalami mereka berdua.


"oh iya pak Bu, perkenalkan ini Aisya istri Idris" kata mas Idris mengenal kan aku.


"ya Allah ,nak jadi kamu sudah menikah, Alhamdulillah " kata ibu itu.


"iya Bu Alhamdulillah" jawab mas Idris.


"ayo ajak masuk Bu ,kasian istri Idris capek habis perjalan jauh" kata bapak mbak Jamila.


"kita ngobrol ngobrol di dalam" lanjut bapak itu.


dan kami berempat pun masuk kerumah itu,rumah yang sangat sederhana tapi rapi bikin betah orang yang berada di situ.


"duduk nak" kata bapak.


"ini Bu" kata ku menyodorkan oleh oleh yang ku bawah tadi ,aku hampir saja lupa memberikannya.

__ADS_1


" aduh repot repot nak, " kata ibu mengambil oleh oleh yang ku berikan.


"buatkan minum Bu," kata bapak.


"iya pak ,ibu kedalam dulu ya," kata ibu.


"Aisya ikut Bu, mau ke kamar mandi ' " kata ku.


"iya ayo nak " kata ibu ramah ,dari yang aku lihat ibunya mbak Jamila orang yang sangat ramah,buktinya dia memperlakukan ku seperti anaknya sendiri.


stelah dari kamar mandi aku kembali ke ruang tamu diana di situ masih ada Idris dan bapak mbak Jamila yang lagi mengobrol.


aku pun duduk kembali di tempat ku yang tadi.


dari arah dalam ibu mbak Jamila keluar dengan 3 gelas jus jeruk.


"maaf ya nak ,karena di sini cuacanya panas , ibu buatkan jus jeruk" kata ibu .


"silahkan nak Idris,nak Aisya di minum '" kata ibu mempersilahkan kami untuk minum.


dan kami berdua pun langsung meminum minuman itu karena memang kita berdua haus,karena cuaca di tempat ini panas sekali.


setelah ngobrol ngobrol dengan ibu dan bapak mbak jamila barulah mas Idris ingin menyampaikan niatnya datang ke mari.


"sebelumnya Idris minta maaf pak, Bu ,sebenarnya Idris kemari selain untuk bersilahturahmi,Idris juga ada keperluan sama bapak dan ibu" kata mas Idris.


dan seketika ke dua orang tua mbak Jamila terlihat tegang raut wajahnya.

__ADS_1


"iya nak ada apa " jawab bapak mbak Jamila.


"begini pak ,sebenarnya" kata mas Idris.


__ADS_2