
sampai rumah aku langsung membersihkan diri ku.
saat aku sedang ada di ruang tamu ,kulihat mobil mas Idris berhenti di depan rumah.
aku pura pura cuek bermain hp.,kulihat mbak keluar duluan dari mobil sambil membawa barang belanjaannya.
setelah itu barulah mas Idris dan putri ku yang keluar ,mereka langsung menuju ke dalam rumah.
mas Idris meminta Nadira untuk pergi ke kamarnya mungkin dia tidak mau Nadira mendengar pertengkaran kami.
aku juga sudah yakin pasti mas Idris akan membahas pertemuan kami tadi.
setelah Nadira pergi, ternyata dugaan ku benar dia menanyakan kejelasan tentang rumah tangga kami.
karena aku juga sudah muak dengan semua ini aku jawab saja dengan asal.
aku menyuruhnya instrospeksi dirinya.
dan karena perkataan ku membuat dia marah.
dia sudah tidak mau menanggung semua biaya kehidupan ku ,dan biaya keluarga ku.
__ADS_1
tapi aku dengan sombongnya berkata kalau dia tidak perlu mengurusi biaya kehidupan keluarga ku.
biarlah aku juga tidak mau ambil pusing yang terpenting sekarang adalah aku bisa bersenang senang.
POV (Jamila) end.
pagi hari ni aku bangun pagi sekali karena aku merasa badan ku lebih enakan.
aku pun mulai berlatih berjalan di dalam kamar ,memang semenjak aku sudah bisa berjalan ,aku terus berusaha berlatih sendiri di rumah ya walaupun hanya di dalam kamar,.dan ternyata memang benar kata dokter bahwa kaki ku sedikit demi sedikit mulai pulih mungkin tidak akan lama lagi proses penyembuhannya.
dan memang benar pagi ini sangat jelas perubahannya.
aku sudah bisa melangkah lebih jauh dari sebelumnya.
aku berjalan ke arah kursi roda ku dan ku jalan kan untuk keluar dari kamar.
dan setelah ku cek ternyata suara ribut ribut itu berasal dari dapur ,dan aku pun menuju ke dapur setelah sampai di dapur ternyata yang ribut ribut itu adalah Jamila dan si mbak.
"ada apa ini" kata ku langsung ,dan itu sukses mengagetkan keduanya yang sedang ribut.
"ini pak,"jawab mbak terlihat takut.
__ADS_1
"kan mbak sama bapak mulai hari ini nggak boleh mengurus keperluan ibu ,jadi tadi mbak di suruh buatin ibu sarapan saya nggak mau" jawab mbak, dan seketika aku pun ingin tertawa karena ternyata mbak nurut juga apa yang aku kata kan kemarin.
" benar kan pak,?" tanya mbak pada ku.
"iya benar ,emang kenapa. kan kamu yang bilang sendiri aku tak boleh mengurus urusan mu ,,dan kamu bisa urus urusan mu sendiri,dan keperluanku ini juga salah satu contohnya,! karena aku yang membayar gajinya mbak,!!! faham,!!!" kata ku pada Jamila ,panjang lebar ,biar dia mengerti.
"oh jadi gitu , sekarang kamu jadi hitung hitungan sama aku" protesnya kepada ku.
"apa?" kata ku.
"hitung hitungan kata mu, bukankah kemarin kamu sendiri yang bilang kamu bisa urus urusan mu sendiri ,jadi kamu tidak bisa perintah perintah mbak semua mu,!!! ngerti!!!," lanjut ku, biar saja dia berfikir aku hitung hitungan.
"Hem dasar ,nyebelin semuanya " katanya sambil berlalu pergi dari dapur.
aku pun hanya bisa geleng kepala menanggapi gerutuan Jamila,itu baru urusan makanan belum kebutuhannya untuk sehari hari.
"ya udah mbak lanjut lagi,apa Nadira sudah bangun?" tanya ku pada mbak.
"udah pak, ini mbak juga lagi siapin sarapan buat neng sama bapak" jawab mbak pada ku, dan aku pun berlalu keluar dari dapur .
aku membuka pintu kamar putri ku,kulihat dia sedang ganti baju seragam sendiri, diusia yang terbilang masih kecil dia bisa mandiri.
__ADS_1
tidak pernah mengeluh, walaupun selalu di abaikan oleh bundanya ,dia tetap sabar dan ceria.
"eh putri ayah, sudah ganti baju ,ganti sendiri pula ,jempol deh buat putri ayah" aku bicara sambil masuk ke kamarnya.