
aku pun menoleh pada Jamila, dan berkata.
"ini semua akibat perkataan mu, kamu jahat mil ,dulu kamu yang menginginkannya ,tapi mengapa kamu juga yang tak menginginkannya" .
"baik lah ,ini kamu yang minta ,jadi jangan pernah menemui nadira, apa pun alasannya!!!" ucap ku marah.
"ayo nak" kata ku ,lalu aku menggendong putri ku menuju ke dalam mobil.
"ya bawa dia pergi, jangan pernah lagi muncul di hadapan ku" teriak Jamila dari teras rumah ,aku takut putri ku tambah ketakutan jadi aku langsung melajukan mobil ku menuju pulan dan semenjak saat itu Nadira tidak pernah sekali pun menanyakan bundanya.
POV (Idris) end.
dan sampai saat ini dia sudah mau masuk ke kelas dua ia tidak pernah sekalipun menanyakan bahkan bertanya soal bundanya pada ku.
aku juga sudah bicara yang sebenarnya padanya tentang asal usulnya.
dan sekali kali pada waktu senggang aku akan mengajak putri ku mengunjungi makam ke dua orang tuanya.
sekarang ini aku sedang berada di rumah makan ku.
biasanya aku akan ke sana kalau ada keperluan atau aku diminta mengecek keperluan di dapur yang habis.
baru aku akan memarkirkan mobil ku di tempat parkir aku melihat seorang wanita terserempet motor tepat di depan mobil ku, dan orang yang menyerempet itu langsung kabur.
aku merasa kasihan melihat wanita itu,dan aku pun secara otomatis langsung berhenti .
__ADS_1
aku keluar dari mobil dan ku hampiri wanita itu.
"Anda tidak apa apa?" tanya ku pada wanita itu ,aku tidak melihat wajahnya karena dia sedang menunduk melihat kakinya yang terluka.
"tidak apa apa" jawabnya, dan memandang ke arah ku.
terus terang aku terpanah melihat wajahnya yang sangat mungil dan cantik serta tertutup oleh kerudung.
"Masya Allah, cantik sekali wanita ini, apa aku sedang bermimpi bertemu bidadari" pikir ku dalam hati.
"maaf tuan ,terima kasih atas bantuannya" katanya yang membuat lamunan ku buyar seketika.
"eh, iya, maaf bisa saya melihat kaki mu?" tanya ku.
"maaf tuan kaki ku tidak apa" jawabnya sopan, mungkin karena kita bukan muhrim dia tidak mau aku sentuh,.
,"apa anda bisa berjalan, kalau tidak bisa mungkin saya bisa bantu?" tanya ku lagi.
"insya Allah bisa tuan " jawabnya .
"kalau gitu ,ayo kita ke tepi dulu, untuk melihat kaki anda" ajak ku.
dan wanita cantik itu berdiri ,dan berjalan pelan pelan ke tepi jalan dengan aku yang mengikuti di belakangnya sambil membawa barang wanita cantik itu.
"terima kasih tuan atas bantuan anda kalau tidak ada tuan aku tidak tau harus apa" kata wanita itu sopan.
__ADS_1
selain cantik wanita itu juga sopan dalam bertutur kata.
"iya sama sama nona ,kalau boleh tau nona mau kemana, kalau saya bisa bantu saya akan bantu " kata ku.
" sebenarnya saya orang desa tuan , ke sini merantau mencari pekerjaan ,saya hanya lulusan SMA tuan ,ternyata susah ya cari kerja di kota" jawabnya jujur.
"memang nona" kata ku.
"jangan panggil nona tuan perkenalkan nama saya Aisya" katanya.
"nama yang cantik, secantik orangnya" puji ku.,tapi itu cuma dalam hati karena aku tidak berani ngomongnya.
"oh iya,aku panggil Ais aja boleh" kata ku.
"boleh tuan " katanya.
" kok tuan panggil Idris perkenalkan itu nama ku Idris" kata ku.
"tidak sopan tuan kalau aku panggil Tuan nama bagai mana kalau kak Idris saja" katanya ,berasa kayak ABG lagi aku di panggil kakak.
"boleh,kak Idris , panggilan yang bagus" kata ku tersenyum.
"oh ya di sini kamu tinggal sama siapa" tanya ku.
"sebenarnya aku tinggal sama paman ku kak,tapi aku tidak mau merepotkan keluarga paman ku, jadi aku keluar dari rumah paman nge kost " kata nya jujur.
__ADS_1
"oh kalau boleh tau kamu mau cari kerja seperti apa di sini" tanya ku . ya mungkin saja cocok bisa aku masuk kan di rumah makan ku pikir ku.
"apa saja kak ya g penting halal dan bisa buat makan dan bayar kost ,," jawabnya.,aku jadi terharu mendengarnya.