
(awal pertemuan ku dengan Doni).
kala itu aku sedang berada di pasar untuk belanja kebutuhan warung ku, karena usaha ku baru merintis.
waktu aku memilih milih daging terdengar orang orang ribut.
maling...maling... terdengar ramai suara orang orang meneriaki.
dan terjadilah pengeroyokan.
aku pun penasaran ada apa sebenarnya,aku pun mendekat.
ku lihat seorang pemuda sangat kurus dan membawa bungkusan entah itu bungkusan apa.
"ada apa ini sebenarnya" tanya ku. aku ingin menengahi mungkin saja ini ada ke salah pahaman.
"ini ada maling, dia mencuri di toko saya pak" jawab orang yang katanya tokonya di curi oleh pemuda itu.
"tolong bapak bapak semua jangan main hakim sendiri, mungkin pemuda ini sedang butuh makanya dia terpaksa mencuri " kata ku.
"mana saya lihat apa yang dia curi" lanjut ku.
dan ternyata bungkusan itu masih di pegang oleh pemuda itu.
aku pun mau mengambil bungkusan itu karena ingin tahu apa isinya.
"jangan tuan saya butuh ini untuk ibu saya" kata pemuda itu.
"ambil saja ,ini kalau di biarkan bisa kebiasaan" kata salah satu orang di situ memprovokasi.
__ADS_1
"tenang tenang, bapak bapak mungkin saja dia memang butuh sehingga terpaksa mencuri" kata ku.
"sini aku hanya ingin lihat apa yang kamu butuhkan sehingga mencuri" kata ku sambil menjulurkan tangan ku pada pemuda itu.
mungkin dia percaya pada ku sehingga dia mau menyerah kan bungkusan itu pada ku.
dan setelah aku buka bungkusan itu aku sangat sedih karena isinya adalah 2 bungkus roti dan beras.
"tuh kan benar dia mencuri ,itu masih sedikit yang di ambil, kalau di biarkan bisa bisa tiap hari dia akan mencuri" kata yang punya toko.
"tenang bapak ,ini saya yang akan bayar jadi berapa harganya" kata ku.
"semuanya 80 ribu" kata bapak itu.
aku pun mengeluarkan uang seratus ribu dari dompet ku.
"sebentar aku ambilkan kembaliannya, untung ada mas ini kalau tidak kamu akan saya bawa ke kantor polisi" kata bapak itu sambil menunjuk pemuda itu dan beranjak pergi.
huh..... teriak orang orang di situ.
"sudah ,sudah, bubar" kata orang orang.
"ayo kita menepi" kata ku pada pemuda itu dan dia menurut.
"bawa bungkusan itu, tadi sudah ku bayar" lanjut ku.
dan dia membawa bungkusan itu.
"sebenarnya alasan apa kamu bisa mencuri," kata ku.
__ADS_1
"oh iya nama mu siapa" lanjut ku.
"nama ku Doni kak" jawabnya.
"sebenarnya aku juga tidak mau mencuri kak, aku terpaksa,itu semua aku lakukan karena ibu ku sedang sakit" lanjutnya sambil menangis terisak .
"aku sudah cari cari pekerjaan tapi tidak ada yang mau menerima ku kak karena aku masih kecil " lanjutnya lagi .
aku di sini tersentuh ,karena demi seorang ibu sampai sampai dia rela menjadi pencuri karena ibunya sedang sakit.
"memang ibu kamu sakit apa " kata ku
"ibu sakit demam Kak, aku juga tidak tau ibu terkena penyakit apa, dan aku juga tidak punya uang untuk membawa ibu ke dokter,jangankan ke dokter untuk beli makan pun aku tak punya," katanya.
"ya Allah " kata ku.
"kasian sekali ibu mu Don" lanjut ku.
"kalau gitu ayo sekarang aku antar ke rumah mu ,dan Kakak akan bawah ibu mu ke dokter" kata ku.
"ya Allah terima kasih kak, benar kakak mau bawah ibu saya ke dokter" katanya tak percaya.
,"iya ayo" ajak ku.
"mas mas ,,ini kembaliannya" kata bapak yang punya toko tadi sambil menyodorkan uang 20 ribuan.dan aku mengambil uang itu.
dan aku mengajak Doni menuju ke parkiran di mana mobil Ku berada.
aku melajukan mobil ku menuju alamat yang di berikan oleh Doni.
__ADS_1