
dan setelah sampai aku begitu kaget rumah yang di tempati oleh Doni dan ibunya sama sekali tidak layak untuk di tinggali. tidak layak sama sekali.
"ini benar rumah mu Don" kata ku tak percaya.
"iya kak ,yang benar bukan rumah ku tapi kami sewa di sini" jawab Doni.
ya Allah ,tak tega aku melihatnya, rumah yang sangat tak pantas ini untuk di tinggali bahkan menyewa.
Doni pun membuka pintu rumahnya.
"assalamu'alaikum" dia mengucap salam.
"wa'alaikumsalam" jawab seseorang dari dalam lemah.
"Bu ,ibu ini ada tamu Bu,orang yang sangat baik hatinya" kata doni kepada wanita yang ada di dalam.
"iya nak,bawa ke sini ibu tidak kuat untuk bangun" kata ibu Doni.
"mari kak masuk ,maaf ya rumah ku sangat tidak layak" kata Doni pada ku .
"tidak apa apa Don" kata ku.
aku dan Doni pun masuk, terlihat wanita yang sudah renta dan lemah di tempat tidur sedang berbaring.
"ini Bu ,Doni bawah roti buat ibu makan ,tapi maafin Doni ya Bu ,Doni tidak berhasil mendapat pekerjaan jadi Doni tidak bisa beli kan ibu obat" kata Doni.
"ini dari mana nak, benar kamu tidak meminta minta atau mencuri barang milik orang lain" kata ibuku nya Doni.
__ADS_1
"benar Bu ,itu aku dapat dari kakak ini" kata Doni sambil menunjuk ke arah ku.
"ya Allah terima kasih tuan atas bantuan yang tuan berikan" kata ibu Doni pada ku.
"semoga Tuhan membalas semua kebaikan tuan" lanjutnya.
"tapi apa benar tuan yang memberikan bukan Doni yang memaksa tuan utuk memberi " lanjutnya lagi .
"benar Bu mang itu semua atas kemauan saya sendiri karena melihat putra ibu tidak mendapat pekerjaaan." jawab ku.
" oh iya Bu , ke datangan saya kemari juga sekalian mau bawah ibu ke rumah sakit untuk periksa" kata ku menyampaikan kedatangan ku kemari.
"ya Allah nak sungguh mulia hati mu , semoga engkau menemukan kebahagiaan dan Rizki di lancarkan " kata ibu itu.
amin jawab ku
setelah di periksa oleh dokter ternyata tidak ada yang serius pada ibu Doni jadi dokter menyarankan untuk di rawat jalan.
setelah melunasi administrasi aku pergi ke apotik untuk menebus obat.
Doni dan ibunya aku suruh menunggu di parkiran,karena takut ibu Doni pusing kalau lama lama mengantri.
setelah selesai menebus obat aku mengantarkan mereka untuk kembali pulang.
setelah sampa rumah mereka ,aku ikut masuk untuk menjelaskan isi obatnya.
"ini obat ibu mu Don semoga lekas sembuh ya bu" kata ku sambil menyodorkan obatnya.
__ADS_1
"iya Kak sekali lagi saya dan saya Bu berterima kasih atas semua kebaikan kakak" kata doni.
"iya nak ,ibu terima kasih " kata ibunya Doni, oh Iyo ya ternyata ibu ya Doni namanya Bu Fatmah.
"sama sama Bu" jawab ku.
"oh iya Don ,kakak sekarang ini sedang menekuni sebuah warung makan kalau kamu mau kamu bisa bantu bantu kakak di sana untuk melayani pembeli, " kata ku.
"beneran kak ,Doni mau kak" jawab nya antusias.
" baik lah kalau kamu mau ,besok datang ke alamat ini ya ,kak tunggu" kata mu sambil menyodorkan alamat warung makan ku.
"pasti kak, Doni akan datang" kata Doni .
"ya udah kalau gitu Kaka pamit ya Don " kata ku.
"saya pamit ya bu" kata ku sambil mencium tangan banyak Fatmah.
"iya nak, hati hati, sekali lagi ibu terima kasih" kata Bu Fatmah .
dan aku pun pulang dari rumah Doni ,dan semenjak waktu itu hubungan ku dengan Doni seperti adik dan kakak.
dia menemani ku di waktu susah dan senang,di saat aku merintis rumah makan yang ku bangun dari mulai nol.
dia juga sangat akrab dengan putri ku Nadira serta semua keluarga ku.
(awal pertemuan dengan Doni end).
__ADS_1