
"assalamu'alaikum " aku mengucap salam karena bapak dan ibu mertuaku sedang ada di teras rumahnya
"waalaikumsalam" jawab mereka berbarengan.
lalu aku mencium tangan ke dua mertuaku,tanpa menghiraukan putiku Yang Sudak menjulurkan tangannya minta di gendong.aku memang sengaja mau menggodanya, sebetulnya aku kangen banget selam 4 hari tidak bertemu putri kesayanganku ini.
ayah ..ayah.. rengeknya.
dan aku pun langsung mengulurkan tanganku untuk menggendongnya.
"aduh anak ayah yang cantik udah harum habis mandi ya" kataku sambil terus menciumi pipinya.
"oh iya bu ini buat ibu" kataku sambil menyodorkan makanan kesukaan ibu dan bapak mertuaku.
"aduh gapain repot repot nak"kata ibu mertuaku.
"gak apa apa Bu cuma makanan" jawabku.
"ya sudah ayo masuk dulu ini sudah sore" mertua laki laki ku menimpali.
setelah sampai di dalam aku tidakau lama lama karena takut kemalaman.
__ADS_1
"ini Bu sekalian aku kesini jadi tidak aku transfer " aku menyodorkan uang untuk keperluan bulanan mertuaku
"adu nak maafkan keluarga ibu ya selalu merepotkanmu " katanya sungkan ,ibu dan bapak mertuaku sangat baik kepadaku.aku tidak pernah membedakan antara orang tuaku sendiri dan mertuaku.
karena hari sudah semakin sore aku segera mengajak Nadira pulang.
sesampainya kami di rumah aku tidak melihat keberadaan Jamila di dalam rumah, entahlah kemana perginya.
ku baringkan Nadira di tempat tidur,karena dia kelelahan di jalan dan tertidur.
semenjak aku memergoki Jamila di hotel dengan pria lain,aku sudah memutuskan untuk memberi kesempatan padanya tapi hanya demi Nadira, ku biarkan dia berbuat sesuka hatinya,aku sudah sangat kecewa padanya.
pukul tujuh malam dia baru pulang entah alasan apa yang akan dia berikan kepadaku nanti.
"waalaikumsalam" jawabku aku tidak mau bertanya dari mana dia baru pulang sampai larut begini, dia juga tidak menanyakan keberadaan Nadira padaku seolah olah tidak memiliki anak.
"maaf mas aku dari rumah Selly tadi karena dia menawariku pekerjaan" katanya yang membuatku secara reflek menoleh kepadanya.
"apa kamu bilang" aku bertanya sambil menahan amarahku ,dia seolah olah lupa kalau mempunyai anak yang harus di rawat di rumah.
"iya aku mau kerja " katanya lagi.
__ADS_1
"apa yang ada di pikiranmu Mila ,kami mau kerja terus yang merawat Nadira siapa hah,!!"aku sudah tidak tahan untuk tidak membentaknya.
"ya urusan mengasuh Nadira kan bisa pakai jasa baby siter" jawabnya enteng seperti tidak ada beban sedikitpun, disini aku sudah merasa sebagai suami sudah tidak di hargai lagi.
"tidak bisa aku tidak mengijinkan mu, aku tidak percaya kepada orang lain untuk urusan mengasuh Nadira ,itu sudah jadi kewajiban mu sebagai seorang ibu".
"apa kamu lupa kami yang menangis nangis memintaku untuk mengadopsi seorang bayi," bentak ku dengan mata memerah menahan emosi .
"setuju atau tidak aku akan tetap bekerja , walau tanpa ijin mu pun aku akan tetap bekerja ,aku sudah mencarikan Nadira seorang baby siter dan besok dia akan datang" jawabnya, akan merasa dia sudah tidak menghormati ku sebagai suaminya.
aku sudah tidak bisa menebak jalan pikiran Jamila dan aku memutuskan pergi ke kamar dengan membanting pintunya untuk meluapkan amarahku.
setelah beberapa menit aku keluar dengan membawa Nadira di gendonganku untuk menuju kamar tamu.
"Lo mau Kemana mas kok Nadira tidur di bawah" tanyanya padaku seperti tidak terjadi apa apa.
aku tidak menjawabnya dan masuk ke kamar tamu meninggalkan nya yang kebingungan.
tok...tok ..tok..
pintu kamar tamu di ketuk aku tidak merespon.
__ADS_1
"mas mau makan malam udah aku siapkan" tawarnya di depan pintu,aku tidak menjawabnya karena aku masih kecewa padanya.
aku malah sibuk membelai pipi Nadira karena aku merasa bersalah padanya ,aku tidak bisa memberikan keluarga yang bahagia dan harmonis.