
" kalau kakak punya pekerjaan buat kamu kira kira kamu mau apa nggak" tanya ku .
dan dia langsung menoleh pada ku, dan wajahnya berbinar bahagia.
"mau kak Ais mau" kata nya dengan wajah berbinar.
"sebenarnya kakak punya usaha kuliner sebuah rumah makan, kalau Ais mau nanti kakak masukkan di tempat rumah makan kakak" kata ku.
"beneran kak , Alhamdulillah ya Allah, engkau sudah pertemukan Ais dengan orang baik" ucapnya penuh syukur.
"dan juga kalau Ais mau juga bisa tinggal di situ karena anak anak ( karyawan ku) yang jauh rumahnya seperti Ais tinggal di situ karena dulu itu rumah saya jadi ada kamarnya" terang ku panjang lebar ,dari pada uang gaji buat kost kan lebih baik dia tinggal di situ bareng sama anak anak yang lain.
"oh iya dan semua itu gratis buat karyawan ku"lanjut ku.
"memang boleh kak " tanya Ais sambil matanya berbinar binar, aku jadi gemas ingin mencubit pipinya yang chubby itu.( aduh kok pikiran ku jadi ngelantur yah).
"ya boleh lah asalkan Ais terima dulu tawaran dari kakak" jawab ku.
"bismillah, insya Allah Ais mau kak" katanya mantap.
"Alhamdulillah kalau gitu" kata ku.
"kalau gitu kamu siap , beresin semua barang barang kamu yang ada di kost," kata ku lagi.
"oh iya mana nomor telepon mu nanti aku hubungi dan aku kirim alamat rumah makannya" lanjut ku.
"ini kak " katanya sambil menyodorkan hand phone nya ke arah ku.
__ADS_1
setelah masukkan nomor telepon Ais ,aku pun pamit mau pergi ,karena Ais juga tidak mau aku hantarkan ke tempat kost nya.
"ini beneran kamu nggak mau kakak anterin" tanya ku memastikan sekali lagi. ya kali aja dia mau aku anterin.
"iya kak benar,Ais bisa pulang sendiri" katanya.
""ya udah kalau gitu nanti aku hubungi nomor kamu" kata ku.
"kalau gitu Kakak pergi ya" lanjut ku.
,"iya kak sekali lagi Ais terima kasih ya" katanya.
"iya sama sama " jawab ku ,dan aku pun pergi meninggalkan dia menuju ke arah mobil ku.
aku pun melajukan mobil ku melanjutkan perjalanan ku yang tertunda, padahal tinggal dikit lagi aku sampai di rumah makan ku.
lumayan dari pada kost mending tinggal di sana.
setelah sampai aku di rumah makan ku aku masuk langsung di sambut oleh karyawan ku.
"selamat siang kak " sapa mereka,aku memang menyuruh mereka memanggil ku kakak biar lebih akrab.
dan sekarang ini rumah makan ku belum buka karena bukanya di jam waktu makan siang.
kalau waktu sekarang ini mereka sibuk mempersiapkan menu.
"siang "jawab ku.
__ADS_1
"oh iya Doni sudah datang belum" tanya ku pada salah satu karyawan ku.doni adalah salah satu karyawan yang aku percaya mengurus semua keperluan di rumah makan.
"sudah Kak , kak Doni sedang mengecek bahan bahan yang sudah habis di belakang.
"ya udah kalau gitu lanjutkan pekerjaan mu" kata ku.
"baik kak saya permisi" kata Denis itu namanya.
aku pun menuju ke arah dapur untuk menemui doni.
"siang kak " sapa juru masak di rumah makan ku.
"siang ,dimana Doni" tanya ku pada ke dua juru masak ku.
"Kak Doni ada di ruang penyimpanan bahan makanan kak lagi ngecek bahan bahan" kata mereka berdua.
"ya udah ,dilanjut" kata ku sambil berjalan menuju ruang penyimpanan bahan makana.
"Don " pinggul ku pada Doni.
"ya kak , kakak sudah datang dari tadi" tanya Doni.
"ya sebenarnya aku harusnya dari tadi Sampai" jawab ku ,dan itu membuat Doni mengernyit tak mengerti dengan jawaban ku.
"kok bisa gitu " tanya bingung.
"ya bisa lah" kata ku lagi, aku memang sering bercanda dengan Doni karena dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, dulu aku bertemu dengannya keadaannya sungguh memprihatinkan.
__ADS_1