
seperti tadi malam aku pulang sudah di suguhi Omelan Omelan oleh ibu ku karena aku tadi pagi tidak mau ikut menjemput mas Idris pulang dari rumah sakit.
katanya aku lebih mementingkan pekerjaan ku dari pada suami ku, aku tidak tau berterima kasih padahal mas Idris sudah banyak membantu keluarga ku.
ya itu kan sudah kewajiban suami terhadap istrinya dan keluarga.
aku sudah capek capek kerja sampai di rumah sudah kena marah belum lagi anak sialan itu yang selalu merengek minta ini itu.
eh pas sudah ada di kamar, mas Idris juga sama aja menyindir nyindir aku ,katanya ini itulah tapi aku tidak ambil pusing aku sudah muak jadi aku putuskan untuk pergi dari kamar itu.
aku memilih tidur di kamar yang masih kosong,enak aja aku mau di suruh merawatnya,dia pikir aku pembantunya, salah sendiri pakai sok Sok an kabur emang mau kemana sih.
pagi pagi sekali aku sudah berangkat kerja,itu cuma alasan ku saja,sebenarnya aku pergi ke rumah cowok ku yang baru,bisa stres aku di rumah terus kalau masih banyak keluarga yang ada di sana.
__ADS_1
jadi sebelum ibu ku mengomel aku sudah pamit berangkat kerja padanya dan saat di tanya aku sudah berpamitan sama suami cacat ku aku jawab sudah gitu aja beres.
POV Jamila end
setelah sarapan putri kecil ku berangkat ke sekolah di antar oleh pengasuhnya,biasanya aku yang mengantar sebelum keadaan ku seperti ini.
"bang kemungkinan aku sama suami ku nanti siang pulang bang,maafin adik ya bang nggak bisa nemenin Abang lama lama di sini" adik ku berpamitan pada ku.
"iya dhek nggak apa apa,seharusnya Abang yang minta maaf sama adik karena Abang suami adik harus ambil cuti kerja" jawab ku merasa bersalah karena sudah merepotkan semua orang.
"rencana pulangnya jam berapa" kata ku lagi.
"nanti nunggu Dira pulang sekolah dulu bang, kalau aku langsung pulang bisa nangis kejer Dira nggak aku pamit i"timpal adik ku,memang Nadira selama ini sangat dekat dengan Adik ku.
__ADS_1
"iya yah nanti bisa ngambek dia ,nggak makan ,nggak mau sekolah ,bisa bahaya" aku bicara seperti itu karena sudah pernah kejadian karena adik ku pulang buru buru dia tidak sempat berpamitan pada Nadira ,waktu itu dia masih tidur jadi adik ku tidak mau mengganggu tidurnya jadinya dia tidak mau makan, tidak mau mandi jadi aku yang kerepotan.
adik ku menyayangi Nadira seperti anaknya sendiri dia,putri ku lebar h dekat dengan Adik ku dari pada sama bundanya sendiri, bahkan sekarang bisa di katakan putri ku lebih dekat dengan pengasuhnya dari pada bundanya, ya karena memang bundanya sudah tidak lagi peduli pada putrinya.
"bapak mau ikut pulang atau masih mau di sini menemani bang Idris " kata adik ku menanyai bapak ku.memang pekerjaan bapak di rumah sangatlah sibuk karena bapak memang seorang petani.
"bapak Ndak ikut pulang dulu ya nduk, nanti urusan sawah suruh pak darman urus dulu ya" kata bapak ke adik ku,mungkin bapak masih kawatir pada ku.
"iyah pak" jawab adik ku.
setelah Nadira pulang dari sekolah adik ku berpamitan padanya untuk pulang,dan Nadira merajuk mau ikut tantenya tapi dia kan harus sekolah, setelah di bujuk oleh adik ku akhirnya Nadira ngebolehin tantenya pulang.
adik ku janji pada Nadira kalau sudah liburan sekolah akan menjemputnya untuk liburan di sana dan dia sangat senang sekali
__ADS_1
setelah berpamitan pada Putri ku adik ku pamit pada kita semua.