
setelah berkata seperti itu Jamila keluar dari kamar ibunya.
ku intip lagi ibu ternyata beliau sedang mengemasi pakaiannya.
dan baru saja aku ingin mengetuk pintu kamarnya ,terdengar suara orang mengetuk pintu.
dan aku pun mengurungkan niat ku untuk mengetuk kamar beliau.
aku beranjak untuk membuka pintu ,aku penasaran siapa siang siang begini bertamu.
belum sampai aku di pintu depan.
orang itu sudah ketuk ketuk pintu lagi seperti tidak sabar.
tok...tok ...tok ...bunyi ketukan pintu berkali kali.
lalu terdengar suara orang seperti seorang perempuan.
"hey Jamila, keluar kamu buka pintunya, keluar kamu pelakor," lantang orang di depan ,membuat aku penasaran siapakah orang itu,.
tapi tadi ku dengar dia memanggil manggil nama Jamila ,apa mungkin Jamila berbuat ulah lagi, entahlah.
dan setelah ku buka pintu ,terlihatlah seorang wanita paruh baya yang ada di depan ku.
"mana jamila" tanya nya pada ku.
__ADS_1
"ada Bu ,kalau boleh tahu ada apa ya ibu mencari Jamila" bukannya menjawab aku balas k tanya pada ibu itu.
"jadi ada pelakor itu, suruh dia keluar ,biar ku beri pelajaran wanita ****** itu" katanya marah.
"ayo cepat panggilkan" katanya lagi.
"iya sabar sebentar Bu, saya akan panggilkan" jawab ku .
tapi sebelum aku beranjak ibu itu berkata kepada ku.
"kasian sekali kamu ,pantas saja istrimu menjadi pelakor ,mengeruk harta laki laki lain ,wong keadaan suaminya seperti ini tak bisa apa apa pantas saja " katanya menghina ku.
aku urungkan niat ku untuk memanggil jamila, aku kembali menghadap pada wanita itu.
"dengar ya Bu, walaupun aku cacat tak bisa apa apa ,tapi aku masih sanggup memenuhi kebutuhan keluarga ku, kalau soal Jamila yang kata ibu menjadi seorang pelakor atau mengeruk harta laki laki lain itu bukan urusan saya, karena itu jalan yang di pilih oleh Jamila ,jadi ibu jangan bicara asal yang ibu sendiri tidak tahu kebenarannya" jawab ku panjang lebar, aku tidak mau di remahkan hanya karena aku tidak bisa apa apa.
aku berpapasan dengan ibu mertua ku, kulihat dia membawa tas yang tadi pagi beliau bawa,.
"ada apa nak, kok ibu dengar ada yang ribut ribut di depan" tanya beliau.
" itu tadi ada yang cariin Jamila Bu," jawab ku sopan. aku tak perlu cerita apa yang di bicarakan wanita itu.
"siapa nak ,kok kedengarannya seperti marah marah" tanya beliau lagi penasaran.
"nanti aja Idris cerita Bu, saya panggil Jamila dulu ,Idris permisi dulu Bu" jawab ku pamit mau memanggil Jamila.
__ADS_1
"tak perlu nak ,biar ibu saja yang panggil,kamu tunggu di sini saja" tawar beliau.dan aku pun menyetujuinya.
dan beliau pun beranjak untuk memanggil Jamila.
kulihat dia keluar dari kamarnya.
"ada apa sih buk ,ganggu aja ,siapa sih yang cariin aku'!!!!" tanyanya marah pada ibu .
"ibu juga nggak tau ,tadi yang bukain pintu nak idris" kata ibu .
"udah keluar aja kamu , lihat aja sendiri di depan" lanjut beliau.
dan jamila pun beranjak keluar,aku memang sengaja tidak memberi tahu ibu atau Jamila.
kalau sampai aku beri tahu, dia tidak akan mungkin mau menemui tamu itu.
jadi ku biar kan saja dia agar dapat mempertanggung jawabkan kesalahannya.
ketika Jamila keluar ,dia langsung di sambut dengan cacian dan makian oleh ibu paruh baya itu.
"oh jadi ini tampang pelakor itu " seru wanita itu.
"ini ada apa ,? kok kita nggak saling kenal yah , ibu kok langsung marah marah sama aku" jawab Jamila.
"jangan mengelak kamu ,dasar wanita ****** kamu, sini kamu biar aku kasih pelajaran" kata wanita itu sambil mau menjambak rambut Jamila.
__ADS_1
dan Jamila pun mengelak .
terlihat dari arah depan rumah ada seorang laki laki turun dari mobil,lalu menghampiri wanita itu dan menenangkannya.