
tapi Nadira malah menangis tidak mau di tinggal pulang oleh Aisya.
"bunda jangan pulang,tidur sini saja sama Dira " ucap putri ku sambil merajuk dan menangis.
"bunda capek nak, bunda juga butuh istirahat biar besok segar badannya, kan seharian ini bunda sudah capek " kata ku memberi pengertian.
"iya ,nanti kalau ada waktu lagi bunda main lagi ke sini" kata Ais sambil menenangkan Putri ku.
"benar bunda" kata Nadira sambil Memandang wajah ais,.
"iya bunda janji " kata Ais sambil menunjukkan jari kelingkingnya dan di sambut oleh Nadira.
"ya udah deh, tapi Dira ikut ya kalau ayah mau anterin bunda " ucap putri ku.
"iya," jawab ku.
dan aku pun mengantar Ais menuju rumah makan ku.
POV (AISYA).
waktu di ajak bos untuk berlibur ,aku baru tahu bahwa anak dari bos ku adalah anak yang aku tolong waktu di paksa paksa oleh seorang wanita untuk ikut bersamanya.
dan ternyata dia selama ini sangat ingin bertemu dengan ku,panggilannya pada ku sangat lucu ,yaitu Tante cantik tapi setelah ia bertemu lagi dengan ku ,dia minta ijin untuk manggil ku bunda.
__ADS_1
aku memang suka sekali dengan anak anak ,apalagi Nadira terbilang anak yang periang dan gampang sekali untuk kenal dengan orang.
dan selama ini aku juga mengagumi kak Idris ,karena walau beliau singgel DED beliau bisa mendidik putrinya menjadi anak yang kuat.
selama ini aku selalu curi ciri pandang padanya, rasanya ada getaran aneh dalam diri ku waktu aku berdekatan dengannya.
ada rasa nyaman di dalam diri ku,tapi entahlah perasaan apa itu.
aku tidak tau ,karena aku tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.
aku selalu berbunga bunga bila kak Idris memuji masakan ku, aku juga selalu salah tingkah bila sudah berada di sekitarnya.
apakah ini yang di namakan jatuh cinta karena diri ku juga tidak tau.
aku pasrahkan semua ini pada yang maha kuasa atas seluruh hidup dan mati ku.
aku di antar pulang oleh kak Idris ,rasanya jantung ini berdebar tak karuan bila sedang dekat dengannya.
karena sudah malam kak Idris tidak mampir dulu ,katanya ingin segera istirahat.
dan saat aku masuk ke dalam rumah aku langsung di sambut oleh,kak Denys dan kak sindy.
"cie ....cie....yang di di antar bos masuk senyum senyum sendiri sampai lupa sama temen" kata kak Denys. gawat kok mereka tau sih kalau aku senyum senyum, duh malunya.
__ADS_1
"halo kak, maaf gak lihat kalau ada kakak" kata ku sungkan ,karena aku terlalu senang di antar kak Idris sampai aku tidak menyadari jika di ruang tamu ada kak Denys dan kak sindy yang sedang santai sambil ngobrol.
"santai aja, btw ,kamu dan kak Idris aku lihat cocok sekali serasi" kata kak sindy.
"iya Lo" timpal kak Denys membuat ku tambah malu.
"ah kakak, tidak mungkin itu kak" kata ku tidak percaya diri karena status kita beda dari segi materi.
"ah , di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin " kata mereka berdua kompak.
"percaya lah jodoh rezeki dan maut kita sudah ada yang ngatur, jadi percaya lah " kata kak Denys.
"'betul itu ,aku dukung kamu sama kak idris" lanjut kak Denys ,tambah ngaco aja mereka berdua.
"aku juga ,Ais semangat, jodoh tak akan kemana " ucap kak sindy.
"ya udah udah malam kamu istirahat.kita juga akan masuk ,karena dari tadi kami berdua nungguin kamu" jelas kak Denys.
terima kasih ya Allah ,karena engkau telah menempat kan orang orang yang sangat baik hati di sekitar ku.
POV( Aisya ) end.
di dalam mobil aku dan Aisya saling diam,tidak ada yang bersuara kecuali putri kecil ku yang bawel.
__ADS_1
karena hari sudah malam aku pun tidak turun ,aku langsung pulang kerumah Karena badan ku capek semua setelah seharian beraktifitas.