Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
12


__ADS_3

aku pergi untuk menenangkan pikiranku, mungkin dengan pergi aku akan sedikit mulai melupakan kejadian itu,aku bimbang di satu sisi aku merasa menjadi laki laki yang sangat tidak pernah dihargai.


aku menitipkan Nadira di rumah mertuaku, aku juga tidak bercerita pada mereka, aku hanya bilang akan pergi sama istriku ,ada tugas luar kota yang harus membawa Jamila ikut bersama ku, agar mereka tidak tau kelakuan anaknya, aku tidak mau mertuaku merasa gagal mendidik anaknya,biarkan ku tanggung sendiri luka ini.


aku sekarang berada di rumah sahabat lamaku Rahmat namanya ,dia adalah sahabat terbaikku mulai dari SMP.


entah kenapa di saat aku kacau begini aku kepikiran untuk pergi kerumahnya untuk menenangkan pikiranku. dia adalah sahabat terbaikku, dia selalu ada kala aku susah kami berpisah karena dia pergi kerja di luar kota, aku kehilangan kontak dengan dia sudah lama, tapi sebulan yang lalu dia tiba tiba chat aku katanya dapat no erku dari adikku dia ketemu adikku waktu di jalan.


aku sampai di sebuah rumah yang sederhana namun sangat indah.


tok .tok...tok ...


ku ketuk pintu rumahnya, dan terbukalah rumah itu ,Rahmat langsung keluar dan kita saling berpelukan.kami saling melepas rindu dan menangis karena kami sudah lama tidak bertemu.samapi kami tidak sadar kalau ada orang di sebelah kami,dan itu seorang wanita.


Hem..


wanita itu berdehem,lalu Rahmat menoleh padanya sambil tersenyum lembut dan wanita itu membalas dengan senyuman juga.

__ADS_1


"oh iya saking kangennya aku sama kamu dris sampai lupa sama istriku ,kenalin dia Monalisa istriku" Rahmat mengenalkan istrinya padaku .


dan aku mengatupkan tanganku di dada untuk memberikan salam pada istri Rahmat.sambil berkata.


"salam kenal mbak aku Idris teman Rahmat mulai jaman SMP "kataku


"iya mas aku sudah tau mas Rahmat sudah cerita semuanya ke saya, jadi mas Idris gak usah sungkan anggap aja rumah sendiri karena kita keluarga" katanya panjang lebar dan tutur kata yang lembut beda sekali dengan istriku di rumah.


dan dia mempersilahkan ku masuk.


"ayo mas di minum dulu pasti mas capek habis perjalanan jauh ". katanya mempersilahkan aku meminumnya.


"iya mbak terima kasih" kataku sambil mengambil segelas jus yang di suguhkan, aku meminum sampai berkurang sepauhnya.kami pun berbincang bincang sambil melepas rindu,aku sungguh lupa semua beban yang menimpaku, sampai akhirnya aku di persilahkan untuk istirahat .


"' kamu istirahat dulu dikamar itu"dia menunjuk kamar yang di siapkan mbak Lisa.


"besok aja kita cerita lagi dan memikirkan solusinya ,kamu kan capek seharian ini " katanya lagi.dan akan pun mengangguk lalu bangkit menuju kamar yang di sediakan untukku.

__ADS_1


aku terbangun jam setengah lima pagi mungkin karena sudah kebiasaan aku bangun jam segitu.aku lelap sekali semalam mungkin karena efek dari perjalanan jauh.


sesudah mandi aku keluar kamar kulihat Rahmat dan istrinya juga sudah bangun.


mbak Lisa sedang berkutat di dapur memasak.aku menghampiri Rahmat yang sedang duduk di meja makan. aku menarik kursi di sebelahnya dan dia pun menoleh padaku.


"udah bangun dris , tidurnya nyeyak semalam" katanya padaku.


"iya sudah, aku nyeyak sekali tadi malam , di sini udaranya sejuk sekali yah" kataku


"oh iya tu di minum istriku udah buatin Kopi buat kamu ,atau kalau nggak suka biar di buatin teh aja" kata Rahmat lagi


"udah kopi ini aja aku suka kok, terima kasih ya" ucapku


"nggak usah sungkan ya selama kamu ada di rumahku kita kan sahabat dris anggap aja rumah sendiri". katanya.aku pun mengangguk aku tidak menyangka Rahmat yang sekarang masih sama dengan Rahmat yang dulu aku kenal.


.

__ADS_1


__ADS_2