Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
52


__ADS_3

"maafin adhe ya bang , belum sempat mengunjungi Abang" balas nya.


"tak apa apa Dhe, Abang ngerti kok ,Adhe sibuk kerja dan bapak mengurus sawah" balas ku.


"Ade jadi merasa bersalah" balas adik ku lagi.


"ya udah jangan pulang telat ya" balas ku . aku memang sengaja tidak memberi tahu kalau aku ada di rumah nya ,aku mau bikin kejutan untuknya.


dan dia membalas," iya bang siap" .


ku letakkan hand phone ku di meja, ku lihat putri ku mulai menggeliat ,dan sedetik kemudian dia membuka matanya.


"sudah bangun nak " tanya ku pada Putri ku.


"ini di mana yah, kok bukan di kamar dira yang baru" bukanya menjawab pertanyaan ku ,dia malah balik tanya,.


mungkin dia lupa kalau tadi pagi aku mengajaknya ke rumah kakeknya.


"Adhe lupa , kalau tadi pagi kita pergi ke rumah kakek" kata ku.


"oh iya ya yah,Dira lupa berarti ini sudah di rumah kakek dan Adhe yah" tanya nya.


"iya lah" jawab ku.


"hore ... Diman Adhe sekarang yah" tanya nya lagi.

__ADS_1


"tadi sih lagi tidur , nggak tau kalau kalau sekarang , mending lihat aja di luar" tawar ku .


dan putri ku langsung. angin dan turun dari tempat tidur.


"pelan pelan nak", kata ku karena Nadira berlarian keluar dari kamar.


aku pun mengikuti Nadira keluar dari kamar.dan ternyata nadia juga sudah bangun.


aku menghampiri ke duanya.


"Adhe Nadia udah bangun" kata ku .


"sini gendong paman" lanjut ku.


dan nadia tidak mau aku gendong karena dia takut , mungkin karena jarang bertemu.


"nanti aja deh bi, nunggu bapak pulang dari sawah" kata ku menolak tawaran bibi karena aku rindu sekali makan sama bapak.


"kalau gitu neng Nadira saja saya suapi ya mas" kata bibi.


"ya Nadira saja ,tadi pagi dia makan cuma sedikit" kata ku.


sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang ,tapi belum ada tanda tanda bapak pulang dari sawah.


aku pun memutuskan untuk ke belakang rumah untuk melihat tanaman sayur yang di tanam oleh bapak,bapak ku suka sekali bercocok tanam.

__ADS_1


ku lihat banyak sekali sayur sayuran yang sudah boleh untuk di panen.


kalau seperti ini aku jadi teringat masa kecil ku,dulu aku selalu di ajari menanam sayuran oleh bapak ,kata bapak lumayan kalau bisa menanam sayur.bisa buat bantu bantu mengurangi jatah pengeluaran untuk belanja dan istri ku bisa menabung,tapi sayang itu hanya angan angan saja karena akan sibuk kerja,.


Jamila tidak mau merawat sayur sayuran yang aku tanam di samping rumah ku.


lamunan ku buyar dengan suara canda Nadira dan Nadia ,mereka bermain lari lari di dalam rumah.


"assalamu'alaikum" terdengar ucap salam dari bapak,beliau baru kembali dari sawah.


beliau juga tidak tau kau aku datang ke sini.tapi melihat ada Nadira bagai mana reaksi bapak.


"wa'alaikumsalam" terdengar jawaban dari Nadira dan Nadia.


"ya Allah cucu kakek datang, ke sini sama siapa nak" tanya bapak sama Nadira, mungkin bapak tadi juga tidak tau kalau ada mobil ku di depan.


" Dira ke sini sama ayah kek" jawab putri ku.


"di mana ayah sekarang nak,? apa ayah ada di kamar'? tanya bapak lagi , mungkin bapak mengira aku tidur karena perjalan jauh .


"tidak kek tadi ayah ke situ" jawab putri ku sambil menunjukkan k ke arah belakang .dan itu sukses membuat bapak langsung mencari ku ke arah yang di tunjuk Nadira.


aku sengaja tidak melihat ke arah pintu ,karena aku ingin memberi kejutan atas kesembuhan ku.


"ya Allah nak, bapak rindu sekali" kata bapak ,di depan pintu ,tapi bapak juga masih belum sadar kalau aku berdiri tidak memakai kursi roda lagi.

__ADS_1


bapak langsung berlari ke arah ku dan memeluk ku sambil menangis.


__ADS_2