
tapi aku tidak peduli ,biar saja dia mengadu pada orang tua ku ,aku tak akan takut.
Karena aku yang menjalani hidup ku dan aku juga yang merasa kan.
besoknya ternyata dia sudah mengemasi pakaiannya dan Nadira.
dan saat aku pulang sore hari ternyata mereka sudah tidak ada di rumah, syukurlah.dengan begitu aku bisa bebas.
aku tinggal menunggu gugatan cerai darinya.
POV (JAMILA) end.
keesokan harinya aku berangkat pagi pagi menuju rumah bapak .
aku memang sengaja ,karena kalau berangkat siang takut panas kan aku tidak sendiri , aku mengajak Nadira bersama ku.
aku juga sudah memberi tahu mbak kalau aku hari ini berangkat ke rumah bapak ku,jadi mbak tidak perlu datang,.
semenjak aku ada di kontrakan , aku menyuruh mbak datang setiap hari untuk beres beres dan menemani Nadira .
pukul 9 pagi akan sudah sampai di depan rumah bapak, kulihat rumah sepi mungkin bapak sudah pergi ke sawah.
ku rogoh saku ku untuk mengambil hp ku lalu ku hubungi nomor adik ku.
karena adik ku juga bekerja ,nomor adik ku belum tersambung ,keluarlah pengasuh Nadia Putri dari adik ku.
" eh ada mas Idris ,dari tadi mas?, maaf ya kalau bibi nggak dengar kalau ada orang ketuk pintu karena lagi nidurin adik Nadia," kata bik Ijah, itu nama pengasuh Nadia.
__ADS_1
"nggak kok bik ,saya barusan sampai karena
rumah sepi aku tadi berniat telfon adik ku tapi belum sempat di angkat bibi sudah keluar duluan"kata ku pada Bu Ijah.
"mas Idris sendirian" tanya bik Ijah.
"nggak bik ,saya nggak sendirian ,itu saya mengajak putriku nadira" jawab ku sambil menunjuk putri ku.
"oh kalau gitu ayo mas silahkan masuk,bagai mana bibik ini mas orang capek dari perjalanan kok malah di ajak ngobrol nggak di suruh masuk, mari mari biar barang barang mas bibik yang angkat" kata bik Ijah .
"iya bik terima kasih ya , udah ngerepotin bik ijah, kalah gitu akan bawa Nadira ke dalam dulu ya" kata ku.
"iya mas , ini semuanya ya di keluarkan." tanya bibik .
"iya bik ," jawab ku dan aku pun masuk ke dalam,menuju kamar ku .
aku berpapasan dengan bik Ijah.
"lo mas ,sebentar sebentar kok saya dari tadi nggak nyadar ya kalau mas Idris as dah bisa jalan lagi'" kata bik Ijah pada ku.
"iya bik , Alhamdulillah Idris masih di kasih kesempatan yang untuk sembuh dan bisa berjalan lagi" kata ku.
" subhanallah mas, syukur Alhamdulillah, pasti bapak sama Eneng senang dengan ke kesembuhan mas Idris"
"iya bik ,oh iya biasanya bapak kalau pulang dari sawah jam berapa bik " tanya ku.
"bapak kalau pulang dari sawah biasanya sebelum sholat dhuhur mas" jawab bik Ijah.
__ADS_1
"mas Idris mau minum apa bibik buatin" tawar bibik .
"nggak usah bik Idris minum air putih saja " kata ku sambil mengambil gelas lalu mengisinya dengan air putih.
" kalau gitu bibik mau masak dulu di belakang, nanti kalau mas Idris butuh apa apa panggil bibik ya" kata bibit k pamit memasak.
"iya bik "jawab kepada dan aku pergi menuju kamar ku.
ku lihat Nadira masih tidur nyenyak sekali ,mungkin efek bangun terlalu pagi.
aku mengecek hand phone ku ,dan di situ banyak sekali pesan dan telefon tak terjawab dari adik ku, mungkin dia khawatir dan takut terjadi apa apa pada ku.
"ada apa bang ,? maaf tadi adhe nggak dengar abang telefon" chat nya.
"bang"
"bang kok nggak di balas ,ada apa bang"
"jangan buat adhe khawatir bang"
"jawab bang"
"bang" isi semua chat adik ku.
lalu aku pun membalas chat adik ku.
"nggak ada apa apa Dhe ,Abang cuma kangen sama Adhe dan bapak"isi balasan ku.
__ADS_1
dan langsung centang biru .