
malam hari ketika aku dan Ais mau beristirahat untuk tidur,karena sudah larut malam ,Nadira juga sudah tidur dari tadi.
dan saat ini kami berdua ada di dalam satu selimut yang sama. tapi kami berdua belum tidur.
"mas mau cerita sama Ais" kata Ku memecah keheningan.
"mau cerita apa mas ,cerita lah Ais akan menjadi pendengar untuk mas" kata Ais sambil memandang ku.
aku pun menceritakan semua kejadian tadi sore yang aku alami,aku meminta pendapat kepada Ais.
"jadi menurut Ais apa yang harus mas lakukan,terus terang mas bingung menghadapi masalah ini" tanya ku ketika aku sudah selesai bercerita.
"kalau menurut aku, mas harus mempertahan kan Nadira mas ,harta bisa di cari tapi kalau anak tidak akan bisa ada yang menggantikan" kata Ais.
aku pun pun puas dengan jawaban Ais ,berarti dia memang menerima ku dengan semua masalah yang ku hadapi.dan dia memang benar sayang pada Putri ku.
"baik lah , besok aku akan menemui rentenir itu" kata ku .
"iya mas ,tapi mas harus ingat harus membuat surat perjanjian ,dan mendatangi orang tua mbak Jamila untuk meminta tanda tangan mereka " kata Ais.
"iya " sahut ku.
__ADS_1
"tapi kamu ikut ya,sekalian aku perkenalkan pada mereka,mereka baik kok" lanjut ku.
"iya mas" jawab Ais.
"oh iya hampir mas lupa" kata ku sambil mengambil dompet ku di laci meja.
lalu aku mengambil ATM yang biasanya khusus untuk keperluan rumah.
"ini" kata ku memberikan ATM ke tangan Ais.
"apa ini mas" tanya Ais.
"ini ATM khusus buat kamu belanja kebutuhan rumah dan lain lain" kata ku.
"apa lagi ini mas" tanya Ais bingung karena aku beri ATM lagi.
"ini kamu pegang untuk membeli keperluan mu dan sekalian untuk mengirim paman di kampung, setiap bulan aku akan mentransfer nya jadi kamu tidak perlu memikirkan bagaimana cara mengirim paman setiap bulan" kata ku dan Ais langsung terharu meneteskan air mata dan dengan spontan memeluk ku.
"terima kasih mas, mas sudah sangat perhatian pada keluarga ku" kata Ais sambil mendongak memandang wajah ku ,karena dia masih berada di pelukan ku.
"iya" kata ku tapi aku tidak tahan melihat bibirnya yang menggoda iman ku dan dengan perlahan aku mendekat dan ku kecup bibirnya yang seolah olah menantang untuk ku nikmati.
__ADS_1
tidak ada penolakan ku gigit bibir bawah Ais dan seketika dia membuka mulutnya,tak ingin kehilangan kesempatan aku pun langsung masukkan lidah ku ,lidah ku langsung bekerja untuk mengeksplor setiap inci di dalam mulut Ais.
dan ketika pasokan udara kami berdua habis aku pun melepaskan tautan kami,tapi lagi lagi aku langsung menyerangnya lagi,aku pun terlena dan begitu juga Ais,lalu aku mulai mencari cari benda favorit ku dan ketika aku sudah mendapatkan apa yang ku cari aku langsung bermain main di sana, mulut ku tidak tinggal diam terus turun ke bawah kearah leher jenjang Ais karena sekarang dia tidak sedang memakai kerudung yang biasa ia pakai.
ku sesap lehernya hingga meninggalkan bekas merah.
tapi sedetik kemudian Ais terlihat kaget.
"mas ,Ais kan sedang halangan" katanya. takut ,mungkin dia takut aku marah,.sebenarnya aku juga lupa kalau Ais sedang halangan mungkin efek menduda terlalu lama yang membuat ku ingin segera berbuka.hi ...hi...
aku pun juga tersadar dan langsung duduk tegak Mandang Ais yang ketakutan.
'astagfirullah, maafkan mas Ais mas hilang" kata ku.
"tidak mas seharusnya Ais yang minta maaf bukan mas" katanya .
"ya udah sini ayo kita tidur" kata ku, aku mengalihkan semua fantasi ku yang belum bisa tersalurkan dengan mengajak Ais tidur mungkin dengan memeluknya.
"sini " kata ku lagi karena Ais belum juga merebahkan tubuhnya.
dan ketika dia merebahkan tubuhnya aku langsung menariknya ke dalam dekapan ku.
__ADS_1
"tidurlah ,besok kita berangkat pagi, mungkin Nadira nggak aku ajak biar dia sekolah Sama mbak sara" kata ku.dan Ais menganggukkan kepalanya lalu kita berdua pun tertidur.