Suami Yang Tak Dihargai

Suami Yang Tak Dihargai
79


__ADS_3

hari ini adalah hari terbahagia dalam hidup ku ,karena aku akan meminang wanita yang selama ini aku pacari selama satu tahun ini.


para keluarga ,kerabat dan juga tetangga sudah berkumpul di rumah ku untuk melaksanakan acara ijab kobul.


tidak mudah aku melewati semua ini.


aku jadi teringat kala itu.


(satu tahun yang lalu).


setelah acara liburan itu ,aku jadi makin dekat dengan Ais dengan perantara Nadira putri ku.


karena Nadira selalu ingin dan ingin selalu dekat dengan Ais,jadi mau tidak mau aku harus mau menuruti permintaan putri ku.


dan dari situlah tumbuhlah benih benih cinta di antara kami berdua ,aku mengaguminya secara dia m diam tanpa berani mengungkapkannya,bisa di bilang aku takut di tolak karena aku yang seorang duda anak satu tapi di luar ekspektasi ternyata Ais juga diam diam menyukai ku.


aku ingat waktu itu aku di suruh Nadira untuk menjemput Ais untuk di ajak ke rumah kita,katanya dia ingin masak masak sama bundanya.


dan aku pun menurutinya, aku menjemput ais saat sedang tugas menjaga kasir membawanya secara paksa ya secara paksa karena ini hari Minggu sedang ramai ramainya orang makan makan sampai aku juga berdebat dengan Doni.


"aduh kak, tidak ada hari lain apa, selain hari Minggu" kata Doni pada ku.


"pelanggan lagi ramai ramainya kalau hari Minggu" lanjutnya.


"kali ini aja ya Don ,demi Nadira" kata ku.meminta pengertian Doni.

__ADS_1


"ya ,ya,ya baiklah ,suka suka lah kan kakak yang jadi bosnya" kata doni sambil tertawa mengejek, sialan aku di kerjain sama dia,ku pikir dia marah beneran sama aku eh ternyata dia hanya mau menggoda ku.


"btw, selamat bersenang senang ya, juga sekalian di tembak gitu, kakak nggak seru nih" lanjutnya menggoda ku.


"dasar, emang mudah bilang gitu tapi aku takut don takut di tolak kan malu" kata ku.


"elah bilang aja nggak berani " katanya sambil tertawa mengejek. emang bener bener teman laknat.


dan kami berdua pun tertawa bersama ,sampai datanglah Aisya menuju ke arah kami.


"selamat bersenang senang ya, aku keluar kak mau jaga kasir" kata Doni meninggalkan kami berdua.


"ayo sudah siap" kata ku pada Ais.


"sudah kak" jawabnya. aku terpana melihat aura kecantikan Ais karena tadi aku tidak fokus melihatnya.


dan sampai lah kami berdua di rumah ku.


"bunda" teriak putri ku girang karena melihat kedatangan ais.


dan Nadira langsung menempel saja pada Ais seperti perangko.


"'yah Dira mau jalan jalan ya sama bunda" kata Nadira.


"tadi katanya ,hanya mau masak masak sama bunda" kata ku.

__ADS_1


"jadi di rumah saja aja yah ,ayah mau mengerjakan pekerjaan dulu" lanjut ku.


"yah "jawab Nadira kecewa.


"ya udah ayo ikut bunda ke dalam ,katanya mau buat cake " kata Ais.


"iya ayo bunda ayah nggak asik" kata Nadira merajuk.


"aku ke dalam dulu ya kak" kalau sedang bertiga gini Aisya bicara pada ku tidak lagi formal.


"iya" kata ku singkat ,karena Nadira sudah menarik Nadira ke dalam dapur.


"Dira nggak boleh berkata seperti itu pada ayah, kan ayah lagi banyak kerjaan, jadi Dira harus ngertiin kondisi ayah, oke, " kata Ais menasehati putri ku.karena tadi ngambek.


aku jadi menguping pembicaraan mereka berdua.


"iya bunda Dira janji" Kata Dira, aku heran sekali kenap Dira lebih nurut sama Ais dari pada sama aku.


"jangan di ulangi lagi ya ,janji" kata Ais. sambil menjulurkan jari kelingkingnya.


"janji" jawab Nadira.


"bunda sebenarnya, tapi bunda jangan marah yah" kata Nadira. aku jadi penasaran apa yang akan di kata kan nadira.


"ngapain bunda marah" kata Ais sambil terus mengocok adonan kue.

__ADS_1


"sebenarnya ,Dira ingin bunda nikah sama ayah, biar bisa seperti ini terus setiap hari" kata Dira ,aku pun kaget . aku kalah start sama anak ku sendiri ,aku saja tak berani mengungkapkan perasaan ku tapi Nadira dengan entengnya bicara seperti itu,aku jadi penasaran apa yang akan di katakan Ais.


kulihat Ais berhenti sebentar mengaduk adonannya dan beralih menatap Nadira tapi ku lihat wajah ais bersemu merah.


__ADS_2