
" maafin mas ya karena masa lalu mas kamu jadi menangis seperti ini" kata ku sambil menghapus air mata Aisya.
" nggak apa pa mas, ini bukan salah mas" jawab Ais.
"ayo kita lanjutkan sarapannya" kata Ais.
untung Nadira tidak keluar waktu Jamila ribut ribut kalau tidak pasti putri ku sudah kecewa pada Jamila.
POV (Aisya).
pagi hari setelah memasak untuk menu sarapan pagi bersama keluarga kecil ku.
aku menyiapkan segala keperluan suami ku untuk berangkat kerja lalu aku membangunkan putri ku untuk siap siap ke sekolah.
Nadira sudah mandiri dia tidak mau aku mandiin katanya sudah besar harus bisa sendiri,aku salut dengan didikan mas Idris nadira menjadi pribadi yang mandiri walau sekarang sudah ada aku dia tidak mau merepotkan.
aku hanya di suruh menyiapkan baju seragam saja kalau masalah buku dia sudah menyiapkan kalau mau tidur malam hari ,sungguh anak yang pintar semoga bundanya tidak menyesal me nyia nyiakan putri seperti Nadira.
bahkan memakai pakaian seragam pun dia tidak mau aku bantu ,selagi bisa sendiri dia tidak boleh menyusahkan orang lain ,itu kata ayahnya.
karena Nadira susah bisa ganti pakaian sendiri aku pun keluar dari kamarnya dan segera menata makanan untuk sarapan kami bertiga.
kami semua sudah berkumpul di meja makan dan ketika aku menyiapkan makan di piring mas Idris suara bel rumah berbunyi.
__ADS_1
dan saat mas Idris akan berdiri untuk melihat siapa yang bertamu di pagi hari aku melarangnya,aku menyuruh mas Idris tetap duduk melanjutkan makanannya.
dan aku yang keluar untuk membuka pintu,dan saat aku membuka pintu kulihat ada seorang wanita cantik.
lalu aku bertanya padanya.
"selamat lagi , mau mencari siap mbaknya" tanya ku.
dia melepas kaca mata yang di pakainya dan dia taruh di kepalanya.
" kamu pembantu baru ya"bukannya menjawab dia malah bertanya pada ku.
"aku mau ketemu sama Nadira ,di mana dia " lanjutnya.dan sekarang aku tau berarti ini bunda Nadira mbak Jamila mantan istri mas Idris.
belum aku menjawab pertanyaannya dia sudah tanya lagi.
"ada,mas Idris ada di dalam" jawab ku.
" lancang sekali kamu panggil majikan kamu mas, kamu kan cuma pembantu" katanya sambil menatap ku tajam.
"maaf mbak bukannya saya lancang,tapi perkenalkan saya Aisya istri mas Idris" kata ku.
dan seketika mbak Jamila menunjukkan ekspresi terkejut.
__ADS_1
"'apa,kapan kalian menikah ,aku kok tidak tahu" katanya.
"baru 4 hari yang lalu mbak" kata ku.
" ha ha ha jadi selera Idris turun sekarang" kata mbak Jamila sambil tertawa meremehkan.
" wanita kampung seperti mu, tapi jangan pernah berharap untuk menggantikan ku menjadi ibunya Nadira dan mungkin kamu hanya jadi pelampiasan karena Idris belum bisa melupakan ku." katanya meremehkan ku mungkin karena penampilan ku.
"maaf mbak, saya tidak akan pernah merebut hati Nadira mbak akan tetap jadi ibunya" kata ku.
"alah , jangan sok kamu, atau bisa jadi kamu menikah dengan Idris hanya karena mengincar hartanya saja " katanya lagi tak kala pedas dari sebelumnya.
"ya Allah mbak, saya tidak pernah berfikir seperti itu bahkan tidak pernah kepikiran" kata ku.
" nggak percaya aku wanita modelan seperti kamu ini nggak mungkin kalian tidak ada yang di incar, pasti kamu dari keluarga miskin" kata mbak Jamila.
dan ketika aku akan menjawab terdengar suara mas Idris memanggil ku dan seketika mbak Jamila diam.
dan ketika mas Idris melihat siapa yang datang ,mas Idris terlihat marah lalu dia mendekat ke arah ku dan terjadilah perdebatan di antara mereka berdua dan berujung mas Idris mengusir mbak Jamila dari rumahnya dengan mengancam akan di panggilkan scurity barulah mbak Jamila pergi dari rumah ini.
sewaktu mereka berdua berdebat aku hanya mendengarkan.
mas Idris meminta maaf pada ku atas kejadian itu karena masa lalu nya yang kembali hadir mengusik.tapi aku tidak menyalahkan mas Idris.
__ADS_1
ketika aku menerima pinangan mas Idris dan seketika itu juga aku menerima segala kekurangan dan kelebihan dari mas Idris termasuk semua masa lalunya.
POV (Aisya) end.