
entah mengapa firasat ku mengatakan kalau rumah tangga anak ku sedang tidak baik baik saja.
aku merasa menantu ku sudah banyak berubah menurut yang aku lihat, atau mungkin hanya firasat ku saja,entahlah.
sesampainya aku di ruang tunggu,aku langsung memanggil menantu ku.
"nak Jamila kata dokter akan menjelaskan masalah kondisi Idris harus dengan istrinya" kata ku pada mantu ku.
"apa iya pak, harus dengan aku, nggak cukup bapak saja." jawabnya, aku merasa dia tidak suka kalau aku memanggilnya untuk bertemu dengan dokter.
"ya sudah kamu ikut dengan mertuamu mil," sebelum aku menjawab ternyata besan perempuan ku sudah menyuruh anaknya untuk ikut ke ruang dokter.
"ya udah ayo pak" jawab menantu ku dengan malas yang aku lihat, kami lalu pergi ke ruang dokter karena aku tidak mau dokter menunggu terlalu lama.
POV bapak end.
__ADS_1
setelah melalui pemeriksaan oleh dokter,aku ternyata harus di rawat beberapa hari di rumah sakit,kata dokter aku masih harus di pantau.
kalau keadaan ku terus membaik insya Allah Minggu depan aku sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.
akhirnya sudah di pindah kan di ruang rawat, kondisi kulit juga sudah mulai membaik, ya walau pun kaki ku masih tetap sama tidak bisa di gerakkan.
entahlah apakah aku akan kuat melalui ujian ini.
selama akhir di rawat,aku di temani ibu mertua ku,sesekali Nadira di bawah menjenguk ku ,karena tidak baik anak kecil berada di lingkungan rumah sakit.
karena aku sekarang sudah cacat,tapi aku tetap bersyukur karena memiliki bapak dan ibu mertua yang sangat baik dan juga keluarga ku sendiri selalu mensuport aku untuk sembuh.
satu Minggu kemudian.
hari ini aku dinyatakan bisa pulang karena kondisi aku makin membaik,ya walaupun kaki ku masih tetap tidak bisa di gerakkan.tapi kata dokter aku harus ikut terapi dua kali dalam seminggu untuk memulihkan kaki ku.
__ADS_1
aku di jemput bapak dan bapak mertua ku di rumah sakit karena semalam aku di jaga Adik ku dan suaminya karena mereka baru bisa datang menjenguk ku.
jadi ibu mertua ku bisa pulang istirahat di rumah ku , karena selama aku di rawat ibu mertuaku lah yang merawat ku di rumah sakit seperti anaknya sendiri.
kalau Jamila jangan di tanya lagi palingan dia cuma datang kalau sore hari sehabis pulang kerja kalau malam di suruh jaga aku ada aja alasannya,takut Nadira nangis lah nggak ada yang jagain lah capek lah ,jadi ibu mertua ku yang mengalah menjaga ku di rumah sakit.
aku sangat bersyukur di waktu aku sudah tidak di hargai lagi oleh istri ku,tapi aku masih memiliki keluarga yang masih peduli dan menyayangi ku, mungkin ini sudah menjadi takdir ku.
sesudah melunasi administrasi dan mengambil obat serta jadwal terapi,kami semua berkemas untuk pulang.
untung sekali aku mempunyai adik ipar yang seperti saudara ku sendiri,dia tidak pernah hitung hitungan terhadap ku.
selesai berkemas kita semua menuju ke mobil,itu mobil adik ipar ku dia sengaja kesini pakai mobil biasanya kalau pergi berkunjung ke rumah ku dia Paka motor biar cepat katanya.
karena mobil ku tidak bisa di pakai masih ada di bengkel,jadi Adik ku sengaja menyuruh suaminya untuk membawa mobilnya,dia tau kalau aku hari ini di perbolehkan pulang.
__ADS_1
setelah aku di angkat lalu aku di masuk kan ke dalam mobil, bapak ku melipat kursi roda ku dan di taruh di bagasi serta barang barang ku.kami pun menuju pulang kerumah ku.