Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 10


__ADS_3

...ZENIA POV...


Hari-hari berikutnya...........


Hari ini aku sudah di perbolehkan pulang, setelah 1 minggu aku di rawat di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah, ku lihat kedua orang tua mas gibran berdiri di pintu menyambut kepulangan ku, walaupun aku masih merasa kan sakit dan kecewa, tapi aku tetap menunjukan rasa hormat ku pada mereka, karena walau bagaimana pun mereka tidak tau apa-apa.


“Assalamualaikum !! ibu, ayah ” ucap ku pada mereka, sambil menyalami tangan mereka berdua.


“Walaikumsalam, selamat datang kembali nak” ucap ibu susi mantan ibu mertuaku.


Aku tersenyum kepada mereka, dan kami pun masuk kedalam rumah, di ruang keluarga ada mama ku yang lagi bermain dengan raja, aku pun langsung berhamburan memeluk raja, aku sangat merindukan raja.


“Sayang nya bunda, muac, muac ” ucap ku antusias sambil menciumi pipi gembul raja.


Raja hanya tertawa dan aku semakin gemas pada nya, aku juga dapat merasakan kalau dia juga sangat merindukan aku.


“Ayo duduk nak, nia kan belum sembuh benar ” kata papaku.


Aku pun menurut, aku duduk di dekat mamaku sembari memangku raja..


Dari tadi aku mencari mas gibran dan zara, tapi tak juga aku temukan, aku yakin kalau saat ini mas gibran dan zara sudah SAH menjadi suami istri, walaupun papa maupun mamaku tidak ada yang bercerita.


Aku benar-benar tidak menyangka, kalau semua ini nyata, kemaren-kemaren aku sempat berfikir semoga saja ini semua hanya mimpi terburuk dalam hidupku, tapi ternyata itu adalah nyata dalam hidupku, entah apa yang tuhan rencanakan, semoga saja akan ada hikmah nya di balik ini semua.


“Sayang apa kamu yakin akan berangkat ke tempat kakek dan nenek mu besok pagi ??” tanya mamaku.


“Iya ma, nia akan ke sana, nia titip raja ya ma, pa !!” ucapku meyakinkan kan mama.


“Iya sayang, yang penting kamu di sana baik-baik ya !! ingat harus kembali kontrol kesehatan kamu, nanti mama akan hubungin nenek buat nemenin kamu serta mencarikan rumah sakit terbaik buat pengobatan kamu !!” jelas mamaku


“Iya ma, terima kasih buat semuanya ” ucap ku kembali.

__ADS_1


“Sama-sama sayang” jawab mama ku mengelus kepala ku dengan lembut.


“Sekali lagi maafkan gibran ya nia !!” kali ini ibu mertuaku buka suara.


Aku belum bisa menjawab setiap ibu nya mas gibran mengucapkan kata maaf kepadaku, mulutku mungkin saja bisa berkata sudah tidak apa-apa, tapi tidak dengan hatiku, hati ini masih sangat merasa kecewa, marah bahkan mungkin saja aku membenci semua yang berhubungan dengan mas gibran..


Setelah lama berbincang, mamaku mengantarkan aku kembali ke kamar.


Aku lihat kamar itu ada yang berbeda, foto pernikahan yang ku pajang di kamarku sudah tidak ada lagi, mungkin sudah di lepas oleh mama, ku buka juga lemari pakaian nya mas gibran dan ternyata itu sudah kosong, aku menangis tak bisa menahan semuanya, bayangan saat aku membantu mas gibran berpakaian berputar di otak ku, walau bagaimana pun aku masih sangat mencintai mas gibran.


“Kenapa ini harus terjadi padaku tuhan ?? boleh kah aku mengeluh dalam keadaan ini ?? ” ucapku dengan isak tangis.


Karena terlalu lelah aku tertidur, dan aku kembali berharap semoga semuanya hanya mimpi belaka, entahlah aku belum bisa menerima semua nya.


**************


Keesokan pagi nya, tepat pukul 04:30 pagi aku terbangun dari tidurku, aku langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim yaitu sholat subuh.


Setelah melaksanakan sholat subuh, aku merapikan baju-baju ku kedalam tas, yang mana hari ini aku akan berkunjung ke tempat nenek, entahlah dorongan dari mana hingga aku sangat ingin ke sana, dan tujuan utama ku ingin menenangkan diri dari bayangan mas gibran.


“Pagi ma, pa” ucap ku pada kedua orang tuaku


“Pagi juga sayang, ” jawab mereka serempak.


Aku duduk berhadapan dengan mama, dan lagi-lagi aku teringat dengan mas gibran, biasnya dia duduk di samping ku dan aku menyiapkan sarapan untuk nya, tapi hari ini tak ku dapatkan dia lagi, entah apa kabarnya dia sekarang, apa dia bahagia hidup bersama dengan zara.


Papa yang melihat aku terus melirik kesamping, mengerti kalau aku lagi merindukan mas gibran.


“Nia kamu ingat gibran ya ??” tanya papaku.


Aku mengangguk pelan, dan papa menghembuskan nafas berat.


“Nia harus lupain gibran ya !! papa yakin nia bisa, mungkin gibran bukan jodohnya nia, semoga nanti akan ada orang yang akan mencintai nia dengan tulus” ucap papa ku dengan lembut.

__ADS_1


“Iya pa semoga saja, tapi kalau untuk menikah lagi nia gak mau pa, nia trauma akan lelaki, bagi nia lelaki yang baik di dunia ini hanya papa, yang tidak akan pernah menyakiti perasaan nia ” kataku, dan air mata langsung mengalir deras di pelupuk mataku.


Mendengar perkataan ku papa langsung memeluk ku, dan acara sarapan pun berakhir dengan tangisan.


Setelah semuanya tenang, aku langsung berangkat menuju rumah nenek, dan papa bersih keras untuk mengantarkan aku, walau aku menolak tapi tetap saja papa ingin mengantarkan aku dan akhirnya aku mengalah.


Aku pamit dengan mamaku, ku peluk erat mama ku, begitupun dengan raja seolah mengerti kalau aku akan meninggalkan dia, raja pun menangis dengan sangat kencang hingga aku tak tega meninggalkan dia, tapi aku juga ingin melupakan mas gibran, dan membuat hidupku tenang kembali.


Akhirnya dengan berat hati aku pergi meninggalkan raja dan mamaku, kulambaikan tangan ku kepada mereka berdua orang yang sangat berarti dalam hidupku.


Perjalanan menuju kota D ku tempuh dengan 2 jam perjalanan, aku dan papa tiba disana jam 10 pagi, karena dari rumah kami berangkat jam 8 pagi.


Aku langsung di sambut oleh nenek dan kakek ku, dan aku langsung memeluk nenek ku dengan sangat erat.


“Aku kangen nenek” ucapku dengan suara manja.


“Nenek juga kangen sayang sama nia” jawab nenek ku.


Aku dan papa masuk kedalam rumah nenek, rumah yang sering aku tinggali saat aku kecil, namun saat zara lahir aku sudah jarang kesini karena aku sudah ada mainan baru yaitu adik ku zara.


“Nek aku langsung ke kamar ya ” kataku pada nenek.


“Iya sayang, udah nenek bersihkan kamarnya ” jawab nenek ku.


Aku pergi meninggalkan nenek dan kakek serta papaku, untuk beristirahat di kamar, karena tubuhku terasa sangat lelah, dan tak lama aku tertidur.


*******


LIKE+KOMEN DAN VOTE YANG BANYAK YA !!!


*


**

__ADS_1


***


__ADS_2