Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 42


__ADS_3

1 bulan kemudian Gibran benar-benar mencari bukti jika ia di jebak oleh Zara, tapi nihil tak ada satupun bukti yang ia dapatkan, karena saat dia ke kafe tempat dia dan Zara bertemu untuk memeriksa rekaman CCTV ternyata rekaman itu sudah tidak ada, dan kata petugasnya kalau rekaman itu di hapus, Gibran juga tak bisa melakukan banyak hal karena memang itu sudah sangat lama.


Gibran benar-benar prustasi dengan keadaan yang menimpahnya sekarang, di tambah dengan kelakuan Zara yang selalu minta di temanin berobat kemanapun karena sampai sekarang dia tak kunjung hamil, 1 minggu yang lalu Zara baru saja menstruasi.


Tidak lama ponsel Gibran berdering, tertera nama ibu disana, Gibran langsung menggeser tombil hijau untuk menjawab panggilan dari ibunya.


“Halo bu” ucap Gibran dengan lesu.


“Halo Nak, kamu kenapa kok sepertinya lemas benar ?? Kamu sakit??” tanya Susi bertubi-tubi.


“Tidak bu, Gibran tidak apa-apa, Gibran hanya capek aja Bu karena banyak kerjaan, ada apa ibu menelfon Gibran di jam kerja seperti ini ??” ucap Gibran berbohong, dia tidak ingin ibu nya khawatir dengan kondisinya sekarang.


“Nanti pulang kerja kerumah ibu dulu ya !! Ada yang ingin ibu sama Ayah sampaikan” pinta Susi.


“Iya bu, nanti Gibran kesana” jawab Gibran.


“Iya,kalau begitu ibu tutup ya telfon nya, Assalamualaikum” ucap Susi kemudian.


“Walaikum salam” balas Gibran.


Setelah sambungan terputus Gibran memijit keningnya, dia benar-benar pusing dengan kehidupan nya sekarang, Kembali dia mengingat kenangan bersama mantan istrinya, seketika air matanya menetes.


Flasback on.


“Mas ayo kejar adek” pinta Zenia kepada suaminya.


“Awas ya kamu kalau ke tangkep, mas habisi” balas Gibran dan langsung berlari mengejar sang istri.


Mereka berdua lagi bermain di sekitar pantai, terus berlari saling mengejar di iringi dengan canda tawa yang menampakan kalau mereka berdua sangat bahagia.


“Hap, ke tangkep juga akhirnya” ucap Gibran setelah berhasil menangkap tubuh mungil sang istri.


“Hahaha, cukup mas !! Adek pusing” ujar Zenia karena Gibran mengangkat tubuhnya sembari berputar.


Gibran menghentikan putaran nya, mereka berdua saling pandang.


Flasback Off


“Gibran pradipta” panggil seseorang.


Gibran akhirnya tersadar dari lamunan nya, dan ternyata itu adalah suara bos nya.


“Eh maaf bos, saya melamun, ada apa ya bos??” tanya Gibran.


“Mana laporan bulan kemaren ?? Tolong antarkan ke ruangan saya !!” pinta sang atasan.


“Baik bos, segera saya antarkan” balas Gibran dengan sopan.


“Masalah keluarga jangan di bawa ke kantor biar gak melamun” ujar atasan nya sembari berlalu dari hadapan Gibran.


Gibran segera mencari laporan yang di minta atasan nya setelah ketemu Gibran melangkah kan kaki nya menuju ruangan bos nya.


*

__ADS_1


*


*


“Uuwweekk_ uuwweekk” Zenia mengeluarkan isi dalam perutnya, walau hanya Cairan berwarna kuning yang ia keluarkan.


Zahran dengan sabar membantu istrinya, dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya Yang dari tadi terus mual dan muntah, bahkan Zenia belum makan sama sekali, karena saat mencium bau masakan dia akan kembali memutahkan isi perutnya.


Zahran membantu Istrinya untuk berbaring di tempat tidur, sedangkan dia turun ke lantai bawa untuk membuatkan Zenia teh hangat.


Zahran langsung mengbari Abi dan Umi nya agar dagang kerumahnya, Tidak lama mereka sudah berada di kediaman Zahran.


“Assalamualaikum” sapa Abi dan Umi.


“Walaikum salam” jawab Zahran keluar dari dapur menghampiri kedua orang tuanya.


“Bagaimana keadaan Nia Nak ??” ucap Umi saat Zahran telah selesai mencium tangan nya.


“Masih seperti tadi Umi, Zahran sangat khawatir sama dia” ucap Zahran dengan gelisa.


“Kenapa gak di bawa kerumah sakit Nak ??” tanya Abi heran.


“Nia gak mau Abi, katanya dia hanya masuk angin biasa” jelas Zahran.


“Raja mana ??” tanya Umi lagi, karena dia tidak melihat Raja dari tadi.


“Raja di bawa Fahri jalan-jalan Mi” ujar Zahran.


Tiba-Tiba terdengar suara Bibi yang membuat mereka bertiga langsung berlari ke kamar.


Zahran langsung naik ke atas di susul Umi dan Abinya, saat sampai di kamar benar saja Zenia sudah tergeletak di lantai dekat tempat tidur, Zahran langsung mendekati istrinya kemudian menggendong nya naik ke atas tempat tidur.


“Astaghfirullah, sayang kamu kenapa ??” ucap Zahran khawatir.


“Langsung bawa ke rumah sakit aja Ran !! Biar langsung di tangani, lihat muka nya pucat sekali” ujar Umi juga khawatir.


Zahran langsung menggendong tubuh istrinya untuk segera di bawa ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Zenia langsung di bawa ke ruang IGD, Zahran tampak gelisa menunggu hasilnya, dia benar-benar takut terjadi sesuatu kepada istrinya.


“Tenang Ran, Nia pasti akan baik-baik saja” ucap Abi.


“Astaghfirullah” ucap Zahran beristighfar.


Tidak lama dokter yang memeriksa Zenia keluar


“Dengan keluarga pasien” panggil dokter.


“Saya suaminya dok, bagaimana keadaan istri saya ??” tanya Zahran tak sabar.


“Istri bapak tidak apa-apa dia hanya kekurangan nutrisi, dan mungkin karena belum ada asupan makanan yang masuk ke dalam perutnya hingga membuat dia tak sadarkan diri” jelas dokter tersebut.


“Allhamdulilah” ucap Zahran legah.

__ADS_1


“Tapi kenapa menantu saya selalu mual dan munta dok ??” tanya Umi.


“Oh itu biasa terjadi bagi ibu hamil” jawab dokter dengan enteng, dia kira Zahran dan kedua orang tuanya sudah mengetahui kehamilan Zenia.


“Apa dok ?? Istri saya hamil ??” tanya Zahran memastikan.


“Loh bapak belum tau ??” dokter itu tampak mengerutkan keningnya.


Zahran hanya menggeleng kan kepalanya, karena dia benar-benar tidak tau kalau istri nya lagi berbadan dua.


“Istri bapak tengah mengandung, untuk mengetahui berapa usianya silahkan langsung ke dokter kandungan !!” jelas dokter itu lagi.


“Alhamdulillah Ya ALLAH, MasyaAllah Tabarakallah” ucap Zahran, langsung sujud syukur



Rabbi habli min ladunka dzurriyatan thayyiban innaka sami'ud du'a.


Artinya:


" Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."


Setelah dokter itu pamit, mereka bertiga langsung masuk kedalam ruangan Zenia.


“Sayang” panggil Zahran karena Zenia sudah sadarkan diri.


“Nia mau apa Nak ?? Mau minum??” tawar Umi dan langsung di angguki oleh Zenia, dia benar-benar sangat lemas untuk menjawab pertanyaan Uminya.


Umi langsung mengambil air minum untuk menantunya, Zahran membantu istrinya untuk duduk.


“Sayang terima kasih telah mengandung anak ku” ucap Zahran, ia juga tak kuasa menahan air mata nya, Zahran langsung memeluk erat tubuh Zenia, dia menumpahkan rasa bahagianya karena sekarang di rahim istrinya sudah tumbuh buah cinta mereka.


“Maksud kamu aku hamil By ??” tanya Zenia heran.


“Iya sayang, di sini sudah tumbuh buah cinta kita” jawab Zahran sembari mengelus perutnya yang masih rata.


“Alhamdulillah” kata Zenia terharu, air matanya juga mengalir deras.


“Terima kasih Nak, sudah mau mengandung cucu Abi dan Umi ya” ujar Abi kepada menantunya.


“Sama-sama Abi” jawab Zenia.


Zenia sangat bahagia dengan kabar kalau saat ini dia tengah mengandung anak dari suami nya.


“Ayo pulang By !!” ucap Zenia.


“Sebentar sayang, kita kedokter kandungan dulu ya !!” pinta Zahran dengan lembut.


“Iya By” jawab Zenia.


Mereka semua keluar dari ruangan IGD, Zahran dan Zenia pergi ke poli kandungan, sedangkan Umi dan Abi mereka duluan pulang, takutnya Raja sudah pulang dan dia mencari keberadaan Zahran dan Zenia.


**LIKE + KOMEN + VOTE YA.

__ADS_1


AUTHOR MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2021 UNTUK PARA RIEDER PEMBACA SETIA NOVEL INI, SEMOGA TAHUN INI CITA-CITA SERTA KEINGINANNYA TERCAPAI**..


__ADS_2