
Gibran pergi meninggalkan ibunya yang masih marah-marah.
“Gibran, ibu belum selesai bicara” teriak Susi tapi Gibran tetap melangkahkan kaki nya dan masuk kedalam kamar.
“Pokok nya aku harus membujuk Gibran agar membawa Raja pulang ke Indonesia ” batin Susi.
Sementara di kamar, Gibran merasa pusing, berulang kali dia beristighfar untuk menenangkan hatinya.
“Astaghfirullah” desah Gibran.
“Aku tidak akan tega merebut Raja pada Nia, walaupun aku ini ayah kandung Raja, aku sadar apa yang telah aku lakukan padanya selama ini, kalau sampai aku membawa Raja pergi itu artinya aku menyakiti perasaan Nia lagi”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di turki setelah menemani ketiga anak nya bermain, Zahran pergi menemui sang istri yang lagi membuat jus di dapur.
“Sayang lagi apa ??” tanya Zahran.
“Lagi bikin jus by, Byby mau juga ??” Zenia balik bertanya.
“Hmmm, boleh” jawab Zahran, kemudian dia mendekat ke arah sang istri yang tengah memasukan potongan buah ke dalam blender, Zahran melingkarkan tangan nya di perut Zenia, dia memeluk istrinya dari belakang.
“By” pekik Zenia terkejut.
“Apa sih sayang ?? gak usah teriak-teriak telinga byby sakit dengarnya”
“Byby ngapain meluk Nia di sini ?? entar kalau ada yang lihat bagaimana ? kan malu” ucap Zenia sembari berusaha melepaskan pelukan Zahran, tapi tangan Zahran mala bertambah erat memeluk Zenia.
“Tapi Byby mau peluk kamu sayang” ucap Zahran dengan nada manja membuat Zenia terkekeh.
“Oh jadi sekarang Ustadz Zahran sedang dalam mode manja ternyata” Zenia membalikkan badan nya hingga berhadapan dengan sang suami.
Zahran tersenyum tanpa aba-aba Zahran mencium bibir sang istri walaupun di tutupi dengan cadar tapi Zahran tetap merasakan bibir mungil istrinya.
“By, nanti kalau anak-anak lihat bagaimana??”
“Tidak akan mereka kan lagi berada di kamar, nemenin Abang Raja belajar” jelas Zahran.
Dan tak lama kemudian------
“Baba sama Bunda lagi ngapain ??”
Deggggg.
Zahran dan Zenia saling pandang, dengan cepat Zahran melepaskan pelukan nya, dia melihat Arda sedang berdiri di sana sembari membawa buku gambar.
__ADS_1
“Hehe, enggak ngapa-ngapain sayang” jawab Zahran sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sementara Zenia hanya tersenyum di balik cadarnya terlihat dari matanya yang menyipit, kemudian Zenia berjinjit untuk membisikkan sesuatu kepada suaminya.
“Makanya jangan jahil, bingung kan cara ngejelasin sama anak nya” bisik Zenia sembari terkekeh.
“Hehe” Zahran hanya terkekeh.
“Astaghfirullah, kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini ?? saat sedang di tangkap basah oleh anak ku sendiri ?? seperti sedang ketangkap basah sama ibu saja karena pacaran” batin Zahran sembari geleng-geleng kepala.
“Baba sama Bunda sedang apa tadi ??” kembali anak berusia 2 tahun itu melontarkan pertanyaan yang sama.
Zahran mendekati anak nya, dia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak.
“Tidak sedang apa-apa Nak, tadi Baba hanya menemani Bunda bikin jus” jawab Zahran sembari tersenyum.
“Bohong itu Kak” sahut Zenia
“Bohong bagaimana sih Bun ?? Kan Baba tadi beneran sedang menemani Bunda bikin jus” balas Zahran, karena memang dirinya tidak berbohong dengan mengatakan kalau Zahran sedang menemani Zenia bikin jus, cuman cara Zahran yang menemani itu yang salah karena memeluk istrinya.
“Is, tapi kan tadi Baba beda cara nemenin bunda nya” balas Zenia lagi.
“Beda nya bagaimana Ba ??” pertanyaan itu terlontar dari bibir mungil Arda.
“Eh” Zahran terdiam tidak mungkin kan dia bilang kalau tadi dia sedang memeluk sang istri dari belakang, sembari menggodanya, kemudian Zahran melihat kertas yang di bawa anak nya.
“Ini apa Nak ?? Kakak gambar apa tadi ??” tanya Zahran untuk mengalihkan pertanyaan anak nya.
Zahran membalas senyuman Arda, kemudian dia mengambil kertas itu, Zahran melihat hasil lukisan Arda sebuah pesawat terbang.
“Wah bagus sekali, Anak Baba semakin pintar menggambarnya” puji Zahran merasa bangga kepada Arda, begitupun dengan Raja dan Adel Zahran juga tak kalah bangga.
“Kak kenapa sih harus jadi pilot ?? apa gak ada cita-cita lain ?? jadi dokter misalnya ??” Zenia bertanya kemudian mendekat kepada suami dan anaknya.
“Jadi pilot itu keren bunda, kakak bisa berkeliling dunia” jawab Arda.
Zenia menghela nafasnya, bukan Zenia tidak mendukung cita-cita Arda yang ingin menjadi pilot, tapi Zenia terlalu khawatir dengan anak nya, apalagi saat dia sering melihat berita di televisi yang menayangkan tentang jatuh nya pesawat dia takut hal itu akan terjadi kepada Arda yang ingin sekali menjadi pilot, begitupun dengan Raja yang ingin menjadi tentara.
Zahran tau betul dengan perasaan sang istri karena Zenia selalu bilang kalau Zahran tidak boleh mendukung cita-cita Raja maupun Arda, tapi Zahran hanya tersenyum.
“Sayang udah ya, Arda masih kecil, siapa tau pas udah besar nanti dia berubah pikiran” Ucap Zahran dengan lembut.
“Semoga By”
“Baba-- Bunda” teriak Raja dan Adel dengan berlari.
“Iya Sayang, jangan lari-lari nanti jatuh” ucap Zahran kepada kedua anak nya yang lain.
__ADS_1
“Ada apa ??” tanya Zahran saat melihat Raja dan Adel sudah berdiri di dekatnya.
“Tidak ba, Abang mau minta jus sama Bunda" jawab Raja.
“Iya Ba, tenapa lama cekali Bunda buat jusnya ??” tanya Adel dengan gaya imutnya.
“Tau tuh Bunda, kenapa lama sekali bikin jusnya” Zahran ikut-ikutan bertanya pada istrinya.
Zenia mendengus, dia lama bikin jus kan karena di gangguin sama Zahran.
“Iya ini jus udah jadi kok, Sekarang Abang, Kakak sama adek tunggu di meja makan saja ya, nanti bunda bawakan" ucap Zenia sembari menata gelas di atas nampan.
“Baik Bunda" jawab ketiga anak nya, mereka pun berlari.
“Buat byby gak ada nih ??” god Zahran.
“Gak ada, bikin aja sendiri” jawab Zenia dengan ketus.
“Ternyata bidadari Byby sedang marah, Byby sedih nih jadinya” balas Zahran dengan nada manjanya.
“Gak usah bicara di buat-buat seperti itu by, Nia kan gak jadi marah”
“Hehe, syukurlah kalau gak jadi marah, Byby tidak ingin istri solehah nya Byby marah-marah” balas Zahran tersenyum.
“Byby bisa aja deh bikin Nia meleleh”
“Hehe” Zahran terkekeh.
“Ya sudah sana anterin dulu jusnya sebelum ketiga anak kita kembali ke sini dan memergoki kita sedang pacaran” pinta Zahran.
“Iya By” Zenia pun pergi meninggalkan suaminya dengan membawa nampan yang berisi jus apel kesukaan anak-anak nya.
Sementara Zahran tersenyum bahagia sembari memandangi punggung istrinya yang berjalan meninggalkan nya.
Kemudian Zahran membaca doa dalam hatinya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al Furqan ayat 74).
Dia berharap keluarganya akan selalu di limpahkan kebahagiaan.
******
__ADS_1
Ini hari senin kan, tolong Vote nya ya.. dukung author biar tambah semangat..