Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part25


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya hasil tes DNA antara Angga dan Zea keluar juga, dan hari itu juga mereka akan segera ke bandung, untuk melihat hasil tes nya.


Dan entah kenapa Zea gugup dan sedikit takut, takut kalau ternyata dia bukan anak kandung Angga dan Maya, Zea sangat berharap dia anak kandung mereka karena Zea sudah sangat nyaman berada disisi Maya yang sifatnya sangat penyayang.


Tiba di kota Bandung, mereka langsung menuju rumah sakit tempat mereka melakukan tes DNA, ternyata disana sudah ada Abi Ahmad dan Umi Fadillah.


“Assalamualakum Abi, Umi, sudah lama menunggu ??" tanya Angga sembari mengucapkan salam dan menjabat tangan Abi Ahmad sementara kepada Umi Angga hanya menangkupkan kedua tangan nya di dada.


“Waalaikumsalam, belum juga pak Angga" balas Abi Ahmad.


Zea pun langsung menyalami tangan Abi dan Umi nya, setelah itu mereka masuk kedalam untuk mengambil hasil tes tersebut.


Tiba di ruangan dokter Rian, semua nya di suruh masuk, awalnya hanya berdua saja yang di suruh masuk tapi mereka tetap ingin masuk kedalam, dan akhirnya Dokter Rian terpaksa mengabulkan.


Angga dan Zea duduk berhadapan di depan dokter Rian, sementara yang lain berdiri di belakang mereka, tangan Zea berkeringat, dia sangat takut dengan hasil nya.


“Ya Allah semoga hasil tes nya sesuai dengan yang aku harapkan!!” doa Zea dalam hati.


“Baik saya akan menjelaskan hasil tes DNA yang di lakukan oleh bapak Angga dan nona Zea, dan hasil nya adalah -------” dokter Rian menjedah ucapan nya sembari mengamati ketegangan di antara mereka, dokter Rian juga mengamati hasil tes tersebut.


“Bahwa Bapak Anggara Bagaskara adalah Ayah kandung dari Zea Shakila” lanjut dokter Rian lagi sembari tersenyum.


Semuanya terdiam, mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh dokter Rian.


“Ini benaran kan dok ??" suara Maya melengking di ruangan itu.


“Iya bu, nona Zea adalah putri kandung bapak Anggara” jawab dokter Rian tersenyum.


“Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih atas semua ini" sahut Angga dia pun langsung bersujud syukur atas semuanya.


“Zee, kamu beneran anak mama nak !!" ucap Maya memeluk tubuh Zea.


“Hiks---Hiks, Mama” balas Zea menangis di pelukan sang mama.


Jika Maya merasakan kebahagiaan berbeda dengan Umi, dia menatap sendu ke arah Zea, akhirnya ketakutan nya selama ini untuk tidak kehilangan Zea terkabul sudah, kemaren Umi sempat berdoa semoga Angga dan Maya bukan kedua orang tua kandung Zea, katakan lah dia jahat, tapi bagaimana lagi, Umi sudah merawat Zea dari bayi, menumpahkan kasih sayang yang cukup untuk Zea, dan sekarang ketika putri nya sudah dewasa, mala dia harus kehilangan nya di karenakan kedatangan kedua orang tua kandungnya.


Abi Ahmad yang melihat istri nya bersedih langsung memeluk nya dan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Angga, Maya dan Zea yang masih menangis bahagia.


“Kenapa Abi ?? kenapa secepat ini ?? Umi belum sanggup kehilangan Zee Abi” ucapnya tersedu-sedu.

__ADS_1


“Sabar Umi !! dulu Abi juga sudah sering mengingatkan semua ini, kalau Zee pasti akan bertemu Ayah dan Ibunya, kita sebagai kedua orang tua angkat nya hanya bisa pasrah, tegarkan hati Umi ya !!” ucap Abi Ahmad dengan lembut.


*


*


*


Sementara di Turki, Zahran dan Zenia sedang berkemas untuk keberangkatan besok pagi, Zahran sengaja memesan tiket yang berangkat pagi sekali supaya mereka sampai di indonesia masih soreh..


“Kamu sudah hubungin Mama dan Papa kan ??” tanya Zahran sambil merapikan pakaian nya kedalam koper.


“Oh ya ampun Nia lupa By" jawab Zenia sambil menepuk jidadnya, karena bagaimana bisa dia lupa mengabari kedua orang tua nya.


“Kamu ini, bikin Byby tambah gemas deh, sudah sana hubungin Mama dan Papa dulu, keluarga di ponpes juga sudah byby hubungi, tadi byby kira kamu sudah menghubungi mama dan papa makanya byby tidak menghubungi"


“Iya by”


Dengan segera Zenia mengambil ponselnya untuk menghubungi Mama dan Papa nya.


“Halo Assalamualaikum Ma” ucap Zenia setelah sang Mama menjawab telefon dari nya.


“Besok sore jemput di bandara ya ma, Nia sekeluarga mau pulang” /Zenia.


“Beneran sayang ?? kamu gak bohong kan ?? ya Allah Mama senang banget dengarnya”


“Iya ma, tunggu di sana”


“Iya sayang, kalian hati-hati di jalan !! semoga selamat sampai tujuan"


“Iya Ma, udah dulu ya Nia hanya ingin mengabari itu saja, Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam"


Sambungan telefon pun terputus.


“Sudah ??” tanya Zahran.


“Sudah By, loh kok baju yang itu di keluarkan By, kan sudah Nia masukkan tadi" .

__ADS_1


“Itu buat di pakai besok, pas di pesawat”


“Iihh gak mau, itu terlalu tebal by, nanti Nia kepanasan, itu untuk besok udah Nia siapkan”


“Ini aja pokoknya, !! byby suka yang ini, dan mana ada panas, barang disana pakai Ac kok, nanti kalau masih panas Byby bawa kipas angin” jawab Zahran membuat Zenia melongoh


Sejak kapan Zahran bersikap seperti itu padanya.


“Isst.. iya-iya , Nia pakai yang itu” ucap Zenia kesal.


“Gitu dong, jadi Byby makin cinta”


Oh Astaga, ini beneran Ustadz Zahran kan ?? pikir Zenia, tapi kenapa sikap nya lebay sekali sih..


Tak menjawab Zenia malah menyiapkan sepatu untuk di pakai besok, Zenia mengambil sebuah Heels yang tidak terlalu tinggi, karena dia sadar kalau saat ini dia sedang mengandung, Zahran yang melihat Heels itu langsung bertanya.


“Itu buat apa sayang ??" tanya Zahran heran.


“Buat di pakai besok, Nia bawa ini saja kan sandal Nia banyak di rumah” ucapk Zenia enteng.


“No, No, No” ucap Zahran sambil menggerakkan jari telunjuk nya kekiri dan kekanan “Pakai yang ini saja, itu terlalu tinggi” lanjutnya sembari memberikan sebuah sandal berwarna pink tersebut.


“By itu kan sandal jepit, masa Nia pakai itu sih, kan gak lucu" balas Zenia kesal dengan pilihan suaminya


“Tidak ada bantahan,!! besok pakai yang ini, mau sandal jepit atau apalah itu namanya byby tetap ingin sayang pakai ini, lihat warnanya pink kan, cantik itu warnanya, apalagi kamu yang pakai jadi tambah cantik”


“Ya Allah By, masa Nia pakai sandal jepit sih ?? pakai sepatu kets aja ya, gimana ?? boleh kan ??" tawar Zenia karena dia tidak bisa membayangkan besok harus pakai sandal jepit.


“Kalau pakai sepatu nanti mau melepasnya di pesawat susah, udah pokonya pakai yang ini"


Zenia mendengus kesal, “Udah sana Byby saja yang siapkan, Nia mau ke kamar anak-anak dulu" Zenia pun memilih pergi dari pada berdebat dengan sang suami


Zahran tersenyum kepada istrinya, dengan semangat dia memasukkan kembali pakaian nya, dan meletakkan kedalam lemari yang tidak di bawah.


*


*


*

__ADS_1


...LIKE DAN KOMEN....


__ADS_2