
“Assalamualaikum” sapa Fauzan saat Zea sudah berdiri di depan nya.
“Waalaikumsalam” balas Zea.
Entah kenapa dia deg-deg kan saat tak sengaja berpandangan dengan Fauzan, begitupun dengan Fauzan jantungnya berdegup sangat kencang.
“Eeehheeemm” seru Angga melihat kecanggungan kedua orang itu.
Fauzan dan Zea menjadi salah tingkah.
“Jangan di pandangin terus, ingat belum halal Zan” ucap Zahran terkekeh.
“Iya pak, maaf" balas Fauzan cengengesan, wajahnya sudah berubah menjadi merah seperti tomat sekarang, dia benar-benar malu.
“By, sudah” tegur Zenia.
“Hehe, iya sayang” balas Zahran.
“Boleh saya bicara dengan Zee Om ??” tanya Fauzan meminta izin kepada Angga.
”Boleh” jawab Angga tersenyum.
Fauzan membalas senyuman Angga kemudian dia mengajak Zea untuk bicara dengan nya di teras depan, Zea pun mengikuti langkah kaki Fauzan.
Kini mereka berdua sudah berada di teras depan rumah Angga, tapi mereka tetap menjaga jarak, karena baik Fauzan atau pun Zea tau kalau mereka belum halal.
“Bagaimana keadaan adek ??”tanya Fauzan mengawali pembicaraan.
“Alhamdulillah baik mas, Mas sendiri bagaiman kabarnya ??”
__ADS_1
“Seperti yang adek lihat, mas juga sehat”
Hening tak ada lagi pembicaraan dari mereka, walaupun Fauzan dan Zea sudah lama menjalin hubungan dengan ta'aruf tapi mereka tetap merasakan kecanggungan jika sedang bertemu.
Zea ingin sekali menanyakan kapan Fauzan akan melamarnya kembali, tapi Zea tidak punya keberanian, begitupun dengan Fauzan sebenarnya dia juga sangat ingin segera memperistri Zea, tapi mengingat kalau Zea baru saja bertemu dengan kedua orang tuanya jadi Fauzan kembali ingin menundanya.
Malam kembali datang, sinar rembulan sudah bersinar dengan terang menggantikan sinar matahari.
Setelah melaksanakan sholat isya, Gibran menatap ke luar jendela, dia bingung dengan perasaan nya kenapa nama Zea sudah bertakhta di hatinya padahal dia dan Zea baru beberapa kali bertemu.
Gibran menghela nafas nya dengan kasar, dia tau tidak akan mungkin Zea dapat dia miliki, sala-satu penceganya yaitu Angga, dia pasti adalah orang terdepan yang akan menentang hubungan nya, di tambah lagi ternyata Zea sudah memiliki kekasih.
“Gibran sadarlah, kamu itu manusia pendosa, bagaimana bisa kamu mengaggumi wanita sepertinya, dia terlalu sempurna untuk mu Gib, bahkan untuk memikirkan nya saja kamu tidak berhak” ucapnya pada diri sendiri.
Kemudian dia mendongakkan kepalanya, memejamkan matanya sejenak.
“Ya Allah engkaulah yang menciptakan makhluk, engkau juga yang menciptakan adanya cinta, maka dari itu hamba mohon hapus lah namanya di hatiku !” Gibran berdoa dalam hati.
Gibran merasa tidak pantas untuk Zea, akhirnya dia membiarkan rasa cintanya dia pendam sendiri hingga rasa itu hilang dengan sendiri, rasa cinta yang tak ingin dia ungkapkan,, Gibran berharap dia segera menemukan jodohnya kembali suatu hari nanti.
Berbeda dengan Ica, dia sudah pulang ke indonesia karena di paksa oleh kedua orang tuanya, sudah cukup Ica menghilang hingga membuat kedua orang tuanya sangat khawatir.
Malam itu Mama nya Ica menemani sang putri tertidur, dia hanya takut Ica kembali kabur seperti dahulu, walau itu sangat mustahil karena Papa nya Ica sudah memasang tralis agar Ica tak bisa keluar melalui jendela kamarnya.
“Tidurlah sayang !!" Ucap sang mama dengan lembut.
“Ica belum ngantuk Ma, Mama tidur saja duluan” jawabnya tanpa menatap sang mama.
“Ca mau sampai kapan kamu seperti ini Nak ?? Mama kangen dengan Ica yang dulu” kata Mama nya dengan sedih.
__ADS_1
“Ma apa Ica sebegitu kotornya ya ?? sampai Ica tidak pantas menjadi istrinya Zahran lagi ??” bukan malah menjawab pertanyaan sang Mama, Ica malah mengajukan pertanyaan yang membuat sang Mama sulit untuk menjawab.
Mama Ica mendekat, mengelus rambut sang anak yang tergerai panjang, “Tidak sayang, kamu adalah wanita yang baik, tapi kamu dan Zahran bukan berjodoh”
“Tapi Ma----”.
“Ca dengarkan mama !! tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna, semuanya pasti pernah melakukan kesalahan, begitupun dengan kamu, jadi kamu jangan berpikir kalau kamu adalah wanita kotor” sang Mama menjedah ucapan nya
“Coba untuk ikhlas, !! menerima semua takdir dari Allah, Mama yakin kamu mampu melewati semua ini, dan Mama juga yakin kamu akan mendapatkan sosok lelaki yang akan mencintai kamu apa adanya”
Ica merasakan sangat bersalah dan berdosa karena meninggalkan Zahran di hari mereka akan bertunangan, Ica malah lebih memilih kabur bersama laki-laki lain, laki-laki yang membuat Ica lupa diri, tapi saat Ica sudah berhasil di bawahnya kabur ternyata Ica hanya akan di jadikan wanita malam, karena takut dengan ancaman nya Ica pun menuruti semua permintaan laki-laki itu.
1 tahun dia mengikuti semuanya, bahkan tubuhnya sudah di nikmati banyak laki-laki, Ica takut dan juga merasa hancur, pria itu adalah Alex, Ica dan Alex telah menjalin hubungan sebelum kedua orang tuanya menjodohkan nya dengan Zahran, Ica pikir Alex benar-benar mencintainya tapi ternyata Ica salah, Ica hanya di jadikan pemuas laki-laki hidung belang demi kemajuan perusahaan nya.
Hingga saat itu dia punya kesempatan untuk menghubungi kedua orang tuanya dan meminta mereka melaporkan Alex ke polisi, beruntungnya Ica selalu merekam transaksi jual beli itu hingga akhirnya Alex berada di penjara.
Sang Mama sangat bersedih melihat keadaan Ica seperti ini, Ica hanya menangis setiap malam, seandainya dia tidak meninggalkan Zahran mungkin semua ini tidak akan terjadi, Ica hanya berandai setiap hari, hingga dia berpikir untuk mengejar Zahran lagi, dia tau Zahran tinggal di kota D tapi dia tidak punya keberanian untuk kesana.
Kedua orang tua nya tidak tau apa yang Ica rencanakan, mereka terlihat biasa saja apalagi Ica mulai menutup auratnya, tapi 2 tahun kemudian Ica kabur setelah dia mendapatkan informasi kalau Zahran berada di turki.
Tapi mencari keberadaan Zahran di negara Turki bukan lah hal yang mudah, butuh waktu berbulan-bulan untuk mencarinya, sampai dia di pertemukan dengan Zahran karena Zahran menolongnya saat dia tak sengaja pingsan di tengah jalan.
“Ca” panggil sang mama, hingga membuat Ica melupakan kenangan buruknya di masalalu.
“Sabar ya !! ikhlaskan semuanya" ucap mama nya lagi.
“Ica hanya tidak terima semua ini terjadi dengan Ica ma, Ica hanya takut tidak akan ada yang mau menerima Ica lagi, Ica ini sangat kotor ma" ucap nya terisak.
“Terus kenapa kamu mengejar Zahran Ca, apa alasan kamu ??”
__ADS_1
“Karena Zahran adalah orang yang sangat baik Ma, Ica hanya ingin di jadikan status nya istri saja, tidak mengapa jika Zahran tidak mencintai Ica” ucap nya sendu.
“Jangan seperti ini sayang !! kamu itu wanita yang cantik, mama yakin kamu pasti bisa menemukan sosok lelaki yang akan menerima semua kekurangan kamu”