
Hari terus berganti, Bulan berganti bulan, tak terasa sekarang usia kandung Zenia sekarang sudah menginjak bulan ke 6, tinggal 3 bulan lagi maka buah hati Zahran dan Zenia akan lahir kedunia ini, Zahran tampak tak sabar menunggu kehadiran anak mereka.
Zenia sudah tidak mengalami morning seknes, dan rencananya mereka akan pindah ke turki saat anak mereka telah lahir ke dunia ini, dan semua keluarga sudah menyetujui nya, yang penting Zahran dan Zenia bahahia begitu pikir mereka.
Untuk Fahri saat ini dia sedang mengurus pernikahan nya bersama santri nya sendiri, dia bernama Aisyah, seorang wanita cantik yang lemah lembut, Fahri jatuh hati kepadanya saat pertama sekali mengajarnya, Aisyah hanya tinggal memiliki seorang Ayah karena ibunya sudah tiada saat Aisyah berumur 2 tahun.
“Gimana persiapan pernikahan Anta Fah ??” tanya Zahran .
“Alhamdulillah sudah beres ustadz tinggal akad nikah nya saja” jelas Fahri.
“Syukurlah kalau begitu, Ana lega mendengarnya, Oh iya tolong siapkan mobil ya Fah, hari ini Ana mau ke rumah sakit untuk cek up kandungan Zenia” pinta Zahran dengan lembut.
“Baik ustadz” Fahri langsung mengiyakan keinginan Zahran.
Mereka saat ini lagi tinggal di rumah utama Pon_pes, karena 2 lagi pernikahan Fahri.
“Mobil sudah siap Tadz” ucap Fahri kembali menghampiri Zahran.
“Terima kasih Fah, kalau begitu Ana jemput Nia dulu kedalam” ucap Zahran sembari menepuk bahu Fahri.
“Baik, oh iya apa perlu saya antar ??” tanya Fahri.
“Tidak perlu Fah kamu di rumah saja, sekalian saya titip Raja sebentar, tadi sih lagi mainan sama Zaidan” ujar Zahran, hingga akhirnya dia berlalu meninggalkan Fahri setelah mengucapkan salam untuk mengajak istrinya kerumah sakit.
“Assalamualaikum sayang” panggil Zahran kepada istrinya.
“Walaikum salam, ada apa By ?? kok teriak-teriak sih ??” tanya Zenia heran, setelah menghampiri suaminya rupanya dia baru dari dapur dan langsung keluar saat mendengar suara suaminya.
“Hehe, Maafkan Byby ya !! hemm apa kamu lupa kalau hari ini jadwal kamu periksa kandungan mu ??” ucap Zahran mengingatkan istrinya.
“Oh iya, sebentar Nia ambil tas dulu By” ucap Zenia dan segera ke atas untuk mengambil tas nya.
Kini mereka berdua telah berada di dalam mobil untuk segera berangkat kerumah sakit, seperti biasanya Zahran akan sangat bersemangat saat akan memeriksa kandungan istrinya.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit, Zahran langsung menghentikan mobilnya di depan rumah sakit, Zenia turun setelah Zahran membuka pintu mobil, mereka berjalan masuk kedalam rumah sakit dengan bergandengan, kini mereka sedang menunggu nama Zenia di panggil.
Setelah menunggu hampir 1 jam akhirnya nama Zenia pun di panggil, Zahran langsung menuntun istrinya untuk masuk kedalam ruanh dokter yang bertulis dokter kandungan.
__ADS_1
“Assalamualaikum dok” sapa Zahran dan Zenia serempak.
“Walaikum salam, mari silahkan duduk” ucap dokter Tika.
Zahran dan Zenia duduk berhadapan dengan dokter Tika.
“Apa keluhan nya sekarang ibu Nia ??” tanya Dokter Tika.
“Hanya mudah lelah saja dok, dan pinggang saya sering sakit” jelas Zenia karena memang itu yang sering dia rasakan.
“Itu masih terbilang normal bu, mudah lelah memang sering terjadi pada ibu hamil, dan untuk masalah pinggang sakit yang ibu rasakan itu di karenakan perut ibu sudah semakin membesar”
Memang benar walau usia kandungan Zenia masih 6 bulan tapi perutnya sudah sangat besar seperti sudah 9 bulan saja, Zahran dan Zenia memang belum pernah melakukan USG walaupun mereka sering periksa ke ruamh sakit, karena Zahran ingin melihat anak mereka saat mereka sudah terbentuk dengan sempurna, tapi sekarang dokter menyarankan untuk melakukan USG.
“Silahkan berbaring Ibu Nia” pinta dokter Tika.
Zenia pun berdiri dan melangkah untuk menaiki tempat tidur khusus pemeriksaan, Zahran membantu istrinya berbaring, tak lama dokter Tika mendekat.
“Maaf ya bu” ucap dokter Tika sopan, sembari menyingkapkak baju Zenia.
Setelah baju Zenia terangkat ke atas, kini terlihat lah perut Zenia yang besar dan bulat, dokter Tika segera mengoleskan Gel atau jelly yang berfungsi untuk pemeriksaan menggunakan Doppler atau USG. Jelly USG selain berfungsi sebagai pelumas juga memperjelas suara obyek yang diperiksa, yang kemudian ditangkap oleh alat Doppler atau USG. keperut Zenia.
“Alhamdulillah bayinya kembar” seru dokter Tika.
“Kembar dok ??” tanya Zahran tak percaya.
“Iya pak Zahran, bayi kalian kembar” ucap dokter Tika lagi.
“MasyaAllah, tabarakallah, terima kasih Ya Allah” ucap Zahran bersyukur karena langsung di karunaihi dua anak sekaligus.
Zenia pun sampai menitikan air matanya, terharu sekaligus bahagia mendengar kalau saat ini dia sedang hamil anak kembar.
Setelah selesai melakukan USG, dokter Tika memberikan resep Vitamin untuk di minum oleh Zenia, tak lupa dokter Tika juga berpesan supaya Zenia jangan terlalu capek apalagi dia mengandung dua bayi sekaligus.
“Sayang mau cari makan dulu gak ??” tanya Zahran dengan nada yang sangat lembut, mereka kini sudah berada di dalam mobil mereka.
“Gak by, langsung pulang saja” jawab Zenia karena memang dia sedang tidak ingin apa-apa.
__ADS_1
“Yang benar ??” tanya Zahran lagi, Zeniapun memabalas dengan anggukan.
“Baiklah” jawab Zahran pasrah, akhirnya dia melajukan mobilnye untuk kembali pulang.
*
*
Di negara xx.
Saat ini Gibran telah bekerja di sebuah perusahaan, dan ternyata itu adalah perusahaan milik orang tua Nara.
Gibran tidak menyangkah dapat bertemu dengan Nara, awalnya Nara membenci Gibran karena telah menghianati Sahabatnya Zenia tapi Gibran menjekaskan semuanya, dan akhirnya Nara mau berteman lagi dengan Gibran dan dia juga yang meminta Gibran untuk melamar kerja di kantor ayahnya.
Flasback on.
“Aaawwwww” teriak seorang gadis yang tak sengaja menabrak seorang laki-laki di depan nya, karena sedang buru-buru Nara tidak menyadari kalau ada orang di depan nya.
“Anda tidak apa-apa ??” tanya orang itu yang tak lain adalah Gibran.
Nara tampak menganali suara itu, dia pun langsung mendongakan kepalanya untuk melihat orang yang telah di tabraknya, betapa terkejutnya dia ternyata itu adalah Gibran mantan suami sahabatnya.
“Gibran” ucap Nara.
“Nara” Gibran pun tak kalah kaget.
“Kamu ngapain disini ?? mana istri kamu si pelakor itu” tanya Nara emosi sembari berdiri dari duduk nya.
“Dia tidak ada disini” jelas Gibran.
“Kenapa kamu selingkuhin ??” ucap Sinis Nara.
“Ya enggak lah, pernikahan ku dan dia itu tidak Sah karena Zara bukan anak kandung Papa Angga dan Mama Maya” Gibran kembali menjelaskan.
“Apaaaa” Nara sangat terkejut dengan perkataan Gibran, hingga dia menutup mulutnya saking terkejutnya.
“Iya, kalau kamu ada waktu mari kita mengobrol sebentar, akan aku ceritakan semuanya” ucap Gibran
__ADS_1
Karena merasa penasaran akhirnya Nara menyetujui keinginan Gibran, dan pada akhirnya Gibran menceritakan semuanya.
Flasback off.