
Di Turki_______
Setelah selesai Video Call dengan Raja Zahran dan Zenia masuk kedalam kamar, awalnya Zenia menolak tapi Zahran meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa.
Kini mereka berdua telah duduk di sofa kamar mereka.
“Beneran kita pulang minggu depan By ?? bukan nya waktu itu kamu bilang akan sampai dua bulan disini ?” tanya Zenia heran.
“Iya sayang kita akan pulang minggu depan, kerjaan disini biar di tangani sama Fahri, kasian Raja kalau di tinggal lama-lama” jelas Zahran sembari tersenyum.
Sunggu terharu Zenia mendengarnya, Zahran lebih baik meninggalkan pekerjaan nya di turki dari pada harus meninggalkan Raja untuk jangka waktu yang lama, Zenia meneteskan air mata haru nya.
“Loh kok nangis ??” ucap Zahran saat melihat air mata istrinya mengalir dengan deras.
“Hiks, hiks, hiks, terima kasih By, karena begitu menyayangi Raja” Zenia menangis sesegukan, dia benar-benar beruntung karena Zahran sangat menyayangi Raja walaupun Raja bukan anak kandungnya.
Zahran pun menarik tubuh istrinya, memeluk nya dengan penuh kasih sayang.
“Kenapa harus berterima kasih ?? bukan nya seharusnya seorang Ayah menyayangi Anak nya ?? Raja itu anak ku, jadi aku berhak menyayanginya” ujar Zahran sembari mengelus punggung istrinya.
“Tapi kan Raja bukan” belum sempat Zenia meneruskan perkataan nya Zahran langsung memotong nya.
“Bukan apa hemm ?? Bukan darah dagingku begitu ??” potong Zahran dan di angguki zenia “Raja di lahirkan di rahim mu, dan sekarang kamu adalah istriku jadi dia adalah anak ku, Aku sangat menyayangi kalian berdua, percayalah jika suatu hari nanti kamu juga melahirkan anak kandung ku, aku tidak akan membeda-beda kan Raja, bagiku mereka sama tidak ada bedanya, Toh mereka di lahirkan di rahim yang sama kan ??” jelas Zahran sembari melepaskan pelukan nya.
Zahran menatap wajah cantik sang istri, begitupun dengan Zenia.
“Aku mencintai mu istriku” ungkap Zahran.
“Aku juga mencintai mu suamiku” balas Zenia.
Hati Zahran sangat bahagia mendengarnya, kalau tidak karena malu mungkin saja Zahran sudah lompat-lompat ke girangan, karena kata cinta yang terucap dari bibir istrinya sekrang terlontar dengan begitu jelas (Lebay si Zahran).
“Benarkah ??” tanya Zahran memastikan.
“Iya By, kalau aku tidak mencintai kamu mana mungkin aku akan menyusul mu kesini” jawab Zenia yakin.
Karena selama dua minggu dia di tingglkan oleh Zahran, membuat hatinya hampa, dan dia terus meyakinkan hatinya apa sudah tumbu rasa cinta untuk suaminya, dan akhirnya dia yakin kalau saat ini hanya nama suaminya yang bertahta di hatinya
__ADS_1
“Terima kasih sayang, karena sudah mencintai ku” ucap Zahran kembali memeluk istrinya.
“Iya By sama-sama” balas Zenia.
“By” panggil Zenia.
“Iya sayang” jawab Zahran dengan nada yang sangat lembut.
“Apa benar Hubby akan meminta bayaran nya seperti yang di bilang tadi” tanya Zenia.
“Iya dong, kenapa memang nya ??” balas Zahran terkekeh.
“Apa Kamu sanggup” ucap Zenia meyakinkan.
“Hahaha, sayang-sayang kamu kok polos sekali sih ?? iya jelas tidak akan sanggup lah dalam 1 malam 100 kali, tapi boleh di cicil” seru Zahran sembari tertawa terbahak-bahak.
“Kayak ngeredet mobil aja pakai acara di cicil” lirih Zenia pelan.
“Mau di cicil sekarang ??” goda Zahran sembari menaik turunkan alisnya.
“Dasar Ustadz mesum” ucap Zenia dan langsung berjalan ke kamar mandi meninggalkan suaminya.
“Ustadz mesuuuuum,” balas Zenia dengan teriak yang kencang.
“Hehe, Astaghfirullah, baru kali ini aku di bilang Ustadz mesum, Aiiihh,, tapi kan mesum sama istri sendiri ??” ucap Zahran pada diri sendiri sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Tidak lama Zenia keluar dari kamar mandi.
“Ayo jalan-jalan, Tapi ganti dulu pakain nya, dan pakai kerudung ya sayang ??” ajak Zahran sambil menyerahkan paper bag yang baru di antar oleh pelayan rumah nya.
“Kemana By ??” tanya Zenia sembari mengambil paper bag di tangan Zahran
“Ikut aja nanti kamu akan tau sendiri” ujar Zahran.
Zenia langsung mengganti pakainnya dengan pakaian yang Zahran kasih, baju berlengan panjang di padukan dengan rok plisketnya, tak lupa untuk mempercantik tampilan nya lagi Zenia menggunakan kardigan yang memang selalu dia bawa dan kebetulan Kardigan itu sewarnah dengan Rok yang ia gunakan, Zenia memakai hijabnya, benar-benar cantik pikir Zahran, setelah Zenia selesai berganti pakaian Zahran memakaikan Sepatu kets berwarnah putih.
*
__ADS_1
*
Pertama sekali Zahran mengajak Zenia pergi ke Blue Mosque yaitu sebuah Masjid yang indah dan sangat megah, Majid ini di hiasi keramik-keramik berwarna biru yang menutupi dinding dan kubahnya sama seperti namanya Blue Mosque, Masjid ini juga memiliki enam menara yang semakin menambah kecantikan nya.
Mata Zenia tertegun memandangi masjid yang sangat indah dan teduh itu.
“Ayo masuk dulu sayang, kita sholat dulu” ajak Zahran kepada istrinya.
“Sholat By ?? kan belum waktunya” tanya Zenia bingun karena kan waktu sholat Zuhur masih 2 jam lagi.
“Begini sayang untuk menghormati masjid ini, pertama kita harus berpakaian sopan saat memasuki ruang masjid,seperti wanita harus mengenakan kerudung makanya tadi Byby belikan pakaian seperti ini, saat di depan pintu masuk tadi kan penjaganya mengingatkan ?? dan yang kedua kita melaksanakan sholat sunah masjid” jelas Zahran.
“Oh gitu ya By, ya sudah ayok By kita berwudhu dulu” jawab Zenia.
Zahran mengajak istrinya untuk pergi ke suatu tempat Wudhu yang berderet disisi depan masjid.
Setelah melaksanakan sholat sunah Masjid, Zahran mengajak Zenia berkeliling, melihat keindahan dan ke megahan masjid Blue Mosque.
“Subhanallah, Indah sekali masjid ini By, terus itu ada menaranya ya By??” tanya Zenia sembari menunju menara megah masjdi tersebut.
“Iya sayang Masjid ini memiliki 6 menara,diameter kubah 23,5 meter dengan tinggi kubah 43 meter, dan kolom beton berdiameter 5 meter.” Zahran kembali menjelaskan.
“Wow,” ucap Zenia kagum.
“Dan Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di atasnya. Tembok disekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini didesain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam.”
Zenia benar-benar di buat kagum dengan masjid Blue mosque itu, apalagi Zahran menjelaskan dengan sangat rinci.
“Masih banyak lagi sayang tempat-tempat yang indah seperti ini, tapi besok ya kita lanjut lagi, sekarang kita cari makan dulu” ucap Zahran dan di angguki oleh Zenia.
Mereka berdua meninggalkan masjid Blue Mosque itu, tak lupa sebelum nya Zenia mengajak Zahran untuk berpoto dulu.
*
*
*
__ADS_1
Like +komen + vote nya ya.
Nanti soreh up lagi..