Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part24


__ADS_3

Setelah sarapan pagi selesai, Zahran segera mengantar Raja ke sekolahnya, hari itu Zenia juga ikut karena akan memeriksakan kandungan nya kerumah sakit, guna mengetahui apakah tidak berbahaya jika Zenia akan menempuh perjalanan jauh.


“Belajar yang rajin ya sayang !! ingat jangan kemana-mana dulu sebelum Baba jemput !!” pesan Zahran kepada putra nya.


“Iya Ba, Assalamualaikum”


“Walaikumsalam" jawab Zahran dan Zenia serempak.


Raja pun berlalu masuk kedalam sekolahnya, setelah sebelum nya dia mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


“Mari sayang kita kerumah sakit” ajak Zahran dengan lembut.


“Byby apa gak capek bolak-balik terus ? kalau capek biar Nia aja sendiri ke rumah sakit, byby lanjut aja ke kantor” kata Zenia menatap suminya, sejujurnya Zenia merasa kasihan kepada suaminya, karena harus bolak-balik mengantar Raja dan dirinya, tapi anehnya Zahran tidak pernah mengeluh, dia akan selalu semangat untuk mengantar mereka.


“Kamu ngomong apa sih sayang ?? byby itu gak akan capek untuk mengantar kalian, sudah ayo masuk nanti keburu siang antrian nya panjang loh" balas Zahran terkekeh.


Kalau sudah begitu Zenia hanya bisa pasrah, mau membantah juga tidak ad guna nya, tapi dia sangat bersyukur mempunyai suami seperti Zahran yang selalu setia menemani dirinya, entah bagaimana hidupnya nanti jika tidak ada Zahran !! Zenia menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin Zahran pergi meninggalkan dirinya.


*


*


*


Sementara di waktu yang sama, seorang perempuan cantik dengan balutan hijab nya sedang termenung di sudut kamarnya, meratapi nasib nya, sudah seminggu ini dia tidak keluar rumah, di karena kan kedua orang tuanya mengetahui keberadaan nya, dia tidak menyangkah kalau kedua orang tuanya masih mencari dirinya, karena dia sudah hampir 1 tahun kabur dari rumah.


“Ca" panggil sang mama pelan, dia baru saja masuk ke dalam kamarnya.


Ica hanya menoleh sekilas, kemudian kembali menghadap keluar jendela dengan pandangan kosong.


“Ica, kamu dengerin Mama Gak ??” kembali Mama nya buka suara.


“Ica dengar Ma" jawab nya tanpa mengalihkan pandangan nya.


“Mama mau bicara sama kamu Ca, sini duduk”


“Bicara saja !! Ica dengarkan Kok"


Sang Mama menghela Nafas kasar, tapi di hatinya dia sangat sedih, putrinya menjadi seperti ini, tapi itu karena kesalahan nya sendiri.

__ADS_1


“Mama tau kamu ke turki karena mencari Zahran kan ??” tegas dan lantang sekali mama nya bertanya.


Ica membalikan badan nya, memandang wajah mama nya dengan mata berkaca-kaca, tapi dia tahan agar cairan bening itu tidak keluar membasahi pipinya.


“Mama jangan sok tahu” ucapnya.


“Mama tau semuanya sayang, kamu kesini untuk mencari Zahran dan lihat kamu merubah penampilan kamu karena dia kan ?? jujur sama Mama !!" kata mama nya dengan tegas.


Tapi Ica tak menjawab, karena perkataan mama nya semuanya benar, dia jauh-jauh ke turki hanya untuk mengejar Zahran ,dan dia merubah penampilan nya hanya untuk Zahran ,tapi sayang seribu sayang, Zahran sudah menikah dan rasanya sangat sulit untuk memisahkan Zahran dengan istrinya, Ica mengingat saat Zahran membentak nya, kini air mata nya sudah mengalir membasahi pipinya.


“Ca, cerita sama mama sayang !!” ucap mama nya dengan suara lembut.


Sontak Ica langsung memeluk tubuh sang mama “Kenapa ma, ?? kenapa saat Ica sudah berubah dan mau menerima semuanya dia sudah menikah dengan orang lain” kata Ica terisak.


Mama nya mengelus punggung Ica dengan sayang.


“Sabar Nak !! itu berarti Zahran bukan jodohmu”


“Tapi Ica hanya mau sama Zahran Ma, karena Ica yakin hanya Zahran yang mau menerima kekurangan Ica saat ini”


“Tapi dia sudah menikah Ca, dan apa kamu bilang tadi hanya Zahran yang mau menerima kamu, apa kamu yakin Zahran mau menerima kamu lagi setelah apa yang telah kamu lakukan padanya ?? kamu sudah mempermalukan dia Ca, kamu kabur dengan pria lain saat dia datang untuk melamar kamu, dan sekarang kamu ingin Zahran menjadi milik mu, itu tidak akan mungkin Ica” ucap Mama nya panjang lebar membuat Ica terdiam.


“Karena dia terlalu baik, yang membuat Mama tidak tega padanya, jika kamu terus memaksa Zahran untuk menjadi milik mu, apa kamu tidak kasihan sama dia, karena harus terpaksa menerima kamu dengan keadaan kamu seperti ini ??”


“Tapi Ica-----” ucapan nya terpotong karena suara Papa nya masuk.


“Cukup Ca !! hentikan omong kosong mu untum terus memiliki Zahran, kamu itu harus nya malu kalau bertemu dengan dia, bukan mala mengejarnya seperti ini, kamu itu perempuan, punya harga diri dikit dong !!” bentak sang Papa.


“Pa, jangan kasar sama anak” pinta istrinya.


*


*


*


Setelah berkonsultasi dengan dokter Zahran dan Zenia kembali kerumah nya, Zenia sangat bahagia karena kata dokter kandungan nya baik-baik saja, dan dia di perbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh dengan catatan Zenia harus rutin meminum vitamin dan obat yang di berikan dokter.


“Uuuhh, sepertinya istri Byby ini sangat bahagia ya” ucap Zahran.

__ADS_1


“Iya dong By, kan kita mau pulang ke indo, Nia udah gak sabar mau ketemu sama Mama dan Papa” ucap nya gembira.


“Iya sayang, sabar ya !! Byby harus mengurus sekolah Raja dulu”


“Iya by”


Mereka pun kembali terdiam, Zahran fokus dengan menyetir sedangkan Zenia menatap keluar jendela dengan perasaan senang.


“Aku pulang Ma, Pa” batin Zenia.


Setelah sampai di depan rumah nya Zenia segera turun, sementara Zahran langsung pergi lagi, dia harus menghadiri meeting setengah jam lagi.


Capek itu sudah pasti Zahran rasakan, harus bolak-balik mengantar sang istri, sebenarnya Zenia bisa bawa mobil sendiri tapi Zahran tidak mengizinkan dia takut terjadi sesuatu sama Zenia, jadi biarlah dia capek yang penting istri dan anak-anak nya baik-baik saja.


“Ya Allah selalu beri aku kesehatan agar aku terus bisa membahagiakan istri dan anak-anak ku” doa Zahran dalam hati.


Saat melewati lampu merah mobil Zahran berhenti, Zahran menunggu dengan sabar, tidak berapa lama lampu pun menjadi hijau dan Zahran kembali melajukan mobil nya.


Sampai di perusahaan Zahran langsung di sambut dengan hormat oleh karyawan nya, dan seperti biasa Zahran akan membalas mereka dengan tersenyum.


Di depan ruangan nya, dia sudah di sambut oleh sekretaris nya dan orang kepercayaan nya.


“Jam berapa kita meeting Zan ??" tanya Zahran kepad orang kepercayaan nya.


“15 menit lagi Pak” jawab nya dengan sopan.


“Baik lah, saya istirahat sebentar” Zahran kemudin merebahkan tubuhnya di sofa ruangan itu.


*


*


*


...**Like dan komen....


Besok lagi Up nya, soalnya jari-jari author udah gak sanggup ngetik wkwkwk.


...Selamat malam semuanya** ...

__ADS_1


__ADS_2