
Gibran dan Zara telah sampai di kediaman Zenia di kota D, Zahran yang melihat kedatangan kedua adik iparnya langsung menyambut kedatangan mereka.
“Assalamulaikum mas Zahran” ucap Zara dan Gibran serempak.
“Walaikum salam, mari silahkan masuk” jawab Zahram sembari mempersilahkan tamu nya masuk.
Zenia yang melihat adiknya datang langsung menghampiri.
“Zara, ya ampun kakak kangen banget sama kamu dek”ucap Zenia dengan memeluk erat Zara.
Sebenarnya Zara enggan untuk membalas pelukan kakak nya, tapi karena tidak ingin ada yang curiga dengan kedatangan nya, mau tak mau Zara harus bersikap baik dan sopan.
“Ara juga kangen sama Kakak” balas Zara kemudian, memang dulu saat Zara masih kecil Zenia sering manggil Zara dengan sebutan Ara.
“Loh Zara, Gibran kalian benar-benar nyusulin kesini ??” tanya Maya yang baru keluar dari kamar bersama Angga, sedangkan Umi dan Abi setelah lama mengobrol mereka pamit pulang sebentar ke Pon_pes di antar oleh Fahri.
“Hehe, iya Ma aku juga ingin mengucapkan selamat untuk Kakak ku ini” jawab Zara tersenyum.
“Oh begitu” sahut Angga kemudian.
Mereka tidak ada yang curiga sediktpun, tapi tidak dengan Gibran, dia curiga dengan istrinya yang tiba-tiba bersikap baik pada Zenia, bukan kah Zara sangat membenci Zenia akhir-akhir ini.
“Mama kangen dengan ke akrapan kalian berdua Nak” tiba-tiba Maya menangis dengan memeluk erat kedua putrinya, jujur dia rindu dengan tingkah manja kedua anaknya, setelah kejadian dimana Zara menghianati Zenia, Maya pun tak bisa memaksakan untuk kedua anaknya itu kembali akur seperti dulu, dia juga harus mengerti keadaan Zenia.
“Mama” ucap Zenia dan Zara serempak.
Angga pun ikut memeluk erat 3 wanita yang hadir di hidupnya, sedangkan Gibran dan Zahran hanya jadi penonton saja, Gibran dulu sering melihat kekompakan kedua kakak beradik ini, dia benar-benar menyesal sekarang karena telah menghancurkan keharmonisan keluarga Zenia, tapi tidak dengan Zahran baginya ini untuk pertama kalinya melihat istrinya dan adik iparnya akur.
“Semoga kamu benar-benar berubah Ra, kakak mu itu sangat menyayangi kamu” batin Zahran.
“Ayo kita ngobrol disana saja” ajak Zahran
Mereka semua kembali berkumpul di ruang tamu.
“Oh iya Raja mana ya Mas ??” tanya Gibran karena dia belum bertemu dengan putra nya.
“Raja masih tidur Gib, dari tadi sibuk mainan bersama Fahri” jawab Zahran.
Gibran tampak mengangguka kepalanya.
“Nia kamu istirahat dulu Nak, dari tadi kamu belum tidur siang” pinta Maya kepada anak nya, karena setelah sholat Zuhur dan makan siang Zenia belum tidur siang, dan beruntungnya saat makan siang Zenia tidak mengalami Mual dan Muntah lagi, jadi dia bisa makan siang bersama dengan nyaman.
“Iya sayang kita istirahat dulu, mari Byby temenin” ajak Zahran.
Zenia mengangguk mengiyakan ajakan suaminya, karena dia juga sangat mengantuk.
__ADS_1
“Kami istirahat dulu ya Ma, pa, Oh iya Gibran nanti kamar kalian di sebelah kamarnya Mama dan papa ya” ucap Zahran sopan.
“Iya mas terima kasih” balas Gibran.
Zahran pun menemani istrinya untuk istirahat di kamar, sesampai di kamar Zenia langsung merebahkan badan nya di atas kasur empuknya, Zahran dengan lembut memijat kaki istrinya, Zenia benar-benar merasa nyaman, pijatan Zahran sangat lembut, hingga membuat Zenia langsung tertidur.
“Selamat istirahat Bidadariku” ucap Zahran sembari mencium kening istrinya.
*
*
*
Pada malam hari Abi dan Umi serta Fahri telah kembali ke rumah Zahran, saat ini Mereka semua akan menikmati makan malam bersama.
Raja tengah bermanja dengan sang Ayah, tadi saat dia bangun tidur Raja melihat Gibran sedang tidur di sampingnya, Raja pun menciumi pipi Gibran dengan penuh kasih sayang.
Makanan telah di tata Rapi di atas meja makan, mereka semua menikmati makanan denngan tenang. para lelaki pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi, sedangkan para wanita bersama-sama membersihkan meja makan.
“Bi nanti bikinin Teh ya” pinta Zenia.
“Baik Non” ucap bik Rum sopan.
“Kamu kapan menikah Nak Fahri ??” tanya Angga.
“Doakan saja Om, semoga secepatnya di beri jodoh” balas Fahri sopan.
“Aamiin” ucap Angga kemudian.
Melihat semuanya telah berkumpul Zara pamit hendak ke kamar mandi.
“Aku izin ke kamar mandi dulu ya” ucap Zara langsung berdiri dan meninggalkan mereka.
Ternyata Zara tidak pergi ke kamar mandi, dia menghampiri Bibi yang di perintahkan Zenia untuk membuat Teh.
“Bi Bikinin susu buat Raja ya!!” pinta Zara .
“Oh baik Non, tapi setelah saya anterin teh nya dulu ya Non” balas bik Rum.
“Nanti aja bi, bikin susu dulu nanti bawa nya bareng-bareng, biar bibi gak bolak-balik” ucap Zara meyakinkan.
Bik Rum tanpa pikir panjang lansgung mengiyakan, dia pun berjalan untuk membuat susu untuk Raja, Zara melihat situasi lagi, ternyata 2 pembantu yang lain tengah sibuk dengan kerjaan nya mereka, Zara langsung melihat gelas yang paling beda agar bisa dia berikan kepada Zenia, setelah mendapat kan nya Zara memasukan bubuk obat penggugur kandungan kedalam minuman itu.
“Rasakan kamu Zenia” ucap Zara dala hati.
__ADS_1
melihat Bik Rum akan segera kembali, Zara cepat-cepat meninggalkan dapur kembali keruang keluarga, tak lupa sebelumnya Zara mengaduk minuman nya.
Bik Rum kembali ke meja tempat iya membuat Teh, dan ternyata di salah satu gelasnya ada seekor cicak masuk, entah dari mana datangnya, Bik Rum pun langsung mengganti dan membuat Nya menggunakan gelas yang baru, dan ternyata gelas yang di gunakan sama seperti gelas yang di masukan Zara obat penggugur kandungan.
Setelah membuat satu gelas teh lagi, Bik Rum membawanya ke ruang keluarga, Zara sudah menunggu saat itu tiba.
“Biar aku saja bi yang menghidangkan” pinta Zara sembari mengambil alih nampan yang berisi teh.
Zara bingung kenapa gelas itu sekarang ada dua.
“Aduh ini kok ada dua si, tadi kan cuman satu, apa aku salah lihat kali ya ?? hemm sepertinya yang ini ” Batin Zara sembari meletak kan Teh di hadapan Zenia.
Zara pun mengambil teh dengan gelas yang sama dengan Zenia.
“Ayo di minum dulu nanti keburu dingin gak enak” ucap Zara setelah menghidangkan satu-satu gelas berisi teh kedepan semua orang.
Mereka semua menikmati minuman nya, karena hari sudah larut jadi mereka ingin langsung istirahat.
Zara memperhatikan Kakaknya, sembari meminum teh nya dan tidak menunggu lama teh punya Zara sudah habis di minum nya, Zara memperhatikan Zenia, belum ada tanda-tanda dia akan kesakitan, bukan nya kata Lia kalau orang yang meminumnya akan merasakan sakit perut yang luar biasa
Tiba-tiba Zara merasakan perutnya sakit yang amat dahsyat.
“Aaawwww” teriak Zara tiba-tiba sembari memegangi perutnya.
Semua orang kaget melihat Zara yang kesakitan.
“Kamu kenapa Ra ??” tanya Gibran saat melihat istrinya kesakitan.
“Perutku sakit banget Mas, tolong !!” rintih Zara.
Semua orang panik melihat Zara kesakitan, tiba-tiba darah segar mengalir di kakinya.
“Astaghfirullah ini darah apa ??” ucap Zenia kaget, semua mata tertuju pada kaki Zara benar saja darah itu terus mengalir, Gibran langsung mengangkat istrinya untuk segera di bawa kerumah sakit, kedua orang tuanya juga ikut begitupun dengan Umi dan Abi.
“Mas ayo kita kerumah sakit juga, aku takut terjadi sesuatu sama Zara” ucap Zenia khawatir
“Iya sayang, tunggu sebentar, kita masih nungguin kak Fahri dulu ngambil konci mobil” ucap Zahran menenangkan istrinya.
Tidak lama Fahri kembali, setelah menitipkan Raja kepada Bik Rum mereka segera menyusul ke rumah sakit, karena Yang lainnya sudah beranngkat duluan.
*
*
Like + komen + vote ya.
__ADS_1