Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 66


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, Zahran sedang mengurus pemindahan nya ke turki, walaupun kedua orang tuanya berat untuk berpisah tapi harus bagaimana lagi, pekerjaan di sana tidak ada yang mengawasi, selama ini ada Zaidan yang membantu tapi setelah Zaidan lulus dia sudah menetap lagi di Indonesia.


“By sudah semua ??” tanya Zenia.


“Alhamdulillah sayang, Oh iya Twins sudah tidur ??” ucap Zahran.


“He,em By, barusan aja, Nia heran deh sama Arda kenapa sampai sekarang dia masih gak mau nyusu sama Nia ya By ??”


Benar memang bayi laki-laki mereka sampai sekarang masih menolak ASI nya Zenia.


“Hehe, mungkin dia tidak mau berbagi sama adek nya” canda Zahran dan berhasil mendapat cubitan dari sang istri.


“Auuu, Nikmat” ucap nya lagi.


“Oh Nikmat ya By ?? sini Nia tambahin lagi !!” ucap Zenia.


“Ehehe, tidak sayang !! cukup, panas rasanya” Zahran meraih tangan sang istri dan menariknya hingga Zenia duduk di pangkuan Zahran.


Mata mereka saling pandang, menyalurkan rasa cinta di antara mereka, Zahran bahagia sekarang apalagi setelah kelahiran bayi kembar mereka Zenia memutuskan untuk memakai Cadar.


“Baba, Bunda” Tiba-tiba suara anak kecil mengejutkan mereka, Zenia langsung turun dari pangkuan sang suami mereka berdua jadi salah tingkah.


“Ada apa sayang ??” Tanya Zahran, dia berusaha untuk membuat dirinya setenang mungkin.


Zahran langsung menggendong Raja, membawa nya duduk di sofa, dan memangku Raja.


“Ada apa sayang ?? cerita sama Baba ! Raja mau apa ??” tanya Zahran lagi.


Tapi tiba-tiba Raja menangis di pelukan Zahran, Zenia heran kenapa anak pertama nya tiba-tiba menangis, ada yang menjahilinya kah ?? Zenia duduk di samping suaminya yang sedang mengelus punggung Raja, membenamkan kepala Raja di dada nya.


“Raja kenapa Nak ??” Zenia pun bertanya dengan lembut.


“Raja kangen Ayah Gib, Huaaa, Hiks, Hiks, Hiks” ucap nya sesegukan.


Zahran dan Zenia terdiam mereka saling pandang, Mereka selama ini tak pernah berpikir kalau Raja sangat merindukan Ayah kandung nya, Bagi Zenia Raja sangat nyaman dengan ayah sambung nya, tapi ternyata dia salah Raja masih sangat membutuhkan peran ayah kandungnya, Zenia tak bisa menahan air matanya, dia tidak tega melihat putra pertamanya itu menangis karena merindukan ayah nya, Dia merasa bersalah karena perpisahan dia dan Gibran mengorbankan anak nya.


“Maafkan Bunda nak !!” Zenia menangis sembari mengelus kepala anak nya.


“Raja cuma rindu dengan ayah,,,,Raja rindu main sama ayah, seperti dulu lagi” ucap nya dengan polos.


“Kita telfon ayah mau ??” ujar Zahran.


Dengan semangat Raja mengangguk, akhirnya Zahran melakukan sambungan video call untuk menelfon Gibran, tapi ternyata sudah 3 kali Zahran berusaha menelfon Gibran namun tak ada jawaban sama sekali.


“Sayang mungkin Ayah nya masih kerja, nanti aja ya kita telfon lagi” ucap Zahran dengan lembut, dia tau perasaan anak nya itu, karena dulu dia pernah merasakan sangat merindukan sosok seorang ayah, padahal dulu Zahran sudah kuliah, karena dia di turki dan Abinya di indonesia jadi jarang bertemu, tapi Zahran masih menangis saat dia sangat merindukan sosok ayah nya, apalagi anak kecil yang baru berusia 3 tahun itu.


“Ayah udah gak sayang sama Raja lagi, Huuaaa, hiks, hiks, hiks, ayah udah lupa dengan Raja” ucap nya sembari turun dari pangkuan Zahran, dan langsung berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


“Raja” panggil Zenia tapi tetap saja anak itu pergi meninggalkan mereka.


“Biar Byby saja yang bicara, kamu kekamar lihat twins siapa tau mereka sudah bangun!!” pinta Zahran


Dengan lesu Zenia mengangguk, sebelum Zahran menuju kamar Raja tak lupa dia mencium kening istrinya.


Memang Raja sudah memiliki kamar sendiri, tapi itu dia pakai untuk bermain saja, sedangkan kalau dia mau tidur Raja akan sekamar dengan kedua orang tuanya bersama Twins juga.


Ceklek.


Zahran membuka pintu kamar anak nya, Zahran melihat anak nya duduk sembari menekuk kedua kakinya, kepalanya dia benamkan di lututnya, Zahran menghampiri anaknya dan duduk di samping anak nya.


“Raja” panggil Zahran, tapi hening belum ada jawaban dari Raja,“Baba tau Raja rindu dengan Ayah Gibran, baba pernah kok merasakan nya” ucap nya lagi.


Raja mendongakan kepalanya dan melihat ke arah Zahran.


“Ayah gak sayang lagi sama Raja Ba” akhirnya Raja buka suara.


“Kata siapa ?? Ayah sayang kok sama Raja, mungkin saat ini Ayah lagi banyak kerjaan, Ayah kerja juga kan buat kirimin Raja uang, Buat sekolahnya Raja nanti, katanya Raja mau jadi tentara” jelas Zahran dengan lembut.


Tapi memang benar kalau setiap bulan nya Gibran akan mentransfer uang ke rekening Zahran, walaupun Zahran bilang tidak usah tapi Gibran tetap melakukan nya, karena dia sadar kalau Raja adalah tanggung jawab nya, akhirnya Zahran menerimanya.


Tidak lama kemudian ponsel Zahran berdering menandakan ada panggilan masuk, dan ternyata itu adalah Gibran.


“Tu lihat ayah nya nelfon kan ?? sana hapus dulu air matanya !!” pinta Zahran.


“Assalamualaikum Gib” ucap Zahran.


“Walaikum salam Mas, Maaf tadi Gibran ada kerjaan sedikit makanya belum sempat menjawab panggilan dari Mas” ucap Gibran.


“Iya tidak mengapa, ini Raja mau bicara sama kamu” /Zahran.


“Mana anak ayah yang tampan itu ??” /Gibran.


Zahran menyerahkan ponsel nya kepada Raja.


“Ayah hiks, hiks, hiks, Raja rindu Ayah” tak di sangkah Raja mala langsung menangis setelah melihat wajah ayahnya di layar ponsel.


“Cup, cup, cup anak ayah kok cengeng sih ?? Iya nak Ayah juga kangen sama Raja, maafkan Ayah yah kalau udah ninggalin Raja !!” /Gibran.


“Ayah kapan pulang ?? sebentar lagi Raja akan pindah juga ikut baba sama Bunda, Raja ingin bertemu sama Ayah dulu” /Raja.


“Iya nanti ayah usahakan pulang ya Nak, tapi kalau nanti ayah tidak bisa pulang, Raja hati-hati disana, jangan nakal !! nurut sama Baba sama Bunda nya ya !!” Sejujur nya Gibran tak kuat menahan air matanya, dia juga sangat merindukan anak nya, dia menyesal akibat ulahnya sekarang anak nya jadi korban, seandainya dia tidak pernah menghianati Zenia pasti saat ini dia sedang bermain bersama anak nya, bukan hanya saling pandang di layar ponsel seperti ini, tapi apalah daya penyesalan hanya lah penyesalan.


“Iya Ayah !! Ayah jaga diri baik-baik disana !! Raja sayang Ayah” ucapan Raja membuat Zahran juga ikut bersedih, dia berjanji akan terus menyayangi Raja, menumpahkan Rasa sayang nya kepada anak pertamanya itu.


“Iya Nak, Raja juga ya, Nanti kalau ada waktu Ayah akan susulin Raja ke turki” ucap Gibran lagi, terlihat dia memalingkan wajahnya, dan Zahran tau kalau saat ini Gibran tengah menghapus air matanya.

__ADS_1


Raja menyerahkan ponselnya kepada Zahran.


“Titip Raja mas !! Maaf kalau dia masih sering nakal” ucap Gibran dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.


“Iya Gib, kamu tenang saja saya akan menjaga Raja dengan baik, kalau nanti ada waktu datanglah ke turki” pinta Zahran.


“Iya mas, terima kasih karena sangat menyayangi Raja” ucap Gibran.


Setelah lama mengobrol akhirnya Gibran dan Zahran menyudahi panggilan telfon nya.


...****************...




ZAHRAN SHIDQI ARSALAAN.



ZENIA SHAKILA



RAJA ALVARO PRADIPTA



* **ZYN ARDAFFA PUTRA ARSALAAN.


* ZEA ADELLA PUTRI ARSALAAN.


*


*


*


LIKE


KOMEN


VOTE**


******


*

__ADS_1


__ADS_2