Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part12


__ADS_3

Siang itu Zea memasuki salah-satu restoran di kota jakarta tersebut, dia berniat untuk makan siang.


Salah-satu karyawan disana mendekati Zea yang duduk di meja paling ujung, karyawan tersebut menanyakan Zea mau pesan apa, dengan lembut Zea mengatakan pesanan nya.


Sembari menunggu pesanan nya jadi Zea menatap ke luar jendela, suasana disana sedang mendung, awan gelap menghiasi langit, tanda akan turun hujan.


Tidak lama kemudian Makanan yang di pesan Zea sampai, dengan sedikit menyingkap kan cadar nya Zea mulai memakan menu makan siang nya.


Hujan pun turun dengan deras nya, membaut jalanan disana sedikit sepi, Zea sudah selesai dengan makan siang, dia beranjak untuk membayar makanan nya dan hendak segera pulang.


“Hujan nya deras sekali !!” kata Zea lirih, setelah dirinya keluar dari restoran tersebut.


Zea memandang ke sekeliling, mencari taksi untuk dia pulang, tapi saat hujan turun tak ada satupun taksi yang lewat.


Zea berdiri di depan restoran itu, hawa dingin menusuk tulang nya, sesaat Zea memejam kan matanya berharap hujan itu segera berhenti.


Dari kejauhan seorang pria paruh baya memandangi Zea yang sedang berdiri di depan restoran nya..


“Jadi ingat Nia lihat perempuan itu” kata Angga sembari membayangkan wajah anak nya yang terpaut jarak jauh padanya, terbesit rasa rindu yang amat dalam di dirinya.


Pak Angga berjalan untuk mendekati perempuan itu.


“Assalamualaikum dek” seru pak Angga dari belakang tubuh Zea.


“Waalaikumsalam" balas Zea kemudian membalikkan badan nya.


Deggggg.


Jantung pak Angga berdegup sangat kencang, saat matanya menatap mata Zea dia seolah sedang menatap Zenia.


“Maaf ada apa ya pak ??” tanya Zea dengan lembut.


“Ah, tidak saya hanya bertanya, mengapa kamu berdiri disini ?? Kan sekarang sedang hujan deras, tunggu saja di dalam” jawab Pak Angga setelah sadar dari lamunan nya.


“Tidak apa-apa pak, saya disini saja saya ingin pulang, dari tadi saya sedang menunggu taksi tapi tidak ada yang lewat, pesan taksi online tapi selalu di cancel, mungkin karena sedang hujan deras”


Pak Angga terus memperhatikan Zea, dia benar-benar merasa sedang berhadapan dengan Zenia.


“Tunggu saja di dalam, setelah hujan Redah kamu coba pesan taksi online lagi” pinta Pak Angga.


“Tidak mengapa pak ??” tanya Zea.


“Iya, mari silahkan masuk, oh iya bapak belum tau nama mu” ajak Pak Angga sembari bertanya.


“Nama saya Zea pak, biasa di panggil Zee” jawab Zea tersenyum terlihat dari matanya yang sedikit menyipit.


Sontak pak Angga menghentikan langkah nya mendengar nama Zea, kenapa sama dengan Almarhum anak nya bahkan nama panggilan nya pun sama.


“Bapak kenapa ??” tanya Zea karena melihat pak Angga berhenti.


“Tidak, silahkan duduk” jawab Pak Angga sambil mempersilahkan Zea duduk disana.


Zea menurut dia duduk disana, keadaan restoran itu sedikit ramai, sementara pak Angga terus memperhatikan gadis yang sedang duduk di hadapan nya.


“Boleh bapak duduk disini ??” tanya pak Angga entah mengapa dia ingin mengobrol dengan Zea padahal dia baru bertemu.

__ADS_1


“Silahkan pak” jawab Zea.


Pak Angga duduk sehingga berhadapan dengan Zea.


“Rumah kamu dimana Nak ??” tanya pak Angga.


“Saya tinggal di apartemen xxxxx saya bukan orang jakarta pak,”


“Oh, terus kamu orang mana ??”


“Saya orang bandung pak, kesini karena ada sedikit kerjaan” Zea terus membalas pertanyaan pak Angga dengan sopan, padahal Zea tidak biasanya membalas pertanyaan orang yang baru dia kenal, tapi kenapa saat berhadapan dengan pak Angga Zea seperti sedang berhadapan dengan ayah nya.


“Bapak kenapa memandangi wajah Zee terus dari tadi ??” tanya Zea heran.


“Hehe, maaf-maaf nak, bapak hanya merasa melihat anak bapak saat melihat mata indah mu” jawab pak Angga terkekeh.


“Emang anak bapak kemana ??”


“Anak saya ada di turki ikut suaminya”


“Oh, suaminya orang turki ya pak??”


“Bukan dia orang indonesia, karena harus mengurus perusahaan disana makanya pindah, sejujurnya bapak rindu sama dia, dia adalah putri bapak satu-satunya” pak Angga sedikit curhat kepada Zea.


“Sabar ya pak, semoga saja anak nya bapak segera pulang” ucap Zea.


“Iya nak”


Karena asik mengobrol tak terasa hujan pun berhenti, Zea segera pamit untuk pulang, awalnya pak Angga berniat untuk mengantar Zea pulang tapi Zea menolak.


Sementara di Turki Zahran dan Zenia baru saja keluar dari rumah sakit karena melepaskan KB di lengan Zenia


Mereka berdua sangat lega karena kondisi kandungan Zenia baik-baik saja, Zahran menggandeng tangan istrinya, tiba-tiba ada yang memanggil nama Zahran.


“Zahran”


Zahran dan Zenia menghentikan langkah mereka, mencari sosok seseorang yang sedang memanggil nama Zahran.


Terlihat seorang wanita tengah berlari ke arah nya.


“Zahran, apa kabar ??” tanya nya tanpa memperdulikan kehadiran Zenia di samping Zahran..


“Baik, siapa ya ??” tanya Zahran heran.


“Saya Ica Ran, secepat itu kamu melupakan aku” jawab Ica dengan sedikit kesal.


“Oh” jawab Zahran singkat sehingga membuat Ica bertambah kesal.


“Kamu gak tanya kabar aku gitu ??”


“Belum bertanya pun aku sudah tau kalau kamu baik-baik saja”


Kemudian Zahran beralih kepada sang istri.


“Ayo sayang kita pulang, kamu harus banyak istirahat supaya dedek nya sehat ” ucap Zahran sambil menekankan kata dedek kepada Zenia..

__ADS_1


“Kami permisi mbak Ica Assalamualaikum ” kali Zenia yang berbicara.


Tanpa menunggu jawaban dari Ica, Zahran dan Zenia pergi melangkah meninggalkan Ica yang sangat kesal padanya.


Tapi saat Zahran ingin membuka pintu mobil Ica memeluknya dari belakang, sesaat Zahran terdiam, dan saat sadar Zahran langsung melepaskan tangan Ica yang melingkar di perutnya.


“Lepaskan saya Ca” ucap Zahran.


“Tidak aku tidak mau, sebelum kamu mau menikahi aku”


“Ica lepaskan” bentak Zahran.


Dengan ketakutan Ica melepaskan pelukan nya, bukan hanya Ica yang kaget dengan bentakan Zahran melainkan Zenia juga, karena selama ini dia tidak pernah mendengar Zahran membentak nya.


“Ran aku mencintai kamu ” ucap Ica.


Zenia yang mendengar kata-kata Ica langsung maju dan..


Plaaaakkkk.


Zenia menampar Ica dengan keras sehingga membuat Ica meringis kesakitan.


“Jangan kau ucapkan kata itu lagi kalau kau tidak ingin merasakan lebih dari ini” ancam Zenia.


Kali ini Zahran melongo melihat istrinya, istrinya saat ini sudah berani, dia tidak cengeng lagi seperti saat Zahran bertemu dengan nya pertama kali.


“Kenapa kamu takut suami mu saya rebut ??” ucap Ica berusaha melawan Zenia.


“Jika suami saya mau buat apa saya takut, saya akan menyerahkan nya kepadamu dengan senang hati, tapi kenyataan nya suami saya tidak mau sama kamu, dasar perempuan hina” ucap Zenia


Mendengar itu Ica sangat marah dia hendak menampar balik Zenia tapi belum sempat tangan nya menyentuh pipi Zenia tangan Zahran langsung mencengkram pergelangan tangan Ica.


“Jangan sentuh istriku” geram Zahran.


“Tapi dia bilang aku perempuan Hina Ran” ucap Ica tidak terima dengan perkataan Zenia.


“Kalau kamu tidak merasa tidak usah marah” saut Zenia kemudian menarik tangan Zahran untuk segera pergi dari sana.


“Kurang ajar” teriak Ica.


Saat dalam mobil Zenia menangis.


“Sayang kenapa menangis ??” tanya Zahran.


“Aku takut Byby akan menikahinya karena dia telah memeluk byby tadi, bukan nya dulu sama Nia juga gitu byby menikahi Nia karena Nia berani memeluk Byby” ucap Zenia.


Zahran menahan tawanya, pikiran nya melayang mengingat kejadian dulu.


“Hehe iya tidak lah sayang, itu mah beda”


“Beda apa nya By ??”


“Iya beda lah, dulu itu karena byby mencintai mu, pas kamu memeluk Byby, Byby punya alasan untuk menikahimu hehe” balas Zahran


“Jadi ??”

__ADS_1


“Seperti yang kamu pikirkan, nanti aja bahasnya setelah sampai rumah”


__ADS_2