
Ke esokan paginya Angga dan Maya mendatangi kediaman Karina.
“Benar ini rumah nya Pa ??” tanya Maya memperhatikan sebuah rumah minimalis tersebut.
“Kalau menurut alamat yang di kasih Mila benar Ma” jawab Angga.
“Ayo turun Ma” ajak Angga kemudian, kebetulan rumah itu tidak ada pagarnya.
Maya mengangguk, kemudian mengikuti langkah suaminya untuk menuju rumah itu, di depan pintu berwarna putih tersebut Angga menekan bel.
Tidak lama kemudian keluar lah seorang wanita paruh baya, seperti nya dia adalah asisten rumah tangga.
“Dengan tuan Angga ya ?? Mari silahkan masuk !! Ibu sudah menunggu di dalam” ucap nya langsung.
Angga dan Maya saling pandang, kemudian dia melangkah masuk mengikuti Art tersebut, di ruang tamu atau pun bisa jadi ruang keluarga, Angga maupun Maya dapat melihat seorang wanita dengan berwajah pucat sedang duduk do kursi roda, wanita itu menampakkan senyum tipis nya, dia tak lain adalah Karina. , walaupun Maya belum pernah bertemu dengan Karina, tapi Angga menceritakan kisah cintanya bersama wanita tersebut.
“Mas Angga” panggil Karina pelan.
Angga hanya diam.
“Silahkan duduk" ucap Karina mempersilahkan Angga dan Maya, kemudian dia beralih kepada Art nya “ bi tolong buatkan minum” ucap nya.
“Tidak perlu repot-repot mbak” potong Maya.
Karina membalas dengan senyuman “tidak apa-apa”
“Ada apa kamu ingin aku kesini ??” tanya Angga langsung, dia tidak ingin berteleh-teleh.
“Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian berdua, sekaligus aku ingin meminta maaf” ucap nya menatap Angga sendu, ada raut kesedihan di wajahnya.
Angga tak mengerti apa yang di katakan Karina, minta maaf ?? Buat apa dia minta maaf ?? Bukan nya Karina tidak pernah berbuat salah, pikir Angga.
“Minta Maaf ?? Buat apa Karin ??” tanya Angga heran.
Karin terhenyak, sudah lama sekali dia merindukan pria itu memanggil nama nya.
“Mas aku ingin bertanya dulu sama kamu, jika aku berbuat kesalahan apa kamu akan memaafkan aku ??” tanya nya pelan.
__ADS_1
“Tergantung apa kesalahan mu” jawab Angga enteng.
Maya hanya terdiam, dia menyimak setiap obrolan suaminya dengan sang mantan.
”Angga Maafkan aku, hiks---hiks--hiks” Karina mulai menangis.
“Katakan Karina !! Kamu dari tadi selalu bilang maaf, katakan apa yang harus aku maafkan dari mu ??” suara Angga terdengar lembut.
“Sebenarnya putri mu masih hidup Mas” ucap Karina langsung
“Maksud nya ??”
“Putri mu Zea masih hidup Mas, yang waktu itu kamu makam kan adalah putri ku, aku yang menukarnya” Karina mengatakan dengan suara bergetar ada rasa takut di dirinya.
“Apa ??” kali ini bukan suara Angga yang keluar tapi suara Maya yang terdengar nyaring.
“Jangan bercanda kamu Karin !! Aku tidak suka itu” kata Angga mencoba untuk tidak percaya dengan perkataan Karin, bukan dia tidak ingin putri nya masih hidup tapi dia takut ternyata itu hanyalah mimpi belaka.
“Benar Angga, putri mu masih hidup, Dulu saat kamu memutuskan hubungan kita dan menikah dengan perempuan lain, hati ku hancur Mas, aku sakit, hingga aku memiliki dendam kepada mu, aku ingin kamu juga merasa kan kehancuran ku, pada saat istri mu mengandung anak pertama kalian aku sudah berniat untuk mengambil nya tapi aku tidak bisa, putri mu di jaga dengan sangat ketat, dan aku kembali menunggu, hingga saat itu tiba, aku mendengar kabar kalau istrimu kembali hamil dan juga bersamaan dengan ku, aku juga mengandung tapi aku tidak tau itu anak siapa, kamu tau kan aku ini wanita murahan, dan saat yang bersamaan pula aku dan istri mu melahirkan di waktu yang sama, tapi aku tidak melahirkan di rumah sakit melainkan di tempat bidan, tapi aku menyewa beberapa orang untuk melihat keadaan kalian, hingga aku mendapatkan kabar kalau istri mu pendarahan yang hebat dan disana lah aku menukar bayi nya saat kalian sibuk dengan kondisi istrimu”.
Mendegar itu Angga sangat emosi, dia menggepal kan tangan nya, mata nya menatap tajam ke arah Karin, sementara Maya sudah menangis begitupun dengan Karin tapi lain nya adalah Karin merasa takut melihat tatapan Angga.
“Maafkan aku Angga, Maaf aku tidak berpikir dua kali, aku kira kamu akan hancur tapi aku salah kamu mala menukupi semuanya dari istri mu, sampai kamu mengadopsi anak lain dari panti asuhan, aku melihat kehidupan mu bertambah baik dan disanalah aku sadar kalau sampai kapan pun kamu tidak akan pernah merasakan sakit seperti ku” ucap Karina terisak.
“Kamu salah karin, saat aku mendapatkan kabar kalau putri ku meninggal aku begitu hancur, aku hanya berusaha untuk kuat, dan kamu juga tidak tau bagaimana aku memohon pada pihak rumah sakit untuk tidak mengatakan semuanya kepada istri ku dan keluargaku hingga aku mengadopsi anak lain” balas Angga dia pun sudah ikut menangis.
“Terus dimana putriku ??” kali ini suara Maya yang terdengar.
Angga menoleh ke arah istrinya.
“Katakak Karin dimana putri kami !!” saut Angga.
“Putri kalian aku letak kan di depan pondok pesantren Nurul Huda di kota Bandung, dan kalian dengan cepat mengetahui putri kalian karena aku menulis surat di samping bayi kalian dengan sebuah nama Zea Shakila”
“Dari mana kamu tau kalau aku menamai anak ku seperti itu ??” tanya Angga lagi.
“Karena aku datang di pemakaman anak ku, dan disana kamu memberinya nama Zea Shakila, makanya aku membuat surat itu” jawab nya takut.
__ADS_1
“Kau sunggu keterlaluan Karin !! Aku tidak menyangkah kalau kamu bisa melakukan ini ” ucap Angga tak percaya.
“Maafkan aku Mas” ujar Karin menangis.
“Pa Maafkan mbak Karin !! Yang terpenting sekarang dia udah jujur pa, Mama juga mau marah sama dia tapi buat apa, semuanya sudah terjadi yang terpenting sekarang kita cari putri kita, mama sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dia pa” ujar Maya kemudian, walaupun dia sedikit marah sama Karin tapi Maya tetap merasa lega, dia hanya percaya kalau semua ini adalah takdir dari Allah.
“Iya Ma, Papa akan memaafkan dia” balas Angga sambil memeluk sang istri.
Karin memalingkan wajah nya, sementara Art yang sedarti tadi di suruh membuatkan minum hanya berdiri sambil membawa nampan, dia tidak ingin mengganggu obrolan serius mereka.
“Aku sudah memaafkan kamu Karin” ucap Angga lantang.
“Makasih Mas” balas Karina.
“Dan sekarang aku sudah tenang jika harus pergi dar dunia ini” ucap nya lirih, Karin merasa lega karena telah membuka kebenaran, dia tidak akan di hantui rasa bersalah lagi seperti dulu.
“Kalau begitu kami pamit” ucap Angga kemudian.
“Iya mas, terima kasih karena telah memaafkan aku, hati-hati di jalan" balas Karina.
Angga dan Maya pun pamit, meninggalkan rumah Karin dengan perasaan bercampur aduk.
Di dalam perjalanan pulang, Maya langsung mengajak suaminya untuk ke bandung dia ingin segera bertemu dengan putrinya, entah bagaimana keadaan putrinya tersebut apa dia bahagia selama ini dan bertemu dengan orang yang baik ataukah sebalik nya, pikir Maya.
Tiba-tiba Angga mengingat sesuatu.
“Apa jangan-jangan dia??” batin Angga dengan sebuah pertanyaan.
..
****
**LIKE DAN KOMEN..
SATU-SATU DULU YA PENYELESAIAN NYA, DAN CERITA ZEA AKAN SEGERA BERTEMU DENGAN ANGGA DAN MAYA, JANGAN BERTANYA KENAPA TERLALU CEPAT ?? KARENA AUTHOR SENGAJA KALAU LAMA-LAMA ENTAR KALIAN BOSAN, TERUS SENGAJA AUTHOR BUAT SECEPATNYA KARENA NANTI AKAN MENCERITAKAN KISAH GIBRAN DAN ZEA.
PERTANYAAN NYA APAKAH ANGGA AKAN MENYETEJUI HUBUNGAN GIBRAN DAN ZEA ??
__ADS_1
NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA 😁😁😁**