Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 39


__ADS_3

1 minggu kemudian Zahran dan Zenia benar-benar pulang ke indonesia, sesuai perkataan Zahran bahwa pekerjaan nya akan di ambil alih oleh Fahri dan akan di bantu oleh Zaidan.


Zahran sengaja memilih penerbangan pagi, di dalam perjalanan Zenia menyandarkan kepalanya di pundak Zahran, perjalanan kali ini tampak beda bagi Zenia karena dia tidak merasa takut lagi.


Jam 04 soreh mereka tiba di bandara Suekarno-Hatta, Zahran dan Zenia berjalan bergandengan keluar dari bandara, ternyata di parkiran Mama dan Papa Zenia sudah menunggu disana, Zenia langsung berlari memeluk Mama nya.


“Sudah-sudah nanti di lanjut lagi pelukan nya, kasian suami kamu pasti dia sangat lelah” ujar Angga sembari membantu Zahran memasukan barang nya kedalam bagasi mobil.


Zenia melepaskan pelukan nya, dia mengerucut kan bibirnya karena kesal sama Papanya.


Mereka berempat langsung masuk mobil, Dengan Angga yang menjadi sopirnya, Mobil melaju meninggalkan kawasan parkir Bandara, di dalam perjalanan pulang Zenia menceritakan kegiatan nya selama di Turki dan tempat-tempat yang dia kunjungi, Zenia juga menunjukan foto-foto nya bersama dengan Zahran.


“Tumben gak di Upload di IG??” tanya Maya heran, karena biasanya Zenia selalu update.


“Gak saya izinin Ma” Timpal Zahran.


“Haha, pasti kesal dia tu kalau di larang upload Foto” Sahut Angga yang tau pasti putrinya akan marah kalau kebiasaan nya di larang oleh orang lain.


“Enggak kok pa, iya kan By ?? Nia gak ngambek kan??” ucap Zenia kepada suaminya sembari mengedip-edip kan matanya seperti boneka.


“Hehe, iya Enggak, cuman diamin aku selama sehari” kekeh Zahran dan itu membuat Angga dan Maya kembali tertawa.


Karena asik bercanda tak terasa mereka telah sampai di depan rumah megah milik kedua orang tua Zenia, disana sudah menunggu Raja dan Zara, karena sedari tadi Raja tidak mau masuk kalau belum melihat Bundanya, jadi terpaksa Zara menemani keponakan nya.


“Bunda” pekik Raja saat Zenia turun dari mobil.


Zenia pun langsung memeluk anak nya itu, msnciumi pipinya, Zenia benar-benar merindukan anak nya, Zahran juga melakukan hal yang sama, dia juga tampak merindukan Raja.


“Ayo masuk dulu” ajak Maya karena Zara hanya diam saja.


Mereka semua masuk ke dalam,dan berkumpul di ruang keluarga.


“Gimana Sayang apa kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan ??” tanya Maya antusias, dan semua orang langsung menatap ke arah Zenia, termasuk Zara.


“Jangan sampai Kak Nia hamil duluan, bisa-bisa aku akan semakin di bandingkan oleh ibu mertuaku” Batin Zara geram sembari menatap Zenia menunggu jawaban darinya.


“Mama apa-apaan sih ?? Malu tau Ma” jawab Zenia menunduk.


“Loh kenapa harus malu sayang ?? Mama tu

__ADS_1


udah gak sabar gendong cucu lagi” ucap Maya.


“Sabar Ma, Nia itu kan baru 1 bulan menikah dengan Zahran jangan buru-buru minta cuculah, biarkan mereka menikmati masa-masa pengantin barunya” sahut Angga kemudian.


“Hehe Papa bisa Aja” ucap Zahran


“Iya ni Mama, Raja aja baru 2 tahun setengah kok, Sabar Ma nanti kalau Nia hamil akan Nia kabari kok !!” balas Zenia.


Tidak lama Gibran datang.


“Assalamualaikum” salam Gibran saat melihat semua orang lagi berkumpul di ruang keluarga.


“Walaikum salam” jawab semuanya serempak.


“Sini sayang duduk sini” ucap Zara sengaja menekan kan kata sayang kepada Gibran, dia pikir Zenia akan cemburu, tapi ternyata Zenia bersikap biasa saja mala saling lempar senyum kepada suaminya.


“Baru pulang kerja ya Gib ??” ucap Zahran basa-basi, tapi bukan Gibran yang menjawab mala Zara.


“Iya dong, suamiku kan pegawai kantoran” Jawab Zara dengan sombongnya, rupanya Zara belum tau kalau ternyata Zahran adalah seorang CEO di perusahaan terkenal di Negara Turki dan Kota D, yang dia tau Zahran hanyalah seorang guru yang mengajar di Ponpes dan Waktu Zahran ke Turki Zara pikir Zahran sedang mendapatkan penawaran mengajar disana, apalagi dia tidak melihat postingan Zenia yang melihat kan dia jalan-jalan, Zara pikir pasti suaminya tidak bisa mengajak Zenia jalan-jalan.


Zahran tersenyum mendengar jawaban dari adik iparnya, tapi tidak dengan Zenia dia menatap tajam ke arah adik nya, dia gak suka kalau Zara meremehkan suaminya.


“Maksud kamu apa Zara bicara seperti itu ??” Tanya Zenia dengan geram.


“Zara jaga ucapan kamu” bentak Angga kepada anak bungsunya itu.


“Apaan si Pa” jawab Zara.


“Keterlaluan kamu” ucap Gibran kemudian.


“Sudah-sudah tidak usah di permasalahkan !! apapun perkejaan saya yang terpenting itu Halal Alhamdulillah, dan InsyaAllah cukup untuk menafkahi istri dan anak saya” kata Zahran dengan tersenyum.


“Ayo kita ke kamar By” ajak Zenia kepada suaminya.


Zahran mengangguk dia langsung pamitan kepada kedua mertuanya untuk menyusul Istrinya ke kamar, dan Raja juga ingin ikut akhirnya Zahran bersama Raja masuk kedalam kamarnya.


“Sayang” panggil Zahran lembut.


“Udah dong jangan marah lagi, Jelek tau” tambah Zahran karena istrinya hanya diam saja.

__ADS_1


“Gimana gak marah By, Zara tu keterlaluan ngomongnya” ucap Zenia.


dia tidak enak dengan suaminya, dia takut kalau perkataan Zara menyinggung suaminya padahal Zahran tidak mempermasalahkan itu, karena dia sudah biasa hanya di anggap seorang guru biasa oleh orang lain, malahan itu lebih membuat dia nyaman dari pada di pandang seorang CEO.


“Baba Unda tenapa ?? Kok malah-malah mulu??” tanya Raja bingung.


“Hehe, Baba juga tidak tau Nak, Bunda mu kenapa” jawab Zahran.


“Unda tenapa ?? jangan malah telus anti cepat tua” ujar Raja.


Zahran terkekeh dengan perkataan anaknya itu, tak lama juga Zenia menunjukan senyum nya walaupun dengan terpaksa, rupanya hati nya masih sangat jengkel dengan kelakuan adik nya tadi.


“Udah ya sayang !! Byby tidak apa-apa kok, Beneran” ucap Zahran sembari membentuk hurup V di jari telunjuk dan jari tengah nya.


“Iya By, maafkan Zara ya By” ucap Zenia.


“Iya sayang, tidak mengapa” balas Zahran sembari mengelus rambut istrinya.


Kembali lagi keruang keluarga, disana Papa Angga masih marah dengan kelakuan Zara.


“Benar-benar anak kurang ajar kamu” bentak Angga sembari menunjuk ke arah Zara.


Zara terdiam, bukan tidak berani untuk menjawab perkataan ayahnya, tapi dia takut kalau dia di usir dari rumah.


“Sudah Pa !! Gibran bawa istri kamu ke kamar, Mama pusing lihat dia terus” ucap Maya.


Gibran langsung membawa Zara kedalam kamarnya.


“Kamu keterlalulan Ra, bicara seperti itu kepada suaminya Nia, gimana kalau dia tersinggung, kan gak enak” ucap Gibran saat mereka telah sampai di kamar mereka.


“Bodo amat, emang aku pikirin” ketus Zara menjawab perkataan suaminya.


“Udah sana mandi” ucap zara kemudian sembari mendorong tubuh suaminya.


Gibran menurut saja, dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sementara Zara masih kepikiran gimana caranya dia yang hamil duluan sebelum Kakaknnya itu, dia malah tak memikirkan kesalahan nya barusan.


*


*

__ADS_1


*


Like + komen + Vote nya ya.


__ADS_2