Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part27


__ADS_3

**HAI AKU BALIK LAGI NIH, MAAF YA SEMALAM GAK JADI UP, AUTHOR NYA KETIDURAN 😄😄 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, KALAU ADA YANG MAU NGASIH HADIAH JUGA GAK PAPA.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


Hari ini adalah hari yang di tunggu semua orang, karena hari ini Zahran beserta keluarganya akan tiba di indonesia setelah 2 tahun berada di Turki.


Jam 04 sore Zaidan dan Fahri di tugaskan untuk menjemput Zahran serta istri dan anak nya, dengan membawa mobil masing-masing mereka berdua berangkat.


Zaidan dan Fahri telah sampai di Bandara Suekarno-Hatta, mereka menunggu disana, 30 menit kemudian mereka dapat mendengar kalau pesawat yang dari Turki telah tiba, segera Zaidan dan Fahri mendekat guna membantu membawakan barang kakak nya.


Benar saja Zahran terlihat menggendong Arda dan tangan sebelahnya menggandeng Raja, sementara Zenia di belakang Zahran dengan menggendong Adel.


“Itu mereka Kak" tunjuk Zaidan setelah melihat Zahran turun.


“Ayo kita kesana” ajak Fahri kemudian.


Sementara Zahran dan Zenia tengah menunggu barang-barang mereka di turunkan.


“Sayang tunggu disana saja !! biar Byby yang mengurus barangnya” ujar Zahran.


“Baik By” jawab Zenia karena memang dia sangat lelah menempuh perjalanan yang kurang lebih 10 jam tersebut, di tambah Adel selalu ingin di pangku oleh Zenia, sekarang Zahran baru tau kalau anak perempuan nya Fobia ketinggian, dan Zahran akan segera membawanya untuk konsultasi ke dokter.


“Sayang jangan takut lagi yah !! kita sudah turun kok” ucap Zenia dengan lembut, tapi Adel masih membenamkan wajahnya di dada Zenia, badan nya masih gemetar karena naik pesawat tersebut, Zenia tidak tau sama sekali kalau anak nya Fobia ketinggian karena dulu dia dan Zahran membawa Arda dan adel dalam kondisi mereka masih Bayi.


Tapi belum sempat Zenia melangkah, sudah terdengar suara Fahri dan Zaidan.


“Assalamualaikum" seru mereka berdua serempak.


“Waaikumsalam” jawab Zahran dan Zenia.


“Apa kabar Bang" ucap Zaidan langsung memeluk Zahran dengan erat, Zahran pun membalas memeluk adik nya.


”Alhamdulillah Abang sehat” jawab nya.


Fahri juga melakukan hal yang sama, dia juga memeluk tubuh Zahran dengan erat.


“Kak Nia, bagaimana kabarnya ??" tanya Zaidan.


“Baik dek".


Kemudian Raja dan Arda segera menyalami tangan kedua om nya.


“Kau sudah besar rupanya !! jadi kangen oom berantem sama kamu” kata Zaidan kepada Raja

__ADS_1


“Iya dong Om, Raja juga sudah sekolah” jawab nya bangga.


“Nanti saja bicaranya, Fahri dan Zaidan tolong bawakan barang Abang dulu !! Abang mau gantian menggendong Adel kasihan Nia” pinta Zahran, dan langsung di angguki oleh Zaidan dan Fahri.


Zahran segera mengambil alih menggendong Adel.


“Adek sama Baba dulu ya !! kasihan bunda nya” ucap Zahran dengan lembut.


“Adek takut Ba” ucapnya setelah berada di gendongan Zahran.


Setelah mendapatkan semua barang-barang Zahran dan Zenia mereka semua keluar dari kawasan Bandara itu untuk segera menuju mobil Zaidan dan Fahri.


“Bang Adel kenapa ??” tanya Zaidan melihat Adel diam saja.


“Dia Fobia ketinggian Dan, Abang juga baru tahu” jawab Zahran sambil terus melangkahkan kakinya menuju tempat parkiran.


“Loh kok bisa ya Bro, kan Anta sama dek Nia juga tidak ada Fobia ketinggian kan” sahut Fahri.


“Iya bisa aja lah Fah, tapi nanti Mau di bawa ke dokter dulu, siapa tau bisa di obati" .


Zaidan langsung membuka kan pintu mobil, untuk Zahran dan Zenia.


“Baba, Bunda, Abang sama Kakak Ar naik mobil om Fahri aja ya” ucap Raja.


“Baiklah kalian hati-hati ya Nak” balas Zahran kemudian..


Di dalam perjalanan Zenia menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.


“Capek banget ya sayang ??” tanya Zahran lembut dan langsung di angguki oleh Zenia.


“Sabar ya !! bentar lagi kita sampai, nanti malam Byby pijitin” lanjut Zahran lagi.


Zenia begitu terenyuh dengan perhatian suaminya, padahal Zahran pasti lebih capek darinya, selama di dalam pesawat Zahran harus di sibukkan oleh Raja dan Arda, apalagi Raja selalu minta di temani ke kamar mandi, Zahran dengan sabat menuruti keinginan anak-anak nya, dan saat ini Zahran masih berminat untuk memijiti sang istri, sungguh Zenia sangat bersyukur kepada yang kuasa.


“Abang kelihatan nya lelah sekali” batin Zaidan melihat wajah lelah Zahran dari kaca spion mobil tersebut.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di kediaman rumah Angga dan Maya, semua orang berkumpul di depan rumah untuk menyambut kedatangan Zahran beserta istri dan anak nya.


Zaidan segera turun untuk membukakan pintu belakang agar Zahran dan Zenia bisa turun.


Senyum ceria di tampilkan mereka semua saat melihat Zahran dan Zenia turun dari mobil.


“Assalamualaikum” seru Zahran dan Zenia serempak.

__ADS_1


“Waalaikumsalam” jawab yang lain nya secara serempak juga.


“Nia anak ku" ucap Maya langsung berlari memeluk putri sulung nya, di susul oleh Angga sang Papa.


“Mama, Papa” balas Zenia memeluk kedua orang tuanya.


Umi dan Abi juga mendekati Zahran, segera Umi mengambil alih menggendong Adel.


Zahran segera menyalami kedua orang tuanya, tak lupa dia memeluk Abi dan Umi sebentar, Zenia setelah selesai memeluk kedua orang tuanya dia juga langsung memeluk Umi dan menyalami tangan Umi dan Abinya.


“Raja sama Arda mana Nak ??" tanya Abi.


“Masih di belakang Abi, mereka di mobil Fahri” jawab Zahran.


Dan benar saja tidak lama kemudian mobil Fahri tiba, dengan segera Zaidan mendekat untuk membuka kan pintu untuk Raja dan Arda.


Gibran tengah bersiap untuk menyambut kedatangan putranya, dan langsung ingin memeluk Raja dengan erat, begitupun dengan Susi, tapi saat Raja turun dari mobil dia segera berlari memeluk Maya.


“Mama------” teriak nya dengan lantang di susul oleh Arda yang langsung di sambut oleh Angga.


“Masya Allah cucuku” balas Maya langsung menghujani Raja dengan ciuman nya


“Bang, jangan Mama tapi Nenek” tegur Zenia.


“Eh iya lupa, maaf bunda” balas Raja kemudian.


Semua orang disana hanya tertawa..


”Ayo semuanya masuk dulu” pinta Angga.


Dari tadi Zea mengamati dari jendela kamarnya, memang Maya tak mengizinkan untuk ikut menyambut kedatangan Zenia, nanti ada saat nya Maya akan memperkenalkan Zea kepada Sang Kakak.


“Masya Allah, Kak Nia cantik sekali” ucap nya tersenyum.


Kini semua orang telah berkumpul di ruang keluarga, Zenia sangat merindukan rumah itu.


“Ran Adel kenapa kok dari tadi tubuhnya gemetar ??” tanya Umi yang merasakan cucunya ketakutan.


“Adel fobia ketinggian Umi, Zahran juga baru tahu itu” jawab Zahran yang merasa kasihan melihat putri kecilnya.


“Gibran bagaimana kabarnya ??" lanjut Zahran lagi.


“Alhamdulillah baik mas”jawab nya tersenyum ramah.

__ADS_1


Raja yang mendengar nama Ayah nya di sebut langsung turun dari pangkuan Maya dan langsung berlari untuk memeluk Gibran.


“Ayah” ucap nya langsung.


__ADS_2