Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 69


__ADS_3

Ke esokan paginya, Gibran berniat untuk mengajak anak nya jalan-jalan, tapi saat mereka sarapan tiba-tiba Zara datang.


“Assalamualaikum” ucap Zara.


“Walaikum salam” jawab Zenia dan Zahran serta Gibran serempak, di ikuti oleh Zaidan dan Raja.


“Loh mas Gibran” kata Zara terkejut.


“Mas Gibran datang kemaren soreh Ra, dia ingin bertemu dengan Raja sebelum kami berangkat ke turki” jelas Zenia apa adanya.


Zara terlihat menganggukan kepalanya, sembari ber Oh ria.


“Kak ini ada titipan Umi” ucap Zara sembari menyerahkan rantang makanan kepada Zenia.


“Makasih ya Ra, udah repot-repot untuk nganteri kesini, kalau kamu sibuk telfon aja, biar Mas yang ambil” sahut Zahran tidak enak.


“Tidak apa-apa mas, Zara senang kok bisa bantuin Umi, apalagi ini buat Kak Nia” jawab Zara tersenyum.


Sedangkan Gibran hanya diam saja, dia tak tau harus berkata apa, mulutnya seakan terkunci, tapi pandangan matanya terus tertuju kepada Zara, melihat penampian Zara saat ini membuat Gibran terpukau, apalagi Zara sudah memakai Hijab, sungguh cantik bagi Gibran.


“Ya sudah Zara pamit pulang ya, mas, kak Nia” ucap Zara kemudian.


“Loh kok cepat sekali ?? Enggak ikut sarapan dulu ??” tanya Zenia heran.


“Tidak kak, Zara ada kerjaan di ponpes,” jawab Zara gugup.


“Oh ya sudah kamu hati-hati di jalan, nanti siang kakak ke ponpes kok” Se akan tau perasaan adik nya akhirnya Zenia mengizinkan Zara pulang.


Setelah berpamitan Zara pergi dari rumah Zenia, sebetulnya Zara sedang tidak ada pekerjaan apapun, dia juga sudah izin kepada Umi, tapi setelah melihat kehadiran Gibran disana entah mengapa membuat Zara merasa canggung, ada rasa yang sulit untuk di jelaskan.


Zara menyusuri jalan raya, dia belum ingin untuk pulang ke ponpes, niat awalnya ingin bermain bersama twins gagal karena kehadiran Gibran.


“Kenapa harus bertemu lagi ya Allah” ucapnya sedih.


Bertemu dengan Gibran membuatnya kembali mengingat kenangan masalalunya, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam Zara masih sangat mencintai Gibran, tapi dia sadar diri sekarang kalau dia bukan lah wanita yang sempurna, dia tidak pantas bersama Gibran lagi.


Zara menghentikan Taksi yang lewat, dia ingin pergi ke taman untuk menenangkan diri, sepanjang perjalanan Zara hanya melamun, hingga tak terasa mobil yang ia naiki sudah berhenti di sebuah taman.


“Sudah sampai Mbak” ucap sang sopir.


“Eehh,, maaf pak saya melamun !! Sudah sampai ya ?? Ini ongkosnya pak, terima kasih” jawab Zara sembari memberi uang kepada sopir taksi itu.


Zara turun dan memasuki area taman, dia duduk di bangku taman tersebut, tak kuat menahan air matanya, Zara pun menumpahkan kesedihan nya.


“Kenapa perasaan ini tidak bisa hilang ?? Aku tidak ingin mencintai dia lagi, Hiks___Hiks___Hiks” Zara terus berbicara sendiri, air matanya mengalir dengan deras.


*


*


*


Kembali kerumah Zahran dan Zenia.


Setelah selesai sarapan Gibran pamit untuk mengajak Raja jalan-jalan.


“Kami pamit dulu mas” ucap Gibran kepada Zahran.


“Iya Gib, hati-hati di jalan, ini kunci mobilnya” jawab Zahran sembari memberikan kunci mobilnye kepada Gibran..


“Terima kasih mas, maaf merepotkan” ujar Gibran dengan sopan.

__ADS_1


“Sama-sama Gib, tidak merepotkan sama sekali kok” balas Zahran sembari tersenyum.


“Ayo nak kita jalan-jalan, pamit dulu sama Baba sama Bunda !!” pinta Gibran kepada anak nya.


Raja mengangguk, kemudian dia mendekat ke arah Zahran, dia mencium punggung tangan Zahran sembari berpamitan.


“Ba Raja jalan-jalan dulu ya sama Ayah” ucapnya.


“Iya sayang hati-hati di jalan” pesan Zahran saambil mencium pipi kanan dan kiri Raja.


Raja pun melakukan hal yang sama kepada Zenia, setelah berpamitan Gibran dan Raja pergi.


Kini tinggal Zahran, Zaidan dan Zenia.


“Bang Zaidan mau ke ponpes dulu” ucapnya.


“Iya, hati-hati dijalan” balas Zahran.


Zaidan pun pamit kepada kedua kakak nya.


*


*


*


Suasana nampak cerah pagi ini, Zara masih sangat betah duduk di sebuah bangku panjang yang ada di taman tersebut, dia terlihat menundukan kepalanya, sesekali dia menyekah air matanya..


Dia mendongakan kepalanya dan penglihatan nya terhenti pada seseorang yang sedang bermain bersama anak kecil, sosok pria yang ia lihat mengenakan kemeja abu-abu, lengan kemeja ia gulung hingga ke siku di padukan dengan jeans hitam. Zara terus memandanginya dengan fokus seolah itu adalah sebuah pemandangan yang sangat bagus untuk di lihat. Ya pria itu adalah Gibran yang saat ini sedang bermain bersama anak nya.


“Zara......” dia terkejut saat sebuah tepukan tangan di pundaknya, dan yang paling mengejutkan lagi seorang yang berdiri di depan nya sekarang adalah orang yang selama ini dia hindari.


“Iya ini aku !! Kenapa kaget ?? Udah puas kan sekarang main-main nya, saat nya kamu ikut bersama ku” ucap Roi dengan nada menyeramkan.


Zara ketakutan, tubuhnya gemetaran, kenapa harus bertemu dengan Roi lagi ??.


“Tidak Roi aku tidak mau ikut bersama kamu lagi, tolong lepaskan aku Roi !!” ucap Zara memohon, air matanya sudah menggenang lagi di pelupuk matanya.


“Hahaha, lepaskan katamu ?? Setelah apa yang telah kamu lakukan kepada ku, Hah” ucap Roi sembari tertawa, hingga membuat Zara semakin ketakutan.


“Kamu mau ikut aku dengan suka rela ?? Atau aku paksa kamu ??” sambung Roi lagi.


“Tidak !! Aku tidak akan ikut bersama kamu lagi, kalau sampai kamu memaksa aku akan teriak” kata Zara.


“Silahkan kamu teriak sepuas kamu, dan aku akan menunjukan kepada mereka video-video kita saat bercinta” Ucap Roi lagi sembari tertawa terbahak-bahak.


Zara semakin ketakutan, bagaimana ini ?? Dia sangat kenal dengan Roi bahwa ancaman nya tidak akan main-main. Zara melihat ke arah Gibran dan Raja yang masih asik bermain, mereka belum menyadari kalau Zara ada disana.


Saat melihat Roi lengah, Zara berlari ke arah Gibran, dia yakin Gibran pasti akan menolongnya.


“Mas Gibran tolong aku !!” teriak Zara sembari berlari.


“Ayah kenapa onty lari-lari ??” tanya Raja heran saat melihat Zara berlari sangat kencang.


Gibran memperhatikan Zara, hingga dia melihat beberpaa orang mengejarnya.


“Siapa mereka ?? Kenapa dia mengejar Zara ??” batin Gibran, kemudian dia langsung mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, dia yakin kalau itu adalah Roi, gawat !! Berarti Zara dalam bahaya.


Gibran beralih ke arah anak nya.


“Nak bawa HP ayah ! Pergi dari sini, sembunyi dalam mobil dan segera hubungi Baba ya !! Ayah mau nolongin onty Ra dulu” pinta Gibran.

__ADS_1


Raja mengangguk tanda mengerti, dengan cepat ia berlari meninggalkan Gibran, anak kecil itu merasa kan takut yang sangat besar, tapi dia harus menuruti keinginan Ayah nya.


Melihat anak nya yang sudah menjauh, Gibran segera berlari ke arah Zara.


“Mas tolong !!” ucap Zara ngos-ngosan.


Prok__Prok__prok “Bagus kalau kalian berdua disini, jadi saya bisa langsung membawa kalian” ucap Roi dengan senang.


“Apa yang kamu inginkan ??” tanya Gibran, sedangkan Zara sudah bersembunyi di belakang Gibran.


“Kalian mau tau apa yang saya inginkan ?? Baiklah saya akan kasih tau, saya ingin nyawa kalian berdua” bentak Roi dengan amarah yang memuncak..


“Kenapa kamu menginginkan nyawa kami ??? Apa salah kami ??” Gibran masih berusaha setenang mungkin.


“Kalian lupa dengan apa yang kalian lakukan beberapa bulan yang lalu ??” jawab Roi.


Sedangkan Raja dia sudah masuk ke dalam mobil, dia menangis, tubuhnya gemetaran karena takut, dia menghidupkan ponsel ayah nya, beruntungnya Gibran tidak memakai kunci pada handphonenya, Raja mencari kontak Zahran, dia yang baru belajar membaca harus mengeja setiap hurup disana, beruntungnya Raja sudah hapal A sampai Z, jadi dia tau kalau nama awal Zahran berawalan hurup Z..


Akhirnya setelah lama mencari Raja bisa menemukan kontak Zahran, Raja pun langsung menghubungi Zahran.


Saat itu Zahran sedang dalam perjalanan menuju kantornya bersama Fahri, tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, Zahran melihat panggilan dari Gibran, walau heran tapi Zahran tetap menjawab panggilan tersebut.


Saat Zahran sudah menempelkan benda pipih itu ke daun telingahnya, terdengarlah dengan jelas suara Raja yang sedang menangis, Zahran langsung panik mendengar tangisan sang Anak.


“Loh Raja kenapa menangis Nak ?? Ayah nya mana ??”


“Ba tolong, ada orang jahat” Raja menjawab dengan tersedu-sedu.


“Astaghfirullah, sekarang Raja dimana sekarang ?? Baba langsung kesana” ucap Zahran.


“Raja di dalam mobil, tadi ayah menyuruh Raja untuk sembunyi di mobil dan menghubungi Baba, ada orang jahat yang lagi mengejar onty Ra jadi Ayah nolongin Onty” jelas Raja terbata-bata.


“Baik Baba kesana sekarang, Raja tenang ya Nak !! Ingat pesan Baba jangan keluar dari mobil ya, tetap disana sampai Baba sampai” pinta Zahran.


“Baik Ba” jawab raja


Zahran memutuskan sambungan telfon nya.


“Ada apa bro ??” tanya Fahri.


“Raja dalam bahaya Fah, coba cek dimana lokasinya sekarang, katanya Raja berada dalam mobil, dan mobil yang dibawa kan ada GPS nya” pinta Zahran dengan panik, dia takut terjadi sesuatu kepada anak nya itu.


*


*


*


**Like.....


Komen.......


Vote.......


*


**


***


...Selamat membaca**...

__ADS_1


__ADS_2