
Pukul 02 dini hari Zahran terbangun dari tidurnya, dia melirik kesamping sang istri masih tertidur sangat lelap, Zahran tak tega membangunkan Zenia akhirnya dia memutuskan untuk sholat tahajud sendiri.
Zahran beranjak dari atas tempat tidurnya, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah selesai Zahran keluar dia langsung bersiap-siap untuk sholat.
Zahran membentangkan sajadah nya, setelah selesai Zahran mulai melaksanakan sholat dua rakaat tersebut...
Shalat Tahajud adalah salat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Shalat ini bukanlah bagian dari salat lima waktu yang diwajibkan bagi umat Muslim dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
Setelah melaksanakan shalat tersebut, Zahran menengadahkan kedua tangan nya, dia memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.
“Ya Allah hamba yakin semua ini atas kehendak mu dan hamba juga yakin engkau mempercayakan rahim istri hamba agar kembali di huni oleh makhluk yang suci, maka dari itu ya Allah hamba mohon lindungilah istri hamba, sehatkan lah dia, dan lindungi juga anak yang sedang di kandung istri hamba, semuanya hamba serahkan pada engkau ya Allah”
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya :
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka"
“Aamiin” Zahran menyapukan kedua tangan nya ke wajahnya.
Kembali dia menoleh ke tempat tidur sang istri masih terlihat nyenyak.
Tes___Tes air mata Zahran meluncur seketika,
“Byby menyayangimu sayang, sehat selalu ya !!” ucap Zahran sembari menyeka air matanya.
***********
Di indonesia......
Gibran menyambut harinya dengan ceria, entahlah sejak pertemuan nya dengan Zea membuatnya semangat menjalani hari nya.
Dia sangat berharap bisa kembali di pertemukan dengan perempuan itu, seperti saat ini dia menatap dirinya di depan cermin dia sudah berpakaian rapih untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
“Apa aku harus kembali ke bandung ya supaya bisa bertemu dengan nya” gumam Gibran sembari tersenyum saat mengingat pertemuan pertama mereka.
Setelah bersiap Gibran keluar dari kamar nya, dia melangkahkan kaki nya untuk ke meja makan, disana kedua orang tuanya sudah menunggu, seperti biasa mereka akan sarapan bertiga.
“Gib” panggil Susi kepada anak nya.
“Iya bu” jawab Gibran
“Ibu mau kamu mengajak Raja pulang ke indo, Ibu rindu sama dia Gib, dia adalah cucu satu-satunya ibu, kali ini saja turuti keinginan ibu” pinta Susi dengan air mata yang sudah menetes.
Gibran menghentikan sarapan nya, dia menatap ke arah sang ibu, begitu pun dengan Hartono ayah nya Gibran, ada rasa kasihan di diri Gibran melihat ibunya menangis seperti ini, tapi dia juga harus berbuat apa, memaksa Raja untuk pulang ke indo dan ikut bersama nya rasanya tidak mungkin, apalagi Raja saat ini sudah sekolah.
“Tapi Bu” kata Gibran bingung harus berkata apa.
“Gib tolong kamu ngertiin Ibu, Ibu ini sudah tua Ibu ingin bermain bersama cucu ibu” Susi sudah mulai meninggikan suaranya.
“Gib apa tidak bisa kamu menuruti keinginan ibu kamu ?? sejujurnya ayah juga ingin bermain bersama Raja Nak” timpal Hartono.
Gibran bertambah bingung, apa yang harus dia lakukan, walaupun dia sadar kalau Raja adalah putra kandung nya.
“Nanti coba Gibran telefon mas Zahran untuk membicarakan semua ini” ucap Gibran.
Hingga suasana di meja makan itu tampak sangat tegang.
“Bu Gibran sadar kalau Gibran lebih berhak atas Raja dari pada mas Zahran, tapi apa ibu lupa kalau selama ini mas Zahran lah yang merawat Raja” jelas Gibran menjelaskan bagaimana Zahran merawat putranya dengan penuh kasih sayang.
“Pokok nya ibu gak mau tau, kamu harus membawa Raja pulang titik.” Susi pun berdiri dan meninggalkan meja makan tersebut.
Kini tinggal Hartono dan Gibran, mereka saling memandang.
“Gib, kalau pun Raja kamu bawa Ayah yakin Zenia tidak akan keberatan karena masih ada 2 anak nya lagi yaitu si kembar, ayah mohon bawa lah Raja pulang kalau memang kamu masih menyayangi Ayah dan Ibu” kata Hartono memohon, kemudian dia berdiri dan ikut meninggalkan Gibran.
Gibran mendesah frustasi, tidak semudah itu untuk membawa Raja pulang, apalagi Raja sudah sangat nyaman tinggal disana, dan Gibran juga tidak yakin Raja akan bahagia jika tinggal bersama nya.
********
__ADS_1
Sementara di tempat lain Zea akan bersiap-siap untuk berangkat ke jakarta, dia akan menghadiri salah-satu rumah sakit yang di rekomendasi kan dari kampus nya.
“Zee berapa lama kamu disana Nak ??” tanya Umi ada raut kesedihan di wajah nya.
“Zee hanya seminggu Umi, setelah urusan Zee selesai Zee akan segera pulang” jelas Zee menatap ibunya.
“Kamu jaga diri baik-baik ya Nak, kabari Umi sama Abi terus” pinta Umi.
“Iya Umi”
Kemudian Umi dan Zea keluar dari kamar nya, di ruang keluarga sudah ada Abi yang menunggu mereka, Umi dan Zee mendekati Abi.
“Kamu jaga diri baik-baik disana Zee, walaupun jakarta-bandung tidak terlalu jauh tapi tetap saja Abi sama Umi khawatir”
“Iya Abi”
Kemudian Zea memeluk Umi dan Abi secara bergantian, setelah selesai Zea berpamitan, dan Umi serta Abi mengantarnya sampai Zea masuk kedalam mobil yang akan mengantar Zea ke jakarta.
Mobil yang membawa Zea melaju dengan tenang, Zea menghidupkan Ponselnya dan memasang handset ke telinga nya kemudian Zea memutar lagu Asmaul Husna sesekali mulut nya bergumam mengikuti lagu tersebut.
Sang sopir hanya mendengarkan dengan perasaan tenang, hingga beberapa jam kemudian Zea sudah sampai di jakarta, Zea segera menuju ke apartemen nya yang sengaja dia sewa untuk tempat tinggal nya selama di jakarta.
Zea memasuki apartemen nya.
“Assalamualaikum” seru Zea saat mulai menginjakkan kakinya di dalam apartemen tersebut.
Zea segera menuju kamar nya, setelah sampai dia duduk di ranjang tempat tidur.
“Alhamdulillah sampai juga” gumam Zea kemudian.
Tidak lama kemudian terdengar suara Adzan Zuhur berkumandang, dengan segera Zea membongkar kopernya untuk mengambil peralatan sholatnya, setelah menemukan Zea menuju kamar mandi tapi sebelum nya dia melepaskan Hijab dan Cadarnya terlebih dahulu.
Setelah selesai mengambil wudhu Zea pun langsung melaksanakan sholat Zuhur dengan khusuk.
*********
__ADS_1
**Akan ada adegan pertemuan Papa Angga sama Zea ya, ada yang penasaran tunggu episode selanjutnya, jangan lupa Like+komen di novel ini.
Author ingin up 3 episode tiap hari tapi gak bisa selalu saja ada halangan**..