Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
Episode 65


__ADS_3

Seminggu kemudian Zenia sudah kembali kerumah nya, bersama Baby twins, seluruh keluarga sangat senang menyambut kedatangan Zenia dan kedua anak nya.


“Selamat datang kembali sayang” ucap Zahran kepada istrinya.


Zenia tersenyum, dia bahagia sekarang karena sudah bisa berkumpul bersama keluarganya di rumah, Zahran membawa istri dan kedua anak nya langsung ke kamar, dan ternyata kamar mereka sudah di sulap oleh Zahran, kamar di sebelahnya di bobol oleh Zahran hingga langsung menyatu ke kamar mereka, disana sudah terdapat perlengkapa twins, dua tempat tidur yang waktu itu Zenia pilih.


“By ini semua byby yang buat ??” tanya Zenia saat sudah di dalam kamar mereka.


“Bukan byby tapi tukang bangunan” bantah Zahran sembari mengekeh.


“Iiih maksud Nia pasti byby kan yang menyuruh mereka melakukan ini ??”


“Hehe iya sayang, Gimana ?? kamu suka gak ??” Zahran kembali bertanya.


“Suka banget By, apalagi kamar twins langsung menyatu ke kamar kita, terus itu buat tidur siapa ??” tunjuk Zenia saat melihat sebuah tempat tidur yang berada di dalam kamar twins.


“Buat abang nya twins lah, jadi di dalam ruangan ini kita akan tidur sama-sama, sama kamu, abang Raja, kakak Arda dan dedek Adel” jelas Zahran, dan itu berhasil membuat Zenia tak henti- hentinya tersenyum.


Tidak lama suara ketokan pintu menghentikan canda tawa mereka.


“Assalamualakum Nak ??” ucap Umi saat pintu sudah di buka oleh Zahran.


“Walaikum salam Umi, ada apa ??” tanya Zahran.


“Tidak nak Umi hanya ingin mengantarkan makan buat Nia”


“Kalau begitu masuk saja Umi”


Umi pun masuk kedalam dan meletakan makanan di meja, dia menghampiri kedua cucunya yang saat ini sedang tertidur di dalam Bok bayi.


“Nia makan dulu ya, itu sudah Umi bikinin bubur” pinta Umi tapi pandangan nya masih tetap fokus ke cucu nya.


“Iya Umi terima kasih” balas Zenia dengan sopan.


*


*


2 Hari kemudian Zahran mengadakan aqiqah untuk kedua anak nya.


aqiqah memiliki arti yaitu memutus dan melubangi. Dalam pengertian secara umum, aqiqah adalah aktivitas ibadah menyembelih hewan berupa kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.


Hukum atas ibadah ini berbeda berdasarkan pendapat ulama. Ada yang mengatakan bahwa ibadah aqiqah hukumnya wajib, ada yang mengatakan sunnah mu’akad dan adapula yang mengatakan sunnah.


Dari semua pendapat yang ada, yang paling shahih adalah pendapat yang mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu’akad. Artinya ini adalah ibadah yang memang dianjurkan untuk dilaksanakan.


Semua keluarga tampak sibuk menyiapkan jalan nya Aqiqah, pemotongan kambing pun sudah di lakukan.


“Rasululllah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anakperempuan dengan satu ekorkambing.” (HR. Tirmidzi).


“Fah besok Anta saja ya yang jadi pembicara !!” ucap Zahran


“Baik Ustadz dengan senang hati” balas Fahri.


Tidak lama Zaidan datang bersama Raja, rupanya dia baru saja menemani Raja membeli es cream.


“Anak Baba kok makam es cream terus ?? nanti gigi nya berlubang loh” ucap Zahran dengan lembut.


“Maaf Ba” ucap Anak berusia tiga tahun itu merasa bersalah, Zahran memang membolehkan Raja melakukan yang dia suka asalkan jangan berlebihan, dan jika Sudah berlebihan maka Zahran akan menegur nya dengan kalimat yang begitu lembut, sehingga Raja mudah memahami.


“Maaf nya beneran gak itu ?? nanti mala minta lagi sama Om Zidan nya ?” tanya Zahran.


“Beneran Ba, Raja Janji tidak akan minta es cream lagi” ucap Nya sembari membentuk hurup V dengan jari telunjuk dan jari tengah nya.


“Anak pintar, sekarang Raja cuci tangan sama cuci mulut nya ya, minta temenin sama Onty Ra, terus Raja temenin Bunda di kamar” pinta Zahran.


Raja pun menurut tapi sebelum itu dia memberikan hormat bak seorang tentara, Zahran, Fahri dan Zaidan terkekeh dengan tingkah nya, rupanya keinginan Raja untuk menjadi seorang tentara masih sangat melekat di jiwanya.


“Raja ingin jadi tentara sepertinya bang” ucap Zaidan setelah Raja pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


“Iya, tapi bunda nya gak merespon” jawab Zahran apa adanya.


“Kenapa ?? bukan nya jadi tentara itu pekerjaan yang bagus ??” kali Ini Fahri ikut bertanya.


“Entahlah, katanya kalau Raja jadi tentara maka Raja akan sering pergi jauh, dan Nia gak mau itu” jelas Zahran.


“Kalau abang sendiri gimana ??” tanya Zaidan.


“Kalau Abang ya terserah anak-anak saja mau jadi apa nantinya asalkan tidak menyimpang dari ajaran agama kita, mau dia jadi tentara abang mah dukung saja, tapi ya itu Raja tetap dengan kewajiban nya sebagai seorang muslim”


“Raja itu anak yang pintar Bang, sekarang aja dia sudah hapal surat-surat pendek” ucap Zaidan lagi karena memang dia sekarang yang di tugaskan Zahran untuk mengetes hapalan Raja seminggu sekali.


Zahran bangga kepada anak pertama nya itu, walaupun Raja bukan anak kandung nya tapi Zahran menyayangi dia sepenuh hati.


*


*


Ke esokan paginya adalah hari Aqiqah untuk baby twins, Zahran dan Zenia mengenakan baju muslim couple, Raja juga mengenakan baju kokoh yang senada dengan Zahran.


Di lantai bawah para tamu sudah banyak yang hadir, Zahran dan Zenia turun sembari menggendong bayi mereka.


Setelah Tamu hadir, Pembawa acara pun langsung menyampaikan susunan acara Aqiqah kedua anak nya Zahran dan Zenia.


“Acara selanjutnya adalah penyampaian sepatah dua kata dari Ustadz Fahri, kepadanya kami persilahkan” ucap pembawa acara.


Fahri pun berdiri dan maju kedepan, dia tampak gagah dengan baju kokoh berwarna Navy yang di siapkan oleh sang istri.


“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..


اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَاَلَمِيْنَ . وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَي أُمُوْرِا لدُّ نْيَا وَا لد يْنٍ . وَعَلَيْ آ لِهٍ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ


"ALHAMDU LILLAHI RABBIL'ALAMIN WABIHI NASTA'INU'ALA UMURID DUNYA WADDIN WA'ALA ALIHI WASHAHBIHI AJMA'IN"


Bapak-bapak serta para hadirin undangan sekalian yang berbahagia!


Tiada sepatah katapun yang patut kita ucapkan untuk mengawali acara kecuali ucapan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT. Karena hanya limpahan rahmat,hidayah serta inayah-Nya sehingga kita semua bisa melangkahkan kaki kita untuk menuju dan berkumpul disini tempat guna memenuhi undangan bapak shohibul hajat,yaitu bapak Zahran sekeluarga dalam acara malimah ‘aqiqah.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


hari ini kami mendapat penghargaan, penghormatan sekaligus amanat dari bapak Zahran untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam acara ‘aqiqah ini.


Pertama kami atas nama keluarga bapak Zahran mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran para bapak yang meluangkan waktu untuk hadir memenuhi undangan bapak Zahran semoga atas kehadiran serta ketulusan hati para bapak-bapak sekalian dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal.


Kedua kalinya, kami atas nama keluarga dalam menerima kehadiran para bapak kurang mengesankan, karena memang itulah kemampuan dari pihak keluarga bapak Zahran.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Sebagai ungkapan rasa syukurnya kehadirat Allah bapak Zahran menghadirkan/mengundang bapak-bapak untuk menikmati sebagian rezki yang dilimpahkan kepada bapak Zahra yakni dengan menyembelih tiga ekor kambing.penyembelihan kambing dari kelahiran seorang anak laki-laki atau anak perempuan dalam islam dinamakan AQIQAH.


Dalam hal ini rasullulah bersabda:


“AL-GHULAAMU MURTAHANUN BI’AQIIQOTIHI TUDZBA-HU ‘ANHU FIL YAUMIS SAABI’I WAYUHLAQU ROKSUHU WAYUSAMMAA”.


Artinya:


“anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan disembelihkan baginya ‘aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnya dan diberi itu juga, hendaklah dicukur rambutnya , dan diberi nama (hadist riwayat Ahmad dan Turmudzi)


Dan sabdanya lagi:


“MAN AHABBA MINKUM AN YUNSAKA’AN WALADIHI FALYAF’AL’ANIL GHULLAMI SYAATAANI MUKAAFA-ATAANI WA’ANIL JAARIYATI SYAATUN”.


Artinya:


Barang siapa diantara kalian ingin beribadat tentang anaknya hendaknya diperbuatnya (disembelih kan nya) untuk anak laki-laki 2 ekor kambing yang umurnya,dan untuk perempuan seekor kambing”. (hadist riwayat Ahmad,Abu Daud dan Nasa’i).


Dan dilain hadist beliau bersabda pula:


”’AN’AAA-ISYATA QOOLAT AMARONAA ROSUULULOO HI SAW. AN NU’IQQO ‘ANIL GHULLAMI BISYAATTAINI WA-‘ANIL JAARIYATI BISYAATIN”.

__ADS_1


Artinya:


“aisyah r.a. berkata: rosulluloh saw. Telah menyuruh kita untuk supaya menyembelih ‘aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing “. (hadist riwayat turmudzi dan ibnu Majah).


Hadirin sekalian yang berbahagia! 


Binatang yang disembelih pada ‘aqiqah ini adalah sama dengan keadaan binatang yang di sembelih pada waktu kurban,baik umurnya macamnya dan tidak bercacat. Binatang yang disembelih dua ekor untuk laki-laki, kalau tidak mampu seekor juga sudah memadai. Dan di sunatkan dimasak terlebih dahulu, kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Dan bagi yang memperbuat aqiqah boleh memakan sedikit dari daging ‘aqiqah tersebut sebagai mana binatang kurban .


Hadirin serta para undangan sekalian yang berbahagia! 


hari ini anak dari bapak Zahran yang di ‘aqiqah kalau ditakdirkan berumur panjang, kian hari bertambah besar perkembangan jasmani. Berbarengan dengan perkembangan jasmaninya itu dia membutuhkan pendidikan. Dan tentunya bapak Zahra juga bapak-bapak yang lain mendambakan atau mencita-citakan anak yang sholeh dan sholehah, anak yang berbakti kepada Allah, taat menjalankan perintah-perintah Allah, juga taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya selaku yang memberatkan dan merawat sejak kecilnya.


Dalam kesempatan ini akan kami sampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendidik anak, agar kelak menjadi anak yang sholeh, disamping memberi didikan yang bersifat agamis sejak kecil, juga hal-hal dibawah ini tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam mendidik anak.


Pertama: keteladanan dari kedua orang tua itu sendiri. Maksudnya kedua orang tua lah yang pertama kali yang memberi contoh bagi anak-anaknya. Kalau orang tua tidak dapat member contoh teladan yang baik, maka jangan diharapkan akan dapat membimbing putra-putrinya kepada kebaikan yang diharapkannya. Mana bisa anak akan menjadi baik bilamana hidup dalam lingkungan keluarga yang bejat moralnya, berengsek dan berantakan? Seorang anak itu cenderung meniru tingkah laku dari kedua orang tua. Apa yang diamatinya di rumah dari kedua orang tuanya si anak akan menirunya. Ada pribahasa yang mengatakan: Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, maka si anaknya akan kencing dengan berlari.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Amru bin’atabah pernah memberikan pegangan kepada para pendidik(pengasuh) anaknya dengan katanya:


“LIYAKUN AWWALU ISHLAA-HIKALIWALLADI ISHLAA-HIKALINAFSIKA,FA-INNA ‘UYUUNAHUM MA’QUUDA-TUN BI’AINIKA, FALHASANU ‘INDAHUM MAA SHONATA WAL QOBIIHU ‘INDAHUM MAA TAROKTA”. 


Artinya:


“Hendaklah tuntunan perbaikan yang pertama kali bagi anak anakku, dimulai dari perbaikan anda terhadap diri anda sendiri. Karena mata dan perhatian mereka selalu terikat kepada anda. Mereka menganggap kelak segala yang anda jauhi”.


Ayah ibu yang setiap harinya sering bertengkar berkata jorok, penipu, pembohong, penghianat, semuanya itu akan mempengaruhi jiwa anak, dan jangan heran apabila anak tersebut kelak akan meniru perbuatan dan tingkah laku dari kedua orang tuanya tersebut.


Yang kedua: pembentukan tingkah laku melalui pembiasaan perbuatan sejak masih kanak-kanak.


Kita selaku orang tua apabila membiasakan perbuatan-perbuatan yang baik dihadapan anak-anaknya yang masih kecil, misalkan ketika masuk WC membaca do’a begitu juga kalau keluar dari WC, membuka pakaian, memakai pakaian, akan tidur dan sesudah tidur. Ketika makan dan sesudah makan, member salam apabila bertemu dengan sesama muslimnya. Semua itu kalau dibiasakan sejak kecil, nanti kalau sudah besar anak itu akan menjadi terbiasa mengerjakan seperti itu pula, dengan demikian maka sesuailah dengan kalimat:


“MAN SYABBA’ALAA SAYI-IN SYAABA-ALAIHI”.


Artinya:


“barang siapa yang membiasakan sesuatu diwaktu mudanya,maka diwaktu tua hal itu akan menjadi kebiasaannya pula.


Begitu juga kalau kebiasaan kedua orang tua di hadapan anak-anaknya itu jelek,tidak sesuai dengan moral agama islam, kebiasaan tersebut akan dibawa oleh anak-anaknya kelak dikemudian hari.


Ketiga: wibawa orang tua. Kewibawaan orang tua sangat penting dalam pendidikan anak, utamanya mencetak anak yang sholeh dan sholehah.


Keempat: bijaksana. Seorang pendidikan itu haruslah bijaksana.


Kelima: tidak pilih kasih dihadapan anak-anaknya, sekali pun anak itu cacat. Sebab sikap pilih kasih atau berat sebelah terhadap anak yang satu dengan anak yang lain akan mengakibatkan perasaan sedih dan dendam atau permusuhan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Akhirnya antara sesama saudara timbul percekcokan dan berantakan. 


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Hanya itulah sepatah, dua patah kata sambutan dari kami atas nama shohibul hajat, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan itu bermanfaat bagi kita semua, lebih-lebih bagi diri pribadi.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Kami atas nama keluarga dari bapak Zahran mohon do’a restu dari bapak-bapak sekalian supaya diberi kesabaran dan ketabahan di dalam mendidik anak-anaknya agar mendalami dan menjalankan syari’at islam dengan benar, sehingga pada akhirnya diberi gelar orang-orang yang muttaqin.


Demikian, terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangan dan kehilafannya.


Akhir kata,. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Semua orang bertepuk tangan setelah mendengarkan penyampaian dari Fahri, sedangkan Aisyah dia sangat bangga kepada suaminya.


*


*


**Like.


Komen


Vote.

__ADS_1


Maaf kalau banyak kekurangan kata**..


__ADS_2