Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part13


__ADS_3

2 hari kemudian semenjak Angga sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Zea, walaupun dalam hati Angga sangat ingin bertemu kembali dengan Zea..


Hari itu Angga sedang di rumah, semenjak tidak ada Zenia rumah itu terasa sangat sepi, baik Angga maupun Maya sangat merindukan putri semata wayang nya.


“Seperti biasa ya Pa, sepi !!” kata Maya dengan nada sendu, dia menghela nafas nya, ada rasa sesak di dadanya, walaupun setiap hari Zenia akan menghubungi dirinya tapi tetap saja kerinduan itu tidak bisa di obati.


“Sabar ya Ma !!” mengelus pundak sang istri, kemudian mencari siaran televisi yang enak di tonton, Angga pun merasakan hal yang sama, rindu sangat rindu kepada Zenia.


“Boleh gak ya Pa kalau Mama egois ??”


“Maksud Mama ??” Angga mengernyit bingung dengan pertanyaan istrinya.


“Mama ingin Nia pulang !! Mama ingin Nia kembali kumpul bersama kita” Ucap Maya sedih, air matanya sudah mengalir dengan deras.


“Papa pun sebenarnya ingin Ma melakukan itu, tapi Papa tidak mau membuat putri Papa bersedih, cukup waktu itu Papa melihat dia sangat menderita”


Maya memeluk tubuh suaminya, Angga tau perasaan istrinya, memendam rindu kepada putrinya, tapi tak tau harus berbuat apa agar anak nya kembali berkumpul ke rumah mereka.


Tidak lama bel di rumah nya berbunyi.


“Sebentar ya Ma !! Papa buka pintu dulu” ucap Angga dan di angguki oleh Maya.


“Siapa Ya ??” kata Angga sembari berjalan untuk membuka pintu.


Ceklek (pintu pun terbuka)


Angga melihat seorang perempuan yang mungkin sebaya dengan Zenia putri nya.


“Cari siapa ya ??”. Tanya Angga heran, pasalnya dia sama sekali tidak mengenal gadis itu.


“Benar ini rumah nya Bapak Angga Bagaskara ??” alih-alih untuk menjawab pertanyaan Angga, gadis itu mala membuat pertanyaan juga.


“Iya betul, kamu siapa ya ??” kembali Angga mengajukan pertanyaan yang sama.


“Bisa kita bicara sebentar Pak ??” tanya nya.


Angga semakin bingung, dengan pelan Angga mengangguk.


“Silahkan masuk” pinta Angga.


Angga berjalan duluan, di ikuti gadis itu di belakang nya, Maya yang melihat suaminya kembali bersama seorang gadis mengernyit bingung, siapa dia ?? Pikir Maya.


“Siapa Pa ??” tanya Maya saat suaminya sudah duduk di samping nya.


“Papa juga tidak tau Ma”


Maya semakin heran, di pandangi gadis itu, dan Maya juga yakin kalau dia baru pertama kali ini bertemu dengan nya.

__ADS_1


“Silahkan duduk” kata Maya.


“Terima kasih” gadis itupun duduk di sofa berhadapan dengan Angga dan Maya.


“Kamu siapa ??” tanya Maya.


“Perkenalkan saya Mila, saya anak dari ibu Karina, pak Angga pasti tau siapa Karina Kan ??”


Sesaat Angga terdiam, Nama itu seperti tidak asing di pikiran Angga.


“Mantan kekasih bapak” dengan lantang gadis yang mengaku bernama Mila tersebut mengatakan siapa itu Karina.


“Terus hubungan nya sama saya apa ??? Saya dan dia kan hanya masalalu kenapa kamu datang kesini ??” tanya Angga setelah mengingat siapa itu Karina.


Karina Larasati dia adalah mantan pacar nya Angga, dulu Angga dan Karin menjalin hubungan sebelum Angga di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Maya, kedua orang tua Angga tidak merestui hubungan Angga dan Karin karena kedua orang tua Angga tau apa pekerjaan Karin, yang tak lain adalah pemandu Lagu di sebuah Klub malam.


“Mama saya meminta bertemu dengan bapak, katanya ada hal yang penting” ucap Mila.


“Maaf saya tidak bisa !! Kalaupun ada hal yang penting kenapa tidak dia saja yang menemui saya” tegas Angga kemudian.


“Tapi Mama saya sedang sakit Pak, tolong temui mama saya sebentar, katanya dia ingin mengungkapkan kebenaran” Mila menatap Angga dengan memohon, bahkan air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.


Maya dapat melihat raut kesedihan pada Mila, seketika dia merasa Iba terhadap Mila, kemudian membujuk suaminya agar menyetujui permintaan Mila.


“Pa kita coba dulu temuin Ibu nya Mila, siapa tau ada hal penting yang ingin dia sampaikan” kata Maya


“Baik lah, dimana ibumu ??” tanya Angga.


“Ibu saya tinggal di daera ini Pak ( Menyebutkan tempat tinggal mereka)” jawab Mila.


“Baik besok saya akan kesana bersama istri saya”


Mila pun tersenyum senang.


“Terima kasih Pak”


Akhirnya Mila pamit untuk pergi dari rumah Angga dan Maya.


*******


Sementara Gibran tengah bingung untuk menuruti keinginan ibunya yang setiap hari menyuruhnya untuk membawa Raja pulang.


“Aku tidak mau menyakiti Nia lagi, tapi aku juga gak tega melihat ibu menangis” Gibran mengusap wajah nya, di dalam ruangan itu dia tampak sangat gelisah.


Tok----Tok----Tok.


“Masuk” seru Gibran.

__ADS_1


Ceklek (Pintu pun terbuka)


Ternyata yang datang adalah Fahri.


“Ada apa ya pak Fahri ??” tanya Gibran.


Iya jika di kantor Gibran akan memanggil Fahri dan Zaidan dengan sebutan pak, karena mereka berdua adalah atasan nya di kantor, berbeda dengan di luar.


Fahri tersenyum, sesudah menutup pintu ruangan Gibran, dia melangkah dan duduk berhadapan dengan Gibran.


“Tidak usah berbicara seformal itu Gib !!” ucap Fahri.


“Tapi ini di kantor Pak”


“Hmmmm”


“Ada apa ya Pak ??” tanya Gibran.


“Tidak, saya hanya ingin bertanya kenapa akhir-akhir ini kamu terlihat sangat gelisah ? apa yang sedang kamu pikirkan ?? ceritalah sama saya Gib !! bukan kah kita saudara”


Gibran menghela nafas nya.


“Begini Fah” Gibran pun tidak memanggil Fahri dengan sebutan pak lagi ” Ibu ingin aku membawa Raja pulang ke indo, dan mengambil hak asuh nya” jawab Gibran dengan jujur.


“Terus apa kamu sanggupin ??” tanya Fahri, dia tampak sangat terkejut dengan perkataan Gibran, bagaimana bisa Bu Susi seperti itu, dia tidak ingat kalau selama ini Zahran menjaga nya dengan penuh kasih sayang, sedikit ada rasa kesal di diri Fahri terhadap bu Susi ibunya Gibran.


“Tidak mungkin aku melakukan itu Fah, karena aku pasti akan melukai Zenia lagi” ucap Gibran.


“Dan itu sangat membuat ku bingung” lanjut Gibran lagi.


Fahri diam, syukurlah kalau Gibran dia menyanggupi keinginan ibunya, pikir Fahri, tapi Fahri juga merasa kasihan terhadap Gibran, pasti saat ini Gibran sangat tertekan dan bingung.


“Yang sabar ya Gib !! terus apa kamu sudah membicarkan ini dengan Mas Zahran ??” tanya Fahri lagi.


“Belum Fah, saya tidak berani” jawab Gibran.


“Coba kamu bicarakan ini sama Mas Zahran, siapa tau dia punya solusi nya”


“Nanti akan aku hubungi Fah, kebetulan juga mau mengobrol dengan Raja”


“Baik lah, kalau begitu saya kembali keruangan dulu, saya kesini hanya ingin menanyakan itu, ingat kalau lagi ada masalah jangan sungkan untuk bilang padaku ataupun Zaidan!!”


“Iya Fah, terima kasih sebelum nya”


****


**Like dan Komen.

__ADS_1


...Selamat malam** ...


__ADS_2