
Sebelum baca vote dulu ya !!!.
...****************...
2 tahun kemudian___________
“Abang,, Kakak jangan lari-lari terus !! nanti jatuh Nak” teriak pria tampan yang tak lain adalah Zahran yang sedang menemani anak perempuan nya bermain dokter-dokteran.
Entah sudah berapa kali Zahran berteriak supaya kedua anak laki-lakinya mau mendengar,, mereka berdua masih sangat asik main kejar-kejaran, sedangkan dirinya hanya duduk sembari memperhatikan anak perempuan nya bermain, sudah dari tadi dia tidak di suruh kemana-mana karena Adel ingin menjadikan Zahran sebagai pasien nya.
Terkadang Zahran tertawa lucu melihat ketiga anak nya yang tumbuh menjadi anak yang sehat, Raja masih sama dia tetap ingin menjadi tentara di kemudian hari, sedangkan Arda dia ingin menjadi Pilot, makanya dia selalu minta di beliin pesawat mainan kepada Zahran, Nah untuk si cantik Adel dia ingin menjadi dokter.
Zenia turun dari kamarnya, perempuan itu masih sangat cantik, dia menghampiri suami dan anak nya yang sedang bermain.
“Loh sayang itu Baba nya di apakan ??” tanya Zenia saat melihat Zahran sedang di perban di bagian kepalanya, bahkan satu mata Zahran pun ikut tertutup, Zenia tertawa lucu.
“Baba cedang cakit bunda,, matanya adek pelban” jelasnya seperti dokter sungguhan.
“Hehe, sayang kalau kepala baba sakit jangan di perban, tapi di kasih obat saja, kan kepalanya Baba tidak luka” Zenia berkata sembari tersenyum, memberi penjelasan kepada anak nya itu.
“Sayang sudah siap ??” tanya Zahran.
“Sudah By, ayo berangkat pasti yang lain nya sudah duluan sampai sana” jawab Zenia.
“Nak udah ya main ya !! mari kita berangkat,” ajak Zahran kepada anak perempuan nya.
Adel mengangguk kan kepalanya, kemudian dia membereskan mainan nya, Zenia pun ikut membantu, sedangkan Zahran sibuk melepaskan perban di kepalanya.
“Abang, kakak ayo berangkat !!” teriak Zenia setelah selesai membereskan mainan anak perempuan nya.
Raja dan Arda mendekat.
“Ayo Bun” ucap Raja
“Kamu tuh ya bang, ngajakin adik nya larian terus, lihat tuh keringat kamu !!” omel Zenia kepada anak pertamanya.
“Maaf bunda” ucap Raja menunduk.
“Kakak Ar minta maaf juga bun” Arda juga melakukan hal yang sama.
Walaupun kembar Arda dan Adel banyak memiliki perbedaan, selain jenis kelamin mereka juga berbeda dalam berbicara, Arda yang usianya 2 tahun sudah berbicara dengan lancar, beda dengan Adel dia berbicara masih belum lancar, banyak huruf yang salah ia ucapkan, sering kali Raja dan Arda menertawakan Adel, terkadang sampai Adel menangis, tapi jika Adel sudah menangis Raja dan Arda akan ketakutan, karena sudah pasti bunda nya akan mengomeli mereka berdua dari A sampai Z.
Saat ini mereka akan pergi ke Blue Mousque, setelah 2 tahun mereka pindah ke turki, baru sekarang Fahri beserta istrinya berkunjung, Zaidan juga ikut tentunya juga bersama istrinya, 1 tahun yang lalu Zaidan menikah, dia di jodohkan oleh Abi dengan anak teman nya, walaupun Zaidan belum memiliki Rasa cinta pada istrinya tapi Zaidan tetap memperlakukan istrinya dengan baik.
Terus bagaimana kabar Gibran saat ini ?? ternyata dia masih sendiri, semenjak kepergian Zara, Gibran belum berniat untuk mencari istri, kedua orang tuanya sudah menjodohkan Gibran, tapi Gibran menolak katanya kalau nanti Gibran sudah ingin menikah maka dia sendiri yang akan mencari istri tanpa harus di jodohkan, Gibran juga tidak balik lagi ke negara X dia menetap di Kota D, saat ini dia juga bekerja di perusahaan milik Zahran, dan setiap hari Jum'at Gibran akan berkunjung ke makanm Zara, mendoakan Zara supaya tenang di alam sana. Dan saat ini dia ikut Fahri berkunjung ke Turki karena dia juga merasakan rindu kepada anak semata wayangnya.
__ADS_1
Zahran memarkirkan mobilnya, dia melihat Mobil yang di pakai oleh Fahri sudah ada di sana, memang semalam Fahri, Aisyah, Zaidan, Elia (nama istri Zaidan), berserta Gibran tidak menginap di rumah Zahran mereka memilih tidur di hotel katanya sembari berbulan madu, Gibran yang tidak enak selalu berhadapan dengan Zenia juga ikut menginap di hotel, entahlah sampai saat ini Gibran dan Zenia masih sangat canggung jika bertemu.
“Assalamualaikum” ucap Zahran dan Zenia serempak saat sudah bertemu dengan adik-adiknya.
“Walaikum salam” jawab mereka serempak.
“Sudah lama sampai nya ??” tanya Zahran lagi.
“Belum juga bang, tapi kami sudah sholat sunah masjid, Abang dan Kak Nia silahkan sholat dulu baru kita keliling” jawab Zaidan.
“Ya sudah kalau begitu, Abang sholat dulu”
Kemudian Zahran beralih kepada ketiga anak nya.
“Mari kita sholat dulu sayang !!” ajak Zahran dengan lembut.
“Iya Ba” jawab Raja.
Zahran mencari seseorang, dia baru sadar kalau Gibran tidak ada di sana.
“Gibran mana ??” tanya Zahran.
“Masih di dalam Bro” kali ini Fahri yang menjawab.
Zahran tampak menganggukkan kepalanya, kemudian dia mengajak anak, istrinya untuk berwudhu dan menjalan sholat sunah masjid.
Mereka berkeliling sembari tertawa senang, raut kebahagiaan sangat nampak menghiasi wajah mereka, dan tidak berapa lama mereka berpencar, Zaidan mengajak sang istri, begitu juga Fahri, sedangkan Gibran duduk sendiri sembari memperhatikan Zahran bercanda gurau dengan istri dan ketiga anak nya.
Sesekali Gibran tersenyum saat melihat Zenia berusaha menangkap tubuh Raja, entah lah apa yang mereka mainkan, Gibran pun tak paham.
Suasana lingkungan masjid itu sangat Ramai, banyak wisatawan asing yang berkunjung ke sana, menikmati keindahan masjid yang berwarna biru itu, Gibran memperhatikan mereka semua, tapi Tiba-tiba dia menangkap sosok wanita cantik yang sedang tersenyum ke arahnya, wanita itu terus tersenyum, Gibran bangkit untuk mendekati Wanita itu, dia adalah sosok Zara, dia datang di hadapan Gibran untuk memberi tahukan kalau dia baik-baik saja, dan juga Sepertinya Zara ingin menyampaikan kalau dia sudah memaafkan Gibran.
Saat Gibran melangkah kan kakinya, Sosok Zara juga melangkah mundur tapi senyum di wajahnya tidak pernah Hilang, Tapi lama kelamaan Sosok itu hilang, Gibran mencari nya lagi tapi dia sudah tidak ada.
“Ra aku rindu” ucap Gibran.
Tiba-Tiba satu tepukan di pundaknya berhasil membuat Gibran kaget.
“Ada apa Gib ?? dari tadi aku lihat kamu seperti mencari seseorang ??” tanya Zahran heran.
“Aku melihat sosok Zara Mas” jawab Gibran sembari menatap Zahran dengan raut kesedihan.
“Kamu belum bisa melupakan Zara ?? ini sudah 2 tahun Gib, Zara sudah tenang di alam sana” jelas Zahran, dia merasa iba terhadap Gibran yang masih mencintai seseorang yang sudah pergi untuk selamanya.
Gibran tak menjawab, kemudian Zahran mengajak Gibran untuk bergabung bersama nya.
__ADS_1
Kini Semuanya berkumpul, mereka akan berfoto bersama, Zahran dan Zenia berdiri di tengah, sedangkan Fahri dan Aisyah berdiri di samping Zenia, Zaidan dan Elia berdiri di samping Zahran di ikuti Gibran berdiri di samping Zaidan, sedangkan ketiga anak nya berdiri di depan mereka.. seseorang yang di minta Zahran untuk memfoto mereka sudah bersiap.
“Siap ya.. 1,, 2,, 3” Satu foto berhasil dia ambil..
Kini giliran para wanita yang berfoto, masih seperti tadi, Aisyah dan Elia berdiri mengapit Zenia, sedangkan Zenia menggendong anak nya Adel.
Begitupun dengan para laki-laki mereka juga melakukan hal yang sama, bedanya Zahran dan Gibran sama-sama memangku anak mereka..
Setelah acara sesi foto selesai, tawa mereka masih menghiasi kebersamaan mereka.. tapi lagi-lagi Gibran menangkap sosok Zara, tapi kali ini Gibran tak mengejar dia membalas Zara dengan tersenyum, Gibran bersyukur akhirnya rasa rindunya terobati walau hanya melihat Zara sekilas.
Zahran mendekat ke arah istrinya kemudian berkata.
“Terima kasih telah menjadi pelengkap hidupku, terima kasih telah mencintaiku selama ini, Byby menyayangimu” ucap Zahran sembari mencium kening sang istri, Zaidan dengan sigap mengamabadikan momen itu di ponselnya.
“Nia juga by, terima kasih telah menerima Nia selama ini, menerima semua kekurangan Nia, dan selalu sabar menghadapi sikap Nia, Aku juga cinta Byby” balas Zenia sembari memeluk suaminya.
“I Love You istriku”
“I love you to” balas Zenia.
Raja, Arda dan Adel mendekat.
“Baba, bunda kami juga mau di peluk” ucap Raja.
Zahran melepaskan pelukan istrinya, kemudian berjongkok, dia tersenyum sembari merentangkan kedua tangannya, Zenia pun melakukan hal yang sama.
“Sini peluk Baba dan Bunda” ucap Zahran.
Ketiga anak itu memeluk Zahran, di ikuti oleh Zenia, mereka yang melihat pasti iri melihat kebahagiaan di keluarga kecil Zahran.
...**TAMAT...
*
*
*
*
Author mau mengucapkan ribuan terima kasih untuk yang selalu setia membaca novel ini dari awal sampai akhir..
Sekarang novel ini sudah tamat ya.. kemaren ada yang komen untuk membuat novel dengan menceritakan kisah anak-anak Zahran dan Zenia tapi author belum kepikiran..
Jangan lupa mampir ke novel author yang satunya berjudul “Bukan pengantin pilihan” author tunggu ya...
__ADS_1
Assalamualaikum**