Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part21


__ADS_3

Angga terus mendekap istri dan anak nya, tangis haru terdengar disana.


Umi Fadillah terus memandangi mereka yang sedang berpelukan, rasa sedih terus dia rasakan, inilah ketakutan nya selama ini, yaitu di tinggalkan oleh Zea, walaupun Umi sadar kalau Zea bukan lah anak kandung nya, tapi dia seperti tidak rela jika harus kehilangan Zea secepat ini.


Abi Ahmad yang melihat istri nya menangis langsung memeluk sang istri, dia tahu apa yang istri nya rasakan,begitupun dengan dirinya, mereka sangat berat untuk berpisah dengan Zea.


Setelah lama berpelukan akhirnya Angga, Maya dan Zea melepaskan nya.


“Benar ini orang tua kandung ku ??" tanya Zea.


“Iya sayang, ini Mama dan Papa” jawab Maya.


“Kenapa selama ini kalian tidak pernah mencari Zee ?? apa karena Zee tidak di harapkan kehadiran nya ??" Tanya Zea sambil menatap Angga dan Maya bergantian.


“Bukan begitu Nak, tolong dengarkan penjelasan Papa dan Mama dulu !!” balas Angga cepat.


“Baiklah, silahkan jelaskan !!”


Angga pun menjelaskan semuanya, bagaimana Zea bisa di buang, dan kenapa selama ini tidak ada yang mencarinya, Zea mendengarkan semuanya, dia tidak menyangkah kalau ada orang yang sejahat itu yang tega menukar seorang bayi.


“Sekali lagi maafkan Papa dan Mama ya !!” ucap Angga setelah menjelaskan semuanya.


“Zee sudah memaafkan kalian, Zee tidak marah sama Mama dan Papa, Zee hanya ingin tau alasan kalian kenapa membuang aku” jawab Zea dan itu membuat Angga dan Maya bernafas lega.


“Pak Angga tapi kalian harus tetap melakukan tes DNA, bukan karena saya tidak setuju tapi supaya saya tidak khawatir lagi jika harus membiarkan Zee ikut kalian” sahut Pak Kyai.


“Iya Pak Kyai, kami akan segera melakukan tes DNA” Jawab Angga.


“Zee kamu sangat cantik sayang, Kakak kamu pasti akan sangat senang kalau ketemu sama kamu” ucap Maya tersenyum.


“Kakak ?? jadi Zee punya Kakak ??” tanya Zea antusias.


“Iya sayang, kamu punya kakak, namanya Zenia Shakila, tapi saat ini Kakak kamu sedang berada di turki, dia ikut suaminya disana, kamu juga sudah punya 3 keponakan karena Kakak kamu sudah punya 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan” jelas Maya panjang lebar, Angga dan Maya belum tahu kalau saat ini Zenia sudah mengandung lagi.


”Masya Allah, Zee sudah jadi Aunty sekarang, emang aku sama Kakak terpaut berapa tahun Ma ??”

__ADS_1


“Hanya 3 tahun sayang”.


“Jadi Kakak nikah mudah ya ?? ” ucap Zee .


“Ini foto Kakak kamu sama suami dan anak nya”ucap Angga sambil menyerahkan ponselnya yang memperlihatkan foto Zenia beserta suami dan anak nya.


Zea mengambil ponsel Angga, dan melihat foto keluarga sang Kakak..


Zea tersenyum di balik cadarnya, rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang Kakak, Zea selama ini sangat menginginkan mempunyai saudara, dan sekarang dia mendapatkan nya.


“Kamu bahagian Nak ??” tanya Umi menatap Zea yang terus memandangi ponsel Angga.


Zea mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah teduh Umi, ada raut kesedihan disana, Zea pun menyerahkan ponsel sang Papa dan bangkit kemudian memeluk tubuh wanita yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang.


“Kamu bahagia kan sekarang sayang ?? jika kamu bahagia Umi juga sangat bahagia, ini kan yang kamu inginkan selama ini untuk bertemu dengan kedua orang tua kandung mu, sekarang doa kamu sudah di jawab sama Allah Nak” ucap Umi terisak di dalam pelukan Zea.


Zea pun menangis, dia tidak bisa membohongi perasaan nya kalau saat ini dia sangat bahagia karena sudah bertemu dengan Papa dan Mama nya, tapi dia juga merasa sedih karena akan meninggalkan Abi dan Umi nya yang telah merawatnya dari kecil..


“Maafkan Abi sama Umi sayang, kalau selama ini Abi sama Umi banyak sekali salah sama Zee” lanjut Umi.


Zea menggeleng, Umi tidak pernah berbuat salah sama dia, walau terkadang Umi marah pada Zea tapi bentuk kasih sayang nya pada Zea.


“Cukup kamu selalu bahagia sudah membuat Abi sama Umi legah sayang”


Tak terasa sudah 1 jam, dan sekarang terdengarlah suara Azan Zuhur berkumandang, pak Kyai segera mengajak mereka untuk bersiap-siap sholat Zuhur.


*


*


*


Sementara Gibran dia sedang berada di kantor, dan sudah 2 hari ini Gibran menghindari Ibunya, bukan karena apa, Gibran hanya sedang malas saja jika harus selalu ribut dengan ibunya.


Tok----Tok---Tok (Suara ketokan pintu).

__ADS_1


Gibran pun membuka pintu, ternyata itu adalah Zaidan.


“Ayo kak makan siang dulu, sekalian sholat Dzuhur” ajak Zaidan.


“Baik lah".


Mereka bedua berjalan beriringan, ternyata Fahri juga sedang menunggu di dapan Lift, sekarang perusahaan itu terkenal dengan 3 Pria tampan nya, bagaimana tidak Fahri, Zaidan dan Gibran selalu kemana-mana bertiga, Makan siang bersama, sholat bersama, bahkan tak jarang mereka menghadiri meeting bersama, tapi jika sedang ada kendala maka mereka akan sendiri dalam mengurusnya, seperti saat Gibran ke bandung sendiri waktu itu.


“Mau makan dulu apa sholat dulu ??" tanya Gibran.


“Jika Kakak sudah tidak kuat berdiri atau sudah merasa sangat lapar maka kita akan makan dahulu, karena jika kita tetap menjalankan sholat saat perut kita lapar maka sholat kita tidak akan khusuk karena hanya mengingat makanan saja”


Rasulullah pernah berkata saat akan makan malam.


إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلاَةَ الْمَغْرِبِ ، وَلاَ تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ


“Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut dari shalat maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian .” (HR. Bukhari dan Muslim)


Ini menunjukan Islam sangat mengerti kondisi manusia. Karenanya, kalau memang perut dalam kondisi lapar dan makanan sudah dihidangkan, makanlah secukupnya untuk mengisi perut dan jangan terburu-buru. Sebab makan dalam kondisi terburu-buru juga tidak baik.


Namun perlu di garis bawahi, anjuran ini berlaku bila waktu shalat masih panjang. Maksudnya, kalau kita yakin masih memungkinkan untuk mengerjakan shalat meskipun makan dulu, dibolehkan untuk makan terlebih dahulu. Tapi kalau khawatir waktu shalat akan abis, maka sholatlah terlebih dahulu. Karena bagaimanapun, dalam situasi apapun, manusia diwajibkan untuk shalat.


Jawab Zaidan dengan jelas...


Gibran pun mendengarkan dengan seksama begitupun dengan Fahri.


“Kita makan dulu dek Zaidan, waktu sholat Dzuhur masih lama, Kakak sudah sangat lapar, hehe.. tadi hanya sarapan roti, maklumlah semenjak Aisyah hamil dia mual terus kalau kecium aroma nasi” kata Fahri terkekeh.


“Baiklah, Kak Gibran mau ikut makan dulu ??” tanya Zaidan.


“Iya Kakak juga lapar”jawab Gibran..


Merekapun memasuki restoran yang tidak jauh dari kantor mereka..


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2