
Di TURKi____
Siang itu waktu menunjukan tepat pukul 2 siang, Zahran mulai beranjak dari duduk nya untuk segera pulang. Berhubung pekerjaan nya di kantor sudah beres jadi Zahran memilih untuk pulang cepat.
Tidak lupa Zahran pamitan kepada Asisten pribadinya selama dia menjalankan perusahaan nya di Turki.
Sebelum memasuki mobil Zahran tak lupa mengirimkan pesan singkat untuk sang istri tercinta, mengabarinya kalau dia sedang dalam perjalanan pulang.
( Sayang Byby sudah di jalan hendak pulang, tunggu di rumah ya !! I love you )
Begitulah Zahran dia akan selalu mengabari istrinya setiap saat, bahkan saat dia akan menemui Client untuk Meeting Zahran akan mengirimi istrinya pesan singkat.
Sementara di rumah, Zenia baru saja membaca pesan singkat yang di kirimkan suaminya, dia tersenyum, bahagia sekali dirinya karena memiliki suami yang selalu mengerti dirinya.
Lantas Zenia membalas pesan sang suami.
( Iya By, hati-hati di jalan !! I love you more )
Pesan pun terkirim, Zenia turun ke bawa untuk menunggu suami nya, sementara ketiga anak nya sedang tidur siang.
*******
Zahran melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ketika sampai di tengah perjalanan, Zahran melihat orang-orang berkerumunan sehingga menyebabkan sedikit kemacetan.
Sejenak Zahran menunggu di dalam mobilnya, tak lupa dia bershalawat agar tidak terlalu jenuh, tapi bukan nya berkurang,beberapa orang mala ikut-ikutan berkerumun di sana, karena penasaran Zahran keluar hendak bertanya.
Dengan menggunakan bahasa turki, Zahran bertanya kepada seorang bapak-bapak di sana.
“Affedersiniz, bu nedir efendim? 👉bahasa turki ( Permisi, Ini ada apa ya pak ?? “Tanya Zahran.
“Bayılmış bir kadın var ( Ada seorang perempuan pingsan )” jawab bapak itu.
Zahran terdiam.
“Kenapa tidak di tolong kalau sudah tau dia pingsan ” batin Zahran, sejenak Zahran merasa kesal dengan orang-orang yang berada di sana.
__ADS_1
Zahran menerobos kerumunan di sana, dan benar saja di atas aspal itu sedang tergeletak seorang perempuan menggunakan gamis berwarna Navy, lengkap dengan hijab serta cadarnya, Zahran berpikir kalau dia ingin menolong perempuan itu walau dia tidak mengenalnya, karena kalau perempuan itu tidak di tolong kemungkinan jalanan itu terus mengalami kemacetan.
“Lütfen onu arabama götürün !! Ona yardım edeceğim ( Tolong bawa dia ke mobil saya !! saya yang akan menolong nya )” ucap Zahran dengan lantang.
Sejenak semua mata tertuju pada Zahran, kemudian salah-satu pria di sana bertanya.
“Onu tanıyor musun ?? ( apa anda mengenal nya ?? )” tanya orang itu.
Dari pada Zahran akan mendapat pertanyaan lebih dari itu, dengan terpaksa Zahran mengiyakan, dia bilang kalau dia mengenal perempuan itu, sesaat semua orang membantu mengangkat perempuan itu dan membawa nya ke mobil Zahran.
“ Çok teşekkür ederim ( Terima kasih banyak )” ucap Zahran setelah perempuan itu sudah di tidurkan di kursi belakang.
Mereka hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya, Zahran pun segera masuk di kursi kemudi, dan benar saja beberapa saat kemudian kendaraan di depan nya sudah mulai bergerak maju.
Zahran pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat, sesekali mata Zahran menatap kaca spion di dalam mobilnya untuk melihat perempuan yang saat ini tengah terbaring di mobilnya.
Mobil Zahran berhenti di sebuah rumah sakit, dia langsung keluar dari mobilnya dan memanggil perawat rumah sakit untuk membantunya.
Kini perempuan yang di tolong Zahran sedang dalam pemeriksaan, Zahran menunggu di depan ruangan tersebut, kemudian dia ingat dengan istrinya, dengan segera Zahran menghubungi sang istri.
“Waalaikumssalam, ada apa By ?? katanya sudah di perjalanan pulang, tapi kok belum sampai juga sampai sekarang ??” tanya Zenia heran, pasalnya Zenia sudah sangat hapal waktu tempuh Zahran dari kantor ke rumah nya, tidak akan lebih dari 25 menit,, lain lagi kalau lagi ada kemacetan.
“Iya maaf sayang, tadi Byby memang sudah di jalan menuju rumah, tapi di tengah perjalanan Byby kejebak macet, dan sekarang byby sedang berada di rumah sakit, tadi waktu di jalan By----” belum sempat Zahran melajukan omongan nya, suara Zenia langsung memotong.
“Astaghfirullah, Byby di rumah sakit ?? kenapa By ?? apa terjadi sesuatu sama Byby ?? ya Allah byby di rumah sakit mana ?? Nia langsung kesana” ucap Zenia dengan khawatir
Zahran tersenyum, merasa sangat gemas pada sang istri.
“Kebiasaan deh, kalau suaminya belum selesai bicara langsung di potong begitu, Byby tuh gak Papa sayang, tadi tuh byby nolongin orang yang pingsan di tengah jalan, karena gak ada yang bantuin jadinya byby yang bantuin dan byby bawa ke rumah sakit, ini byby lagi menunggu dokter keluar sedang memeriksa dia” jelas Zahra dengan sangat halus.
“Huu.. Nia kira byby kenapa sampai di rumah sakit, Nia khawatir tau gak”
“Salah siapa tidak mendengarkan byby selesai bicara”
“Ya sudah Nia ke sana ya By, kirim di SMS aja di rumah sakit mana byby berada !!”
__ADS_1
“Iya sayang nanti byby kirim, kamu hati-hati di jalan!! tidak usah ngebut bawa mobil !! jangan lupa baca doa dulu”
“Iya suami ku tersayang, ya sudah Nia jalan dulu ya By, Assalamualaikum”
“Walaikumsalam”
Sambungan telefon pun terputus, Zahran tersenyum setelah mendengarkan suara sang istri, wanita yang sangat dia sayangi setelah ibunya, wanita yang telah berjuang melahirkan anak-anak nya.
“Lindungi istriku dalam perjalanan ya Allah !!” Doa Zahran dalam hati, Zahran pun kembali menunggu dokter keluar, entah lah kenapa lama sekali pikir Zahran.
Sementara Zenia sebelum berangkat, Zenia menitipkan ketiga anak nya kepada salah-satu pekerja di rumah nya, Zenia pun sudah sangat lancar berbahasa turki, begitupun ketiga anak nya.
Zenia mengendarai mobilnya dengan tenang, tidak lupa dia membaca doa dulu seperti yang Zahran bilang tadi, Zenia menuju rumah sakit yang telah Zahran kirim alamatnya.
Setelah sampai di parkiran rumah sakit, Zenia memarkirkan mobilnya, sebelum keluar Zenia membenarkan hijab panjang nya begitupun dengan cadar melalui kaca spion di dalam mobil tersebut, setelah selesai Zenia keluar dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit tersebut menuju suaminya berada.
Dari kejauhan Zahran sudah melihat sang istri tengah berjalan dengan sangat anggun, Zahran tersenyum.
“Subhanallah bidadari ku sungguh semakin cantik” gumam Zahran memuji sang istri.
Zenia terus melangkah hingga tiba di hadapan sang suami yang lagi berdiri menyambut kedatangan nya.
“Assalamualaikum By” sapa Zenia sambil mencium punggung tangan Suaminya.
“Walaikumsalam sayang” balas Zahran sembari mencium kening sang istri membuat Zenia tersipu malu.
“Ih byby main cium aja, ini di rumah sakit by” ucap Zenia membuat Zahran terkekeh.
“Hehe, habis byby rindu, jadi gak boleh ya cium kalau di rumah sakit ?? boleh nya kalau di kamar aja gitu” goda Zahran
“Mesum” balas Zenia.
“Oh iya bagaimana keadaan orang yang byby tolong ??” tanya Zenia lagi.
“Entahlah dari tadi dokter belum keluar juga” jawab Zahran kemudian menuntun sang istri duduk di atas bangku panjang di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
*********