
Ke esokan paginya, Zahran dan Zenia kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan Zara, sedangkan kedua orang tua Zenia bermalam di rumah sakit, hanya Abi dan Umi yang pulang.
Sesampai disana mereka berdua langsung masuk keruangan Zara.
“Assalamualaikum” ucap Zahran dan Zenia serempak, setelah pintu di buka oleh mereka.
“Walaikum salam” jawab Angga, Maya dan Gibran serempak.
“Bagaimana keadaan Zara Pa, Ma” tanya Zenia kepada kedua orang tuanya, dia lebih baik bertanya kepada mereka karena kalau kepada Gibran, Zenia masih sangat sungkan mengingat kalau dia dan Gibran pernah hidup bersama.
“Masih sama seperti kemaren, belum sadarkan diri” jawab Maya sedih.
“Dek ini kakak, Bangunlah !!” ucap Zenia sembari mengelus kepalanya Zara.
“Dia bukan adik kandung mu Nia” ucap Angga tiba-tiba, semua orang langsung menoleh kearah Angga.
“Apa maksdu papa ??” tanya Zenia heran dengan perkataan papa nya.
“Iya Pa apa maksudnya ?? Zara itu anak kandung kita Pa, aku yang mengandung nya dan aku juga yang melahirkan nya” Maya sangat geram dengan perkataan suaminya yang mengatakan kalau Zara bukan anak kandung mereka.
“Itu benar Ma dia bukan anak kandung kita, Maafkan Papa karena merahasiakan ini sama kalian berdua, tapi papa terpaksa melakukan nya” jelas Angga merasa bersalah.
“Tidak mungkin Pa, terus anak kandung kita kemana ??” tanya Maya.
Melihat semua itu Zahran meminta mereka duduk di sofa rumah sakit didalam kamar Zara, karena memang Zara di masukan kedalam ruangan VVIP jadi tidak ada batasan untuk masuk kesana.
“Tenang dulu, mari kita bicara disana” pinta Zahran dengan lembut.
Semua orang duduk di sofa termasuk Gibran, dia juga sangat penasaran dengan jati diri istrinya.
“Jelaskan semuanya Pa” ucap Nia dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
“Maafkan Papa Nia, dia memang bukan adik kandungmu” belum sempat Angga meneruskan kata-katanya sudah di potong oleh Zenia.
“Terus dimana adik kandung ku Pa ?? Jawab !!” ucap Zenia tak sabaran.
“Sayang tenang dulu !! kita dengarkan penjelasan Papa” ujar Zahran dengan lembut .
“18 Tahun yang lalu saat Mama melahirkan adik mu, ternyata adik mu hanya bertahan sehari, dan Mama mu juga Koma selama dua hari, Papa bingung harus bagaimana, kamu juga sangat menginginkan seorang adik, jadi Papa terpaksa pergi ke panti asuhan untuk mencari pengganti adik mu yang telah tiada, dan bertemulah dengan bayi mungil yang sangat lucu, kata ibu panti bayi itu baru berumur 2 hari, Papa merasa dia sangat cocok setelah melihatnya, Papa juga bertanya kepada ibu panti dimana kedua orang tuanya, ternyata kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan beruntungnya Bayi itu bisa di selamatkan, Papa pun langsung mengadopsi dia, dan Papa bawa kerumah sakit, hingga Papa juga meminta kepada pihak rumah sakit untuk merahasiakan Anak Papa yang telah meninggal, dan di gantikan dengan Bayi yang papa Bawa, hingga Papa memberikan dia Nama Zara Anastasya” jelas Angga merasa bersalah.
__ADS_1
“Astaghfirullah, Papa keterlaluan kenapa Papa tega membohongi Mama dan Zenia” bentak Maya dengan sangat marah.
“Maafkan Papa Ma !! Papa terpaksa melakukan itu semua, Mama ingat kan gimana bahagianya Zenia saat tau adiknya telah lahir” ucap Angga menenangkan istrinya.
“Nia maafkan papa Nak !!” ucap Angga dengan lembut, dia tahu pasti anak nya itu sangat marah dengan nya.
“Nia tidak tau harus bagaimana Pa, Tapi Nia sangat kecewa dengan Papa” ucap Zenia pelan, air mata nya mengalir begitu deras.
“Dimana Makam adik ku Pa ??” sambung Zenia lagi.
“Makam adikmu di jakarta Nia, tidak jauh dari rumah sakit tempat dimana Mama kamu melahirkan nya, Papa memberikan nya Nama ZEA SHAKILA BAGASKARA” ujar Angga kemudian..
“Ya ALLAh adik ku, By ternyata adik ku telah tiada By, Nia ingin kesana By tolong antarkan Nia, Hiks, hiks, hiks” pinya Zenia kepada suaminya.
“Iya sayang nanti Byby antarkan, Kamu tenang dulu ya !! ingat kamu sedang hamil saat ini” ucap Zahran dengan lembut.
Gibran hanya diam saja, dia begitu terkejut dengan kenyataan yang ada, dia melihat ke arah istrinya yang belum sadarkan diri.
Tidak lama ponsel Gibran berdering, dia langsung mengambil ponsel nya di saku celananya, kemudian dia langsung menggeser menu Hijau untuk menjawab panggilan dari Aldi.
“Halo Al ada apa ??” tanya Gibran setelah menjawab panggilan dari teman nya.
“Belum tau Al, Zara masuk rumah sakit dari semalam, dan sekarang dia belum sadarkan diri” jelas Gibran, ada kesedihan di dirinya karena bagaimana pun kelakuan Zara dia tetap istri sah nya.
“Kok bisa ??” tanya Aldi penasaran.
“Nanti aja gue ceritain, oh iya berita penting apa yang ingin loh sampaikan ??” Ujar Gibran yang juga penasaran.
“Nanti aja kalau loh udah balik ke jakarta” jawab Aldi tegas, dia belum ingin menyampaikan berita yang ia dapatkan, karena tidak ingin sahabatnya bertambah sedih.
“Ok baiklah, gue akan cepat balik kalau Zara udah sadar” jawab Gibran
Tidak lama mereka berdua mengakhiri pembicaraan nya di telfon.
Maya masih menangis begitupun dengan Zenia.
“Ma, Nia menangislah, dan setelah itu jernih kanlah pikiran kalian, ini adalah takdir Allah SWT, jangan terlalu berlebihan dalam bersedih karena itu tidak baik, ada saatnya kita harus tegas dan kembali bangkit dan mencari kebahagiaan kita, ingat Allah tidak akan meninggalkan kita, dia terus bersama kita dan menemani setiap proses menuju bahagia..
Dalam Q.S. At Taubah ayat 40 disebutkan:
__ADS_1
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita
Ayat tersebut memotivasi kita untuk tidak terus bersedih. Jika memang kondisinya membuat hati sedih, bersedihlah sejenak. Tidak berkepanjangan dan membuat kita tidak bisa menikmati anugerah hidup ini. Bagi yang merasa susah untuk bangkit dari kesedihannya, Rasululah meninggalkan wasiat kepada kita sebuah doa. Doa yang baik untuk dibaca di kala kita merasa sedih. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللهم إني عبدك وابن عبدك وابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك ، أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي و نور صدري وجلاء حزني وذهاب همي
Allahumma inni ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyafik, maadlin fiyya hukmuk, adlun fiyya qadla’uk, as’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihi nafsak, aw anzalitahu fi kitabik, aw ‘allamtahu ahadan min khalqik, awis ta’tsarta bihi fi ilmil ghaibi ‘indak, an taj’ala qur’ana rabi’a qalbi wanura shadri wajalaa’a huzni wadzahaba hammi
Ya Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku dan pelenyap keresahanku.
Jelas Zahran panjang lebar, karena dia tidak ingin ibu mertua dan istrinya terlalu larut dalam kesedihan.
“Ya Allah ampuni hambamu ini” ucap Zenia setelah mendengar nasihat dari suaminya.
“Terima kasih nak telah menyadarkan Mama” sahut Maya.
“Iya Ma sama-sama” jawab Zahran tersenyum.
“Ma sekali lagi maafkan Papa !!” ucap Angga masih merasa bersalah.
“Iya Pa, semua nya sudah takdir, Tapi nanti antarkan mama ke makam anak kita Pa !!” pinta Maya kemudian.
“Pasti Ma, Papa akan mengantarkan Mama ke makam Zee” ucap Angga, dia sekarang bisa bernapas lega karena sudah mengungkapkan kenyataan yang ada, dia tidak merasa tertekan lagi karena menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar.
“Zee ??” ucap Zenia heran.
“Iya Papa memanggil nya Zee,” jelas Angga kepada anak nya.
Tidak lama dokter masuk untuk kembali memeriksa Zara, Gibran berdiri disamping istrinya, ada rasa kasihan kepada istrinya stelah mengetahui kalau Zara bukan anak kandung Angga dan Maya, apalagi Zara hanyalah anak yatim piatu, entah bagaimana caranya dia harus menjelaskan kepada istrinya.
*
*
*
**Like + komen + vote ya !!!
__ADS_1
Ada yang tau berita apa yang akan di sampaikan Aldi ??? tunggu kelanjutan ceritanya ya** !