
“Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. ” sapa Abi saat sudah berada di ruang tamu.
“Wa’alaikumus Salam Warahmatullahi Wabarakatuh” jawab Gibran dan Zaidan serempak, kemudian Gibran berdiri menyalami tangan Abi.
“Ada apa Gib ?? kenapa pagi-pagi sekali kamu kesini ??” tanya Abi setelah duduk di sofa.
“Ini Abi Gibran ingin memberikan jawaban mengenai keinginan Gibran waktu itu” balas Gibran
“Iya, terus bagaimana ?? apa jawaban kamu ??”
“Maaf Gibran menolak Abi, bukan karena Gibran mempermainkan Abi, selama seminggu ini Gibran memohon petunjuk kepada Allah SWT, dan tadi malam Gibran bermimpi bertemu dengan seorang wanita Abi, tapi dia bukan Lila yang waktu itu Abi tunjukan fotonya, di dalam mimpi Gibran perempuan itu memakai cadar dan Gibran juga yakin kalau itu bukan Lila, lagi pula hati Gibran menolak untuk memperistri Lila” jelas Gibran menunduk, dia takut kalau Abi marah padanya.
Tapi Abi mala tersenyum sembari menepuk bahu Gibran “Itu adalah jawaban dari Allah SWT, berarti Lila bukan jodohmu” jawab Abi dengan tenang.
“Abi tidak marah sama Gibran ??”
“Tidak, Abi mala senang kalau kamu mau jujur dengan apa yang kamu rasakan, dari pada kamu tetap menjalankan pernikahan dengan nya nanti mala ujung-ujung nya kalian hanya saling menyakiti”
.
“Terima kasih Abi"
“Sama-sama”
Zaidan hanya tersenyum, kemudian dia berkata.
“Lalu apakah perempuan yang hadir di dalam mimpi kak Gibran beneran ada Abi ??” tanya Zaidan.
“InsyaAllah ada, semoga atas izin Allah Gibran dan perempuan itu akan segera di pertemukan” Abi menjawab pertanyaan Zaidan.
“Semoga saja Abi” balas Gibran.
Setelah selesai menyampaikan apa yang dia rasakan, Gibran akhirnya pamit, sementara Abi setelah kepergiaan Gibran, Abi menghubungi teman nya yaitu Ayah dari Lila, dia ingin menyampaikan permohonan maaf karena Gibran menolak untuk meng-Khitbah putrinya.
Beruntungnya Kyai Ghufron menerima nya dengan ikhlas, dia juga tidak mau memaksakan kehendak Gibran, walaupun Gibran sendiri yang meminta di carikan istri.
**********
Sementara di Turki Zahran tengah sibuk membantu istrinya yang sedang mual-mual.
“Sayang kita ke dokter saja ya !! byby takut terjadi sesuatu sama kamu” ucap Zahran sembari memijat tengkuk sang istri yang tengah memuntahkan isi dalam perutnya.
“Tidak usah by, Nia mungkin hanya masuk angin saja, Nia hanya minta tolong byby kerokin Nia ya !! setelah di kerok pasti Nia akan lekas sembuh” jawab Zenia sembari mengelap mulutnya dengan tisu.
“Beneran hanya di kerok saja ??” tanya Zahran memastikan
__ADS_1
Zenia hanya mengangguk, kemudian Zahran menuntun istrinya untuk kembali ke kamar mereka, Zenia duduk di atas ranjang sementara Zahran mengambil minyak telon dan uang koin.
“Ayo sayang buka bajunya” Pinta Zahran dengan lembut.
Zenia pun menurut, dia melepaskan bajunya, Zenia masih mengenakan pakaian tidurnya, walau biasanya sebelum sholat subuh Zahran akan meminta sang istri mandi terlebih dahulu, tapi pagi ini karena melihat Zenia terus muntah Zahran hanya menyuruhnya mengambil air wudhu.
Setelah baju Zenia terlepas, Zahran pun mulai mengoles minya telon pada punggung Istrinya, tidak lupa Zahran menarik selimut untuk menutupi bagian depan sang istri takutnya ketiga anak nya masuk kedalam kamar mereka.
Zahran mulai mengerok Zenia menggunakan uang koin seribuan.
“Awww, By kekencangan” ucap Zenia sembari meringis kesakitan.
“Maaf sayang, iya ini pelan kan” jawab Zahran dengan memelankan kerokan nya...
“Isss kalau itu gak kerasa By, di tekan dikit”
“Masya Allah salah lagi” Gumam Zahran dalam hati
Zahran pun mulai mengikuti arahan Zenia, tapi ya tetap saja Zenia akan selalu protes.
“By nanti pijitin bentar ya !!”
“Iya sayang”
Tapi sebelum Zahran selesai mengerok sang istri, Zenia kembali berlari ke kamar mandi untuk muntah, Zahran pun dengan sigap menyusul.
“Tidak mungkin Nia hamil By, Nia kan masih pakai KB implan”
“Tapi kan bisa saja”
“Gak mungkin Byby, Nia tu satu tahun lagi masa KB nya, Byby sendiri kan yang menemani Nia pakai KB” ucap Zenia
“Iya juga sih, tapi kok kamu muntah-muntah kayak waktu hamil si kembar” balas Zahran sembari berpikir.
“Di bilangin Nia hanya masuk angin biasa”
Kemudian mereka keluar dari kamar mandi, tapi sebelumnya Zahran memakaikan baju istrinya, karena sebelum menyusul Istrinya di kamar mandi Zahran mengambil dulu baju tersebut.
“Nia mau istirahat dulu by, Nia capek muntah-muntah terus” ucap Zenia sembari membaringkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur.
“Iya sayang, byby ke bawa dulu ya mau lihat anak-anak” jawab Zahran sambil menyelimuti Zenia.
“Iya by”
Zahran pun keluar dari kamar, kemudian turun untuk menemui ketiga anak nya, Zahran juga ingin melihat apakah Raja sudah siap berangkat sekolah atau belum.
__ADS_1
“Wah anak-anak Baba sudah selesai sarapan” seru Zahran saat sudah berada di meja makan melihat ketiga anak nya sedang minum susu.
“Iya Ba, kita sarapan duluan soalnya Baba sama Bunda tidak turun-turun” jawab Raja sembari meletakkan gelas yang sudah kosong.
“Hehe, maaf ya sayang, tadi Bunda nya gak enak badan, makanya gak turun-turun” jelas Zahran lagi.
“Bunda cakit Ba” tanya Si cantik Adel.
“Mungkin hanya masuk angin saja Nak” jawab Zahran sembari mengelus kepala anak perempuan nya.
“Abang berangkat sekolah dulu, Assalamualaikum ” pamit Raja setelah memakai tas nya, Raja berjalan memutari meja makan untuk menyalami tangan Zahran.
“Walaikumsalam, hati-hati ya Nak !! belajar yang rajin, maaf hari ini Baba gak bisa anterin Raja” ucap Zahran dengan lembut.
“Tidak apa-apa Ba, Raja berangkat sama sopir aja”
Kemudian Raja pergi setelah berpamitan kepada Zahran dan kedua adiknya, tak lupa Zahran menitipkan Raja kepada sopir kepercayaan Zahran, setelah itu Zahran kembali masuk ke kamar nya dengan membawa roti dan susu hangat untuk istrinya, si kembar juga ikut mereka ingin melihat keadaan bunda mereka.
“Bunda sakit apa ??” tanya Arda saat sudah berdiri di samping tempat tidur Zenia.
Zenia membuka matanya, dia merasakan kepalanya pusing.
“Bunda tidak Apa-apa, bunda hanya masuk angin saja” jawab Zenia sembari tersenyum.
“Cini adek obatin Bub, kan Adek doktel” ucap Adel.
“Adek kan belum jadi dokter beneran, mana bisa ngobatin bunda” jawab Arda.
“Bisa kakak”
“Tidak”
“Bisa”
“Eh, sudah-sudah kok anak-anak Baba pada berantem sih, kasian kan bunda nya” ucap Zahran melerai pertengkaran kedua anak kembarnya.
“Tapi kata kakak Ar, adek tidak bica ngobatin Bunda ?? kan adek doktel" kata Adel sudah ingin menangis.
“Maksud kakak Ar itu belum bisa dek, bukan tidak, itu kakak Ar salah bicara, nanti kalau Adek udah besar adek bisa ngobatin bunda, tapi Adek sekolah dulu” jelas Zahran sembari memangku anak perempuan nya.
“Ya udah adek mau cekolah cekalang aja Ba”
“Nanti ya, Baba pasti akan menyekolahkan adek, tapi untuk saat ini umur adek belum cukup”
Zenia tersenyum melihat Suaminya berbicara dengan sangat lembut kepada ketiga anak nya, bahkan Zenia belum pernah melihat Zahran membentak anak-anak nya, Zahran mungkin pernah marah tapi marahnya Zahran tidak akan meninggikan suara nya, dia akan menegur ketiga anak-anak nya dengan kata-kata lembut..
__ADS_1
Like.... komen